Laporan Paradise Papers Juga Memuat Nama Pimpinan DKI Jakarta Ini

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, dunia internasional kembali dikejutkan dengan laporan hasil penelusuran terkait rahasia para pesohor dunia, mulai dari pelaku bisnis, kepala negara, tokoh politik global, hingga selebritas, yang dilakukan oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), dimana dalam laporan yang dikenal dengan sebutan “Paradise Papers” tersebut International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) menelusuri berbagai temuan sebanyak 13,4 juta file dari perusahaan firma hukum offshore Appleby Global Group Services Ltd yang berlokasi di Kepulauan Cayman, Virgin Island, Inggris dan juga perusahaan dari 19 tempat bebas pajak, sebagaimana dilansir theguardian.com (05/11/2017)

Laporan “Paradise Papers” yang didasarkan data yang diperoleh mulai dari 70 tahun lalu sebanyak 13,4 juta file dari perusahaan firma hukum offshore Appleby Global Group Services Ltd yang berlokasi di Kepulauan Cayman, Virgin Island, Inggris serta perusahaan dari 19 tempat bebas pajak dan muncul pada saat meningkatnya ketimpangan pendapatan global tersebut mengungkap berbagai skandal keuangan, sebagaimana dilansir theguardian.com (05/11/2017), diantaranya:

– Jutaan poundsterling dari real estat Ratu Inggris yang telah diinvestasikan di pendanaan Cayman Islands, dimana sebagian dari uang tersebut masuk ke peritail yang dituduh mengeksploitasi keluarga miskin dan orang-orang yang rentan
– Kesepakatan-kesepakatan offshore ekstensif yang dilakukan anggota kabinet, penasihat dan donatur Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk pembayaran substansial dari perusahaan milik menantu Vladimir Putin kepada kelompok pelayaran milik Sekretaris perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross
– Ratusan juta dolar yang diinvestasikan ke Facebook dan Twitter dan dapat ditelusuri kembali ke institusi-institusi keuangan negara Rusia
– Perserikatan penghindaran pajak Kepulauan Cayman, Virgin Island, Inggris yang dikelola oleh kepala keuangan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau
– Perserikatan offshore 450 juta dolar Amerika Serikat, yang sebelumnya tidak diketahui, yang melindungi kekayaan Lord Ashcroft
– Penghindaran pajak yang agresif dan dilakukan oleh perusahaan multinasional, termasuk Nike dan Apple
– Pelindungan kekayaan dengan serangkaian skema offshore yang dilakukan oleh beberapa nama terbesar di industri film dan TV
– Miliaran pengembalian pajak yang dilakukan oleh Isle of Man dan Malta kepada pemilik jet pribadi dan kapal pesiar mewah
– Pinjaman rahasia dan aliansi yang digunakan oleh Glencore Multinational yang terdaftar di London dalam upaya untuk mendapatkan hak penambangan yang menguntungkan di Republik Demokratik Kongo
– Jaringan offshore kompleks yang digunakan oleh dua milyarder Rusia untuk membeli saham klub sepak bola Arsenal dan Everton




Tak hanya skandal keuangan luar negeri, laporan “Paradise Papers” tersebut juga mengungkap skandal keuangan yang dilakukan oleh sejumlah tokoh terkenal asal Indonesia, diantaranya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto (pendiri Partai Beringin Karya (Berkarya)), Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek Soeharto, Prabowo Soebianto (Ketua Umum Partai Gerindra yang kemungkinan besar juga akan maju sebagai capres Partai Gerindra dalam Pilpres 2019) dan juga salah seorang pimpinan DKI Jakarta (saat berita ini dirilis)

Siapakah yang dimaksud salah seorang pimpinan DKI Jakarta tersebut ? Jawabannya ialah mantan Direktur Utama PT. Saratoga Investama Sedaya yang juga menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, yaitu Sandiaga Salahuddin Uno. Dalam laporan “Paradise Papers” yang diperoleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan dibagikan oleh Konsorsium Investigasi Internasional bersama mitra, termasuk Guardian, BBC dan New York Times tersebut, Sandiaga Salahuddin Uno disebut-sebut sebagai salah satu pemilik NTI Resources yang terdaftar di negara surga pajak, yaitu Bermuda, berdasarkan data yang dimiliki oleh perusahaan firma hukum offshore Appleby Global Group Services Ltd yang berlokasi di Kepulauan Cayman, Virgin Island, Inggris, sebagaimana dilansir jakarta.bisnis.com (06/11/2017)

Laporan Paradise Papers Juga Memuat Nama Pimpinan DKI Jakarta Ini

Sumber: http://www.infomenia.net

Pasangan Anies Baswedan tersebut juga diketahui pernah tercatat memiliki beberapa perusahaan cangkang di British Virgin Islands dalam dokumen Panama Papers. Menanggapi adanya sejumlah tokoh terkenal asal Indonesia dalam laporan “Paradise Papers” tersebut, Pimpinan Redaksi Tempo dan juga salah seorang anggota tim International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) yang menganalisis dokumen tersebut sejak awal tahun 2016, yaitu Wahyu Dhyatmika, mengungkapkan bahwa secara hukum, memiliki perusahaan cangkang di luar Indonesia bukanlah tindakan ilegal, namun komitmen transparansi dan akuntabilitas para tokoh serta pejabat publik pemilik perusahaan cangkang tersebut patut dipertanyakan

Menggunakan jasa law firm seperti itu mengandung derajat kerahasiaan yang tinggi, bahkan di luar sepengetahuan negara,” ungkap Wahyu Dhyatmika, sebagaimana dilansir nasional.tempo.co (06/11/2017)

Laporan Paradise Papers Juga Memuat Nama Pimpinan DKI Jakarta Ini

Sumber : https://offshoreleaks.icij.org

Laporan Paradise Papers Juga Memuat Nama Pimpinan DKI Jakarta Ini

Sumber: https://offshoreleaks.icij.org

Sementara itu, Juru Bicara Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama mengungkapkan bahwa kantor pajak akan menyelidiki laporan keuangan yang dibuat mantan Danjen Kopassus dan juga sejumlah nama tokoh terkenal asal Indonesia lainnya tersebut untuk mengecek informasi yang dibocorkan Appleby Global Group Services Ltd tersebut dan juga akan akan menilai aset Prabowo Subianto, termasuk laporan pajak dan deklarasi harta dalam program amnesti pajak (tax amnesty) yang berakhir pada bulan Maret 2017

Kami mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk pertimbangan, sehingga kami bisa memeriksa kepatuhan mereka terhadap laporan pajak,” ungkap Hestu Yoga Saksama, sebagaimana dilansir republika.co.id (06/11/2017)

Dalam salah satu wawancara yang dilakukan BBC Indonesia, Harris (salah seorang warga) menegaskan bahwa pemerintah seharusnya menindaklanjuti laporan “Paradise Papers” tersebut serta mengejar tokoh-tokoh yang disebut-sebut dalam dokumen tersebut

Dulu waktu Panama Papers baru keluar kan Kepala Staf Kepresidenan kan mengatakan bahwa Presiden bikin tim, tapi kan sampai hari ini kita nggak tahu tim itu hasilnya apa. Jadi di satu sisi itu menunjukkan bahwa pemerintah hari ini nggak peduli sama ‘para bandit’,” tegas Harris, sebagaimana dilansir bbc.com (06/11)





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: