Gadis Cantik asal Kebumen Ini Ciptakan Aplikasi Tandingan WhatsApp

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Dunia teknologi Indonesia diramaikan dengan munculnya aplikasi chating seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger (BBM) yang diciptakan oleh seorang gadis cantik bernama Novi Wahyuningsih asal Kebumen. Rencananya, aplikasi yang diberi nama Callind tersebut akan resmi diluncurkan pada bulan Februari 2018

Gadis cantik kelahiran 06 November 1991 tersebut mengaku bahwa dirinya belajar secara otodidak sebelum akhirnya berhasil membuat aplikasi tersebut

Meski aplikasi Callind belum diluncurkan secara resmi, namun aplikasi tersebut sudah dapat diunduh di Play Store

Dulu saya kuliah di UGM mengambil jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, lulus tahun 2011. Saat kuliah saya juga nyambi sebagai penjaga warnet. Dari situ saya mulai belajar bikin blog dan website. Sebelum muncul ide pembuatan Callind malah saya dulu pengennya buat aplikasi medsos seperti Facebook namun belum kesampaian. Meski kurang sreg, tapi jujur saya pertama kali belajar bisnis dari dunia MLM itu. Saya yang tadinya pendiam dan hanya fokus belajar biar jadi anak cerdas di kampus akhirnya mulai belajar leadership dan marketing,” cerita Novi Wahyuningsih, sebagaimana dilansir inet.detik.com (20/21/2017)

Callind sebenarnya bukanlah aplikasi chatting pertama yang dibuat oleh Novi Wahyuningsih. Pada awal tahun 2015 Novi Wahyuningsih pernah mengembangkan aplikasi MeoTalk di bawah perusahaan Global Century Limited

Para pengguna aplikasi MeoTalk dapat mengobrol dengan tulisan, suara, dan video, bahkan juga menawarkan uang virtual, yaitu G-Point, yang dapat dibelanjakan di toko yang telah bekerja sama

Menyusul keberhasilan aplikasi MeoTalk di Negeri Jiran, pada bulan Desember 2015 Novi Wahyuningsih ditunjuk sebagai CEO MeoTalk Indonesia untuk mengembangkan aplikasi chatting tersebut di Indonesia. Saat itu peluncuran MeoTalk Indonesia diadakan di Yogyakarta dan diikuti oleh beberapa perwakilan MeoTalk dari negara lain

Gadis cantik yang juga menjadi salah seorang warga Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo tersebut ingin mengembangkan diri tanpa terikat dengan pihak lain, sehingga beliau akhirnya melepas aplikasi MeoTalk ciptaannya tersebut kepada perusahaan Global Century Limited

Selepas dari perusahaan Global Century Limited, Novi Wahyuningsih fokus dalam mengembangkan aplikasi Callind yang diklaim sebagai aplikasi chatting buatan asli Indonesia

Dalam penciptaan maupun pengembangan aplikasi Callind, selain belajar otodidak, Novi Wahyuningsih juga belajar dari para ahli IT yang beliau kenal selama bekerja sebagai marketing di perusahaan Venture Capital di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2015 dan juga sejumlah ahli IT dari beberapa negara




Gadis cantik yang pernah gagal dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 tersebut menuturkan bahwa beliau pernah menjalankan bisnis Multi Level Marketing (MLM) sejak semester 2 D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) dengan modal sebesar Rp 3 juta dari hasil menjual motor kesayangannya dan berada di jajaran atas dalam bisnis Multi Level Marketing (MLM) tersebut hanya dalam waktu delapan bulan

Meski demikian, putri dari pasangan Bapak Darman dan Ibu Rasmi tersebut memutuskan untuk berhenti menjalankan bisnis Multi Level Marketing (MLM) tersebut, karena sistem dalam bisnis Multi Level Marketing (MLM) tersebut tidak sesuai dengan hati nuraninya

Tapi saya akui dari sini pertama kali belajar bisnis. Saya yang tadinya pendiam dan hanya fokus nilai cumlaude di kampus akhirnya mulai belajar leadership dan marketing,” tutur Novi Wahyuningsih yang menyesaikan pendidikan sarjananya di STIE Putra Bangsa Bekasi, sebagaimana dilansir autotekno.sindonews.com (20/09/2017)

Novi Wahyuningsih kembali fokus kuliah setelah sempat berantakan gara-gara menjalankan bisnis Multi Level Marketing (MLM) . Selain itu, beliau juga bekerjs sebagai penjaga warnet untuk menutupi kekurangan kiriman orang tua yang hanya Rp 200.000 per bulan

Pagi sampai sore kuliah, malamnya saya kerja di warnet,” lanjut Novi Wahyuningsih, sebagaimana dilansir autotekno.sindonews.com (20/09/2017)

Saat bekerja menjadi penjaga warnet, Novi Wahyuningsih mulai belajar trading, membuat blog, website dan sedikit menjadi hacker. Dirinya bahkan berani menjual laptopnya seharga Rp 3 juta untuk bermain trading forex dan valas secara online. Berjat berkat ilmu yang telah dikuasai tersebut, modalnya berkembang menjadi Rp 25 juta

Saat ini Novi Wahyuningsih menjadi Direktur Utama di sejumlah perusahaan IT (Teknologi Informasi) yang didirikannya, yaitu PT. Wahyu Global Abadi, PT. Rise Solution International dan PT. Callind Network International. Dirinya berharap aplikasi Callind dapat diterima oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional, seperti halnya WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM) dan Telegram

Gadis Cantik asal Kebumen Ini Ciptakan Aplikasi Tandingan WhatsApp

Sumber: https://autotekno.sindonews.com





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: