Terkait Pidato Pribumi, Anies Baswedan Didemo Komunitas Ini

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Setelah beredar pesan di salah satu WhatsApp Group bahwa akan ada aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017, Komunitas Anak Bangsa benar-benar mengadakan aksi unjuk rasa yang diadakan di depan Balai Kota DKI Jakarta, pada tanggal 23 Oktober 2017 sekitar pukul 1 siang hingga 5 sore, terkait ucapan “pribumi” dalam pidato perdana yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tanggal 16 Oktober 2017

Dalam pidatonya yang pertama itu kan dia sempat menyinggung tentang ras, perbedaan antara pribumi dan non-pribumi. Harusnya dia sebagai gubernur bijak dalam menyampaikan kata-kata, ternyata beliau keseleo, akhirnya menyampaikan hal-hal yang menyinggung,” ungkap Andreas Rehiary (salah satu koordinator aksi unjuk rasa), sebagaimana dilansir kontan.co.id (23/20/2017)

Andreas Rehiary juga menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya meminta pertanggungjawaban Anies Baswedan atas pernyataan dalam pidato perdana yang disampaikan beliau

Aksi ini sebagai upaya menjaga Indonesia dalam kebersamaan berkebangsaan. Kami juga menindaklanjuti atas ucapan Anies yang terindikasi rasis dalam pidato perdananya,” jelas Andreas Rehiary, sebagaimana dilansir cnnindonesia.com (23/10/2017)




Lebih lanjut, Andreas Rehiary mengaku bahwa pihaknya telah melaporkan Anies Baswedan ke Bareskrim Polri terkait pidato pribumi tersebut dan proses hukum tetap harus berjalan, meski Anies Baswedan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga DKI Jakarta

Minta maaf itu mutlak karena dia telah melukai hati bangsa Indonesia dan warga DKI khususnya, tetapi bukan berarti dia minta maaf menyelesaikan persoalan. Dia harus diproses secara hukum,” tegas Andreas Rehiary, sebagaimana dilansir megapolitan.kompas.com (23/10/2017)

Aksi unjuk rasa tersebut didominasi oleh ibu-ibu yang mengenakan baju merah dan salah seorang wanita yang menjadi orator aksi turut mengecam serta menyebut pernyataan Anies Baswedan mengenai pribumi adalah rasis dan berpotensi memecah belah bangsa, khususnya DKI Jakarta

Kami sayangkan pidato pertama, bapak mengucapkan kata-kata rasis dan memecah belah, Jakarta mulai damai, kami berdamai dengan keadaan di Jakarta ini Pak, tetapi bapak kembali memprovokasi dengan omongan Anda. Apakah itu yang namanya gubernur ? Cuma anda gubernur yang ngomong begitu. Kami tahu bapak orang berpendidikan, bapak punya otak, kalau berani temui kami dan jawab petisi kami. Kami sangat tahu siapa Anda, Anda itu dipecat sebagai Menteri Pendidikan, apa yang bisa dibanggakan dari Anda ? Apa Anda bangga sebagai Menteri pecatan ? Apakah Anda ingin mengulang kedua kali untuk dipecat ? Bukan hanya presiden yang memecat, tapi seluruh rakyat Indonesia akan memecat Anda,” seru peserta aksi di atas mobil komando, sebagaimana dilansir tribunnews.com (23/10/2017)

Terkait Pidato Pribumi, Anies Baswedan Didemo Komunitas Ini

Sebelumnya, salah satu kuasa hukum Komunitas Anak Bangsa, yaitu Rinto Wardana, melaporkan Anies Baswedan ke pihak kepolisian dan laporan tersebut telah diterima serta didaftarkan, yaitu Laporan Polisi Nomor : LP/1082/X/2017/Bareskrim tertanggal 19 Oktober 2017. Rinto Wardana mengungkapkan bahwa pernyataan Anies Baswedan mengenai pribumi dalam pidato perdananya tersebut melanggar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 26 Tahun 1998. Selain itu, Anies Baswedan juga dianggap melanggar undang-undang larangan diskriminasi dan ras, Pasal 157 KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat (2), sebagaimana dilansir mediaindonesia.com (23/10/2017)

Sebagai info tambahan, larangan penggunaan kata “pribumi” dan “keturunan” telah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan, sebagaimana dilansir kontan.co.id (23/10/2017)





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: