Anies Baswedan Dilaporkan Lagi Terkait Pidato Pribumi oleh Kelompok Ini

PDF24    Send article as PDF   

Setelah Gerakan Pancasila dan Banteng Muda Indonesia (BMI) melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kini giliran Federasi Indonesia Bersatu melaporkan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut ke Bareskrim Polri pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017, dimana Ketua Umum Federasi Indonesia Bersatu Tirtayasa tiba di Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat sekitar pukul 13:00 WIB dengan didampingi sekitar 10 anggota

Kami adalah beberapa orang yang terdiri dari beberapa anak bangsa yang terdiri dari beberapa organ, ini sebagai bukti bahwa kita sebagai anak bangsa mempunyai hak yang sama dengan lain untuk melakukan hak konstitusional kita untuk melaporkan gubernur terpilih yang sudah dilantik, Anies Baswedan, pada pidato beliau yang pertama,” ungkap Tirtayasa, sebagaimana dilansir news.detik.com (19/10/2017)

Laporan yang diajukan Federasi Indonesia Bersatu tersebut telah diterima oleh Bareskrim Polri dan telah didaftarkan dengan nomor laporan polisi: LP/1082/X/2017/Bareskrim, tertanggal 19 Oktober 2017. Lebih lanjut, Tirtayasa menilai bahwa pidato Anies Baswedan tersebut dapat memprovokasi dan dikhawatirkan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, baik di Jakarta maupun daerah lainnya di seluruh Indonesia

Secara keseluruhan, kami tidak memaknainya secara berlebihan. Tapi penggalan kata yang mengatakan bahwa kebangkitan pribumi di Jakarta, ini yang menimbulkan ekses ada di mana mana,” lanjut Tirtayasa, sebagaimana dilansir tribunnews.com (19/10/2017)

Tirtayasa juga menjelaskan laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis

Pelaporan kami jelas untuk melaporkan pidato pada saat dia pertama menjabat Gubernur. Jadi kita melaporkan pasal 4 huruf B ke 1 dan 2 dan pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminatif Ras dan etnis, itu jelas,” jelas Tirtayasa, sebagaimana dilansir tribunnews.com (19/10/2017)

Dalam laporan tersebut, Federasi Indonesia Bersatu menyertai sejumlah barang bukti, diantaranya video YouTube berisi pidato politik Anies Baswedan pada Senin 16 Oktober 2017

Kami juga sampaikan sejumlah bukti. Ada dari YouTube dan dari media elektronik lainnya. Kalau yang lainnya hampir semua media online (yang memberitakan pidato Anies) kami copy dan serahkan,” tambah Tirtayasa, sebagaimana dilansir news.detik.com (19/10/2017)

Sebagai info tambahan, dalam laporan yang diajukan Federasi Indonesia Bersatu tersebut, Anies Baswedan dilaporkan terkait dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Huruf B ke-1 dan 2 dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis

indonesiasatu

Website resmi Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Founder Indonesia Satu dan IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia dan Freelance Writer UC We-Media)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: