Paradise Papers Bongkar Skandal Apple dalam Menghindari Pajak

PDF24    Send article as PDF   

Masyarakat internasional kembali dikejutkan dengan laporan Paradise Papers yang dirilis International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ), dimana dalam laporan tersebut International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) menelusuri berbagai temuan sebanyak 13,4 juta file dari perusahaan firma hukum offshore Appleby Global Group Services Ltd yang berlokasi di Kepulauan Cayman, Virgin Island, Inggris dan juga perusahaan dari 19 tempat bebas pajak, sebagaimana dilansir theguardian.com (05/11/2017)

Laporan “Paradise Papers” tersebut diperoleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan dibagikan oleh Konsorsium Investigasi Internasional bersama mitra, termasuk Guardian, BBC dan New York Times. Penyelidikan laporan yang didasarkan data yang diperoleh mulai dari 70 tahun lalu dan muncul pada saat meningkatnya ketimpangan pendapatan global tersebut dilakukan oleh lebih dari 380 wartawan dengan menghabiskan waktu hingga satu tahun, sebagaimana dilansir icij.org (05/11/2017)

Laporan “Paradise Papers” mengungkap sejumlah skandal keuangan internasional yang dilakukan sejumlah tokoh terkenal dunia internasional dan juga salah satu raksasa smartphone terkenal dunia, yaitu Apple, sebagaimana dilansir icij.org (06/11/2017)

Dalam laporan yang dirilis International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) tersebut disebutkan bahwa pada bulan Mei 2013 CEO Apple, yaitu Tim Cook, marah besar saat menghadap subkomite investigasi Senat Amerika Serikat dan setelah pemeriksaan panjang, komite menemukan bahwa Apple tidak membayar pajak senilai puluhan miliar dollar Amerika Serikat dengan mengalihkan keuntungan mereka ke divisi di Irlandia yang disebut oleh senat sebagai “perusahaan hantu“, sebagaimana dilansir teknologi.metrotvnews.com (07/11/2017)




Meski demikian, Tim Cook menyanggah pernyataan subkomite investigasi Senat Amerika Serikat tersebut dengan mengungkapkan bahwa Apple membayar setiap dolar dari pajak yang harus dibayar dan tidak menggantungkan diri pada penipuan pajak, bahkan Apple tidak menyimpan uang di pulau Karibia

Kami membayar setiap dollar dari pajak yang harus kami bayar. Kami tidak menggantungkan diri pada penipuan pajak. Kami tidak menyimpan uang di Pulau Karibia,” ungkap Tim Cook, sebagaimana dilansir New York Times

Apple diketahui mendirikan mayoritas perusahaan cabang di Irlandia yang dimulai pada tahun 1991, dimana regulasi pajak di sana hanya membebankan pajak di bawah 1 persen dan pada tahun 2014 Apple hanya dikenakan beban pajak sebesar 0,005 persen untuk dua per tiga keuntungan global yang didaftarkan sebagai aset perusahaan cabang di Irlandia, namun pada Agustus 2016 Komisi Eropa memutuskan bahwa regulasi pajak Irlandia telah melanggar peraturan subsidi negara di yurisdiksi Uni Eropa, karena Apple dibebankan pajak sangat rendah, sementara bisnis lain harus membayar beban pajak yang lebih tinggi. Selain itu, Komisi Eropa mencatat kerugian besar dari sisi pendapatan pajak negara-negara di Eropa, karena praktek penghindaran pajak tersebut dan juga menemukan bahwa perusahaan Apple di Irlandia tidak memiliki bukti yang menunjukkan kapasitas operasional mereka untuk melakukan praktik bisnis ataupun yang dapat dikatakan sebagai sebuah perusahaan, sehingga Komisi Eropa memerintahkan Apple untuk membayar 13 miliar euro kepada pemerintah Irlandia sebagai bentuk hukuman buat perusahaan Apple, sebagaimana dilansir tirto.id (10/11/2017)

Perubahan regulasi di Uni Eropa tersebut menjadi faktor utama yang membuat Apple akhirnya secara perlahan memindahkan kekayaannya dari Irlandia ke Jersey yang berada di luar yurisdiksi Uni Eropa dengan dibantu oleh perusahaan firma hukum offshore Appleby Global Group Services Ltd. Berdasarkan sebuah bocoran email, Apple menginginkan agar praktek penghindaran pajak tersebut dijaga kerahasiaannya, sehingga jauh dari radar publisitas, , sebagaimana dilansir icij.org (06/11/2017)

Paradise Papers Bongkar Skandal Apple dalam Menghindari Pajak

Sumber: https://www.icij.org

Paradise Papers Bongkar Skandal Apple dalam Menghindari Pajak

Sumber: https://tirto.id

Dilansir theguardian.com (30/08/2016), jika Apple membayar pajak normal sesuai yang diperintahkan oleh Uni Eropa, uang sebanyak 13 miliar euro tersebut hampir setara dengan pengeluaran untuk pelayanan kesehatan Irlandia sebesar 12,9 miliar euro. Dengan praktek penghindaran pajak tersebut Apple dapat terus menikmati tarif pajak ultra rendah pada sebagian besar keuntungannya dan saat ini pendapatan perusahaan bayangan Apple di luar Amerika Serikat mencapai US$ 252 miliar, sedangkan sanksi keras pemerintah Irlandia terhadap perusahaan bayangan tersebut tidak banyak berpengaruh pada Apple. Berdasarkan estimasi Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), perusahaan multinasional yang mentransfer aset tidak berwujud ke tempat bebas pajak serta menerapkan strategi penghindaran agresif lainnya tersebut telah membebani pemerintah di seluruh dunia sebanyak US$ 240 miliar per tahun dalam pendapatan pajak yang hilang, sebagaimana dilansir internasional.kontan.co.id (07/11/2017)





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Bacaleg DPR RI dapil Jawa Tengah 3 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: