Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

en.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajukan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal pengganti Jendral TNI Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun

Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

Sumber: http://wow.tribunnews.com

Pengajuan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI ternyata telah diprediksi sebelumnya oleh netizen, bahkan pemilik akun Twitter @kurawa, dalam salah satu kultwit, mengungkapkan bahwa mengenai penggantian Panglima TNI, kelihatannya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mempersiapkan penggantinya sejak tahun 2015

Lebih lanjut, pemilik akun Twitter @kurawa menyatakan bahwa calon pengganti Jendral TNI Gatot Nurmantyo ialah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang masih berusia sangat muda

Dalam kultwit yang ditulis pada tanggal 27 September 2017 tersebut pemilik akun Twitter @kurawa juga mengungkapkan keheranannya keheranannya atas karir Hadi Tjahjanto yang melejit dari bintang satu ke bintang empat hanya dalam kurun waktu 3 tahun

Pada tanggal 05 Desember 2017 pemilik akun Twitter @kurawa kembali menulis kultwit mengenai peta politik nasional menuju Pilpres 2019, dimana dalam kultwit tersebut disebutkan bahwa usulan penggantian Panglima TNI secara cepat sebenarnya ada kaitannya dengan Pilpres 2019

Lebih lanjut, setelah deklarasi kesetiaan saat menyampaikan pidato di depan para peserta Rakernas Partai Nasdem pada tanggal 16 November 2017, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuat surat penggantian Panglima TNI dengan klasifikasi SEGERA

Kemungkinan menyandingkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Jendral TNI Gatot Nurmantyo semakin besar prosentasenya, bahkan mungkin sudah 75 persen, terlebih lagi dengan pernyataan Partai Nasdem yang menginginkan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Wakil Presiden dari kalangan militer

Kalau bisa dengan seorang militer, dari Jawa, ya kita pertimbangkan di luar Jawa,” jelas Ketua DPP Partai Nasdem Taufiqulhadi, sebagaimana dilansir liputan6.com (05/12/2017)

Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

Sumber: https://www.liputan6.com

Meski demikian, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kelihatannya menunggu hasil survei beberapa bulan ke depan dan jika belum ada perubahan, dapat dipastikan cawapres yang akan dipilih Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) adalah ex militer

Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

Sumber: https://news.detik.com

Hal menarik lainnya ialah bersamaan dengn pengumuman penggantian Panglima TNI, muncul survei yang menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpeluang besar untuk menjadi cawapres nya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Meski demikian, Anies Baswedan tidak akan pernah dapat memberikan nilai tambahan terhadap elektabilitas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), karena segmentasi pemilih Anies Baswedan tidak menyebar

Pertanyaan selanjutnya ialah jika Jendral TNI Gatot Nurmantyo menjadi cawapres nya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), akan kemanakah para pendukung Jendral TNI Gatot Nurmantyo yang selama ini mengeluk-elukan beliau karena sentimen keagamaan ?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu digarisbawahi bahwa dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama ormas-ormas Islam, termasuk FPI , merupakan pendukung AHY. Setelah AHY kalah dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama, ormas-ormas Islam tersebut tidak ada pilihan lain, selain mendukung Anies-Sandi

Suka tidak suka, sebenarnya yang menjadi kuda hitam cawapres dan juga pembawa massa efek Pilkada DKI Jakarta 2017 ialah AHY yang juga berasal dari kalangan militer

Beberapa waktu lalu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sempat menyatakan bahwa yang akan menjadi cawapres nya Prabowo Subianto bukan militer, namun pernyataan tersebut terlalu prematur, karena publik sudah menduga bahwa yang dimaksud ialah Anies Baswedan

Bila Partai Gerindra mengusung Prabowo-Anies, seumur hidup Prabowo Subianto akan mendapat julukan “Mr. Kepengen jadi Presiden Abadi” dan pasti kalah

Jika pemilih Anies Baswedan juga dianggap tidak memberikan nilai tambah kepada Prabowo Subianto, duet yang dapat menyaingi Jokowi-GN ialah Prabowo-AHY, mengingat ormas islam yang akan banyak berpengaruh dalam Pilpres 2019 tetap FPI dan AHY dapat menggunakan pengaruhnya dalam aksi besar 212 tahun 2108

Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

Sumber: http://nasional.kompas.com

Saat ini AHY menjadi bola panas menjelang Pilpres 2019, bahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun memperhitungkan AHY sebagai alternatif cawapres, meski masih dalam tahap penjajakan

Meski demikian, jika AHY tidak memungkinkan untuk dijadikan capres, kelihatannya SBY akan menggunakan pengaruh AHY untuk mendukung salah satu kandidat capres-cawapres dengan meminta imbalan posisi dalam kabinet, sehingga prediksi Pilpres 2019 akan sangat ketat jika yang akan maju ialah Jokowi-GN dan Prabowo-Anies (dengan asumsi AHY tidak dijadikan cawapres) atau Prabowo-AHY

Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

Sumber: https://www.youtube.com

Meski demikian, segala sesuatu masih dapat berubah seiring berjalannya waktu, karena politik itu sendiri pada dasarnya bersifat dinamis

Untik info selengkapnya mengenai peta politik nasional menuju Pilpres 2019, silahkan baca kultwit di bawah ini

indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

One thought on “Inilah Peta Politik Nasional Menuju Pilpres 2019

  • 11 July 2018 at 22:08
    Permalink

    Dari bintang satu ke bintang 4, ada berapa tingkatan yang ditempuh ?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: