Inilah Penyebab Aktivis Pejuang Keberagaman Ini Gabung di PSI

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, setelah Giring Ganesha (salah seorang personil grup band NIDJI) memutuskan untuk bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga sekaligus mendaftarkan diri sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2019, kini giliran salah seorang aktivis pejuang keberagaman yang juga salah seorang aktivis Nahdlatul Ulama (NU) membulatkan tekad untuk bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga sekaligus mendaftarkan diri sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2019

Yup, beliau adalah Haji Mohamad Guntur Romli yang merupakan “anak idelogis” almarhun KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan sebagai salah satu bentuk dukungan kepada Muhammad Guntur Romli, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara (Sulut) Melky Pangemanan mengungkapkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan rumah bagi orang-orang baik untuk berjuang melawan korupsi dan intoleransi

Inilah Penyebab Aktivis Pejuang Keberagaman Ini Gabung di PSI

Sumber: https://news.detik.com

Dia adalah tokoh dari keberagaman itu sendiri. Romli juga merupakan ‘anak ideologis’ nya Gusdur. PSI juga di sisi lain ternyata sangat diminati individu yang cinta akan keberagaman. Guntur sendiri menilai bahwa dirinya menemukan kendaraan politik yang tepat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keberagaman,” jelas Melky Pangemanan, sebagaimana dilansir beritamanado.com (12/09/2017)

Suami dari Nong Darol Mahmada (salah seorang aktivis perempuan) tersebut mengungkapkan bahwa beliau dapat maju lewat daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur dan duduk di Komisi VIII DPR RI, karena ada beberapa UU yang ingin beliau gol kan yang terkait anti-intoleransi dan diskriminasi

Inginnya masuk Komisi VIII, karena ada beberapa UU yang ingin saya golkan yang terkait anti-intoleransi dan diskriminasi,” ungkap ayah dari Andrea Azalia Ardhani dan Alexandria Hypatia Mohamada tersebut dalam konferensi pres di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jl KH Wahid Hasyim nomor 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir psi.id (12/09/2017)

Inilah Penyebab Aktivis Pejuang Keberagaman Ini Gabung di PSI

Sumber: https://psi.id

Dukungan datang dari sejumlah tokoh, diantaranya dari Prof Nadirsyah Hosen (dosen senior di Monash Law School, Australia) yang menyatakan bahwa Haji Mohamad Guntur Romli berani membela nilai-nilai plural di masyarakat dan berani berhadapan langsung dengan pihak-pihak yang merusak NKRI dan kebinekaan Indonesia

Kita butuh anak muda yang punya idealisme tinggi dan track record jelas dalam membela nilai-nilai keindonesiaan,” jelas Prof Nadirsyah Hosen yang juga menjadi Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama (NU) Australia–New Zealand, sebagaimana dilansir tribunnews.com (12/09/2017)

Tak ketinggalan, Rudi Valinka lewat akun Twitter @kurawa mengucapkan, “Selamat buat @GunRomli yang akhirnya turun gunung ke politik praktis, moga sukses yah #GunturGabungPSI“, sebagaimana dilansir twitter.com/kurawa (12/09/2017)

Tokoh muda Muhammadiyah pun turut mendukung Haji Mohamad Guntur Romli mendaftarkan diri jadi caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dimana Fajar Riza Ul Haq (Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah) lewat akun Twitter @Fajar7919 mencuit “Go Bro #GunturGabungPSI!“, sebagaimana dilansir twitter.com/Fajar7919 (12/09/2017)

Iman Brotoseno‏ (penulis dan pembuat film) lewat akun Twitter @imanbr juga mendukung Haji Mohamad Guntur Romli menjadi caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Selamat memasuki dunia baru Gunrom. Semoga menjadi politisi bermartabat,” cuit Iman Brotoseno, sebagaimana dilansir twitter.com/imanbr (12/09/2017)

Sementara itu, Romo Setyo Wibowo (Ketua Program studi Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara) turut menyambut langkah politik Haji Mohamad Guntur Romli tersebut dengan sukacita

Dengan sukacita menyambut keputusan politik,” ungkap Romo Setyo Wibowo, sebagaimana dilansir nasional.sindonews.com (12/09/2017)

Nahdlatul Ulama (NU) juga sangat mendukung, dimana Ketua Lakspesdam NU dan juga Dosen di UIN Jakarta, yaitu Rumadi, tak ketinggalan mendukung keputusan Haji Mohamad Guntur Romli terjung ke politik serta menilai bahwa Haji Mohamad Guntur Romli akan masuk dunia baru yang merupakan kelanjutan dari aktivitas dari yang pernah beliau lakukan

Keputusan yang berani dan saya mendukung Guntur terjun ke politik. Guntur kader NU, wajah NU dalam politik ke depan dinilai dari figur seperti Guntur. Semoga sukses,” tutur Rumadi, sebagaimana dilansir republika.co.id (12/09/2017)

Ditanya mengenai mengapa pria yang biasa dikenal dengan GunRomli tersebut memilih jalur politik, dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube Channel Partai Solidaritas Indonesia, beliau menjelaskan bahwa politik adalah perjuangan untuk menegakkan kemaslahatan orang banyak

Beliau juga mengutip pernyataan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) bahwa politik adalah pekerjaan yang sangat mulia karena ia memperjuangkan nasib orang yang banyak

Ucapan Gus Dur itu sesuai dengan kaidah fiqih politik dalam Islam, Fiqih Siyasi, yang mengatakan, ‘tasorruful imam ala ro’iyah manutul biilmaslaah.’ bahwa segala kebijakan seorang pemimpin, kebijakan politik, itu terkait dengan kemaslahatan, dengan kepentingan orang yang dipimpin, dengan kepentingan rakyat. Di situlah kata rakyat berasal,” lanjut pria kelahiran Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, 17 Maret 1978 tersebut

Putra dari pasangan KH Achmad Zaini Romli dan Hj Sri Sungkawa Ningsih tersebut menjelaskan bahwa kutipan Gus Dur maupun kaidah fiqih tersebut juga telah dikenal dalam politik klasik Yunani, dimana Aristoteles pernah mengatakan, “Politik adalah usaha untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Ketika saya masuk politik, saya ingin mengembalikan politik kepada khittahnya, kepada dasarnya, kepada habitatnya, yaitu politik bukan cuma intrik, tapi politik yang membuat kebijakan. Politik sebagai policy yang berpihak kepada kepentingan orang banyak,” beber mantan pemandu “Acara Acara Kongkow Bareng Gus Dur” (talkshow rutin tiap hari Sabtu pukul 10.00-11.00 WIB bersama mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di KBR68H, Jakarta dari bulan November 2005 sampai menjelang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) wafat tahun 2009) tersebut

Pria yang pernah bergung bergabung dalam Komunitas Kesenian dan Kebudayaan Utan Kayu (2005-2008) dan Komunitas Salihara (2008-2017) tersebut mengungkapkan bahwa alasan beliau memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kendaraan politiknya ialah karena perjuangan visi dan misi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ialah melawan intoleransi dan melawan korupsi

Menurut Haji Mohamad Guntur Romli, persoalan terbesar yang terjadi di negeri ini memang disebabkan oleh intoleransi dan korupsi

Intoleransi menimbulkan kebencian, karena orang tidak mau toleran terhadap perbedaan, tidak mau toleran dengan orang lain. Ketika kebencian itu, berkarat, meningkat, maka dia akan menjadi permusuhan. Dia akan jadi radikalisme, dia akan menjadi ekstrimisme, mejadi separatisme, menjadi teroris, menjadi peperangan. Jadi segala ketidakaturan, segala yang menolak kedamaian, itu akarnya adalah intoleransi,” jelas salah satu pendiri organisasi Garda Satwa Indonesia (GSI) yang peduli terhadap hak-hak dan kesejahteraan satwa sejak tahun 2012 tersebut

Lebih lanjut, pria yang juga organisasi lintas agama, advokasi hak-hak sipil, toleransi dan hak-hak asasi manusia tersebut menerangkan bahwa ketika kita berbicara mengenai ketimpangan sosial-ekonomi dan juga persoalan politik, pasti persoalannya adalah kasus korupsi

Kalau ada masyarakat, ada rakyat yang tidak dilayani dengan baik, pasti adalah korupsi. Kalau ada diskriminasi, juga persoalannya adalah korupsi, karena korupsi itu terkait dengan korupsi kebijakan dan juga korupsi anggaran,” terang pria yang juga pernah sempat bergabung di Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Jakarta tersebut

Beliau juga menjelaskan bahwa korupsi kebijakan berbicara mengenai kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan orang banyak, tapi berpihak pada segelintir orang yang berkuasa. Selain itu, beliau juga menerangkan bahwa masyarakat yang tidak sejahtera, persoalannya adalah korupsi, karena anggarannya yang dikorupsi dan yang dicuri oleh para politisi yang tidak baik

Jadi ketika PSI memperjuangkan, melawan intoleransi dan melawan korupsi, itu sesuai, sevisi dengan apa yang saya perjuangkan selama ini, bahwa kita harus melawan intoleransi dan melawan korupsi,” tutup pria yang pernah mengenyam pendidikan di Tarbiyatul Muallimin al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura

Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video berdurasi 3 menit 46 detik di bawah ini

[wpdevart_youtube]Ih5GPPo02O4[/wpdevart_youtube]

oneindonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

One thought on “Inilah Penyebab Aktivis Pejuang Keberagaman Ini Gabung di PSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: