Inilah Data Mengejutkan Mengenai Tentara Israel

PDF24    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Rabu tanggal 06 Desember 2017, dalam pidato di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Setelah lebih dari dua dekade penundaan (kebijakan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem sesuai UU Kongres AS tahun 1995), kita tidak lagi mendekati kesepakatan damai antara Israel dan Palestina,” tegas Donald Trump, sebagaimana dilansir edition.cnn.com (06/12/2017)

Meski demikian, hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Politik dan Strategi “Javi” di Universitas Barailan, Tel Aviv, Israel merilis data yang cukup mengejutkan, yaitu adanya warga muslim dalam internal pasukan Israel sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948

Dilansir dari internasional.republika.co.id, pasukan Israel yang berasal dari warga Arab telah ada sejak berdirinya negara Israel, dimana Israel memanfaatkan warga Arab dalam pos keamanan yang saat itu diterima di sejumlah pemukiman Israel

Salah satu pimpinan Arab dalam pasukan Israel ialah Jenderal Yusuf Tarumbaldur yang saat itu menjadi simbol pengorbanan membela negara untuk memperlihatkan loyalitasnya kepada negara Israel

Hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa tentara dan perwira Arab menunaikan tugasnya dalam internal pasukan Israel berlandaskan slogan yang ditanamkan gerakan Zionis kepada jiwa minoritas Arab dalam internal Israel, yaitu moral melakukan pembelaan, dimana setiap tentara atau perwira yang rela dengan sebuah negara yang menaunginya tersebut wajib membela negara dari serangan musuh yang datang dari Arab maupun negara lainnya

Seorang tentara Israel dari warga Arab merupakan warga Israel kelas satu yang memiliki status sosial, ekonomi dan identitas baru Israel




Lebih lanjut, hasil penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa prosentase kaum muslimin bertambah secara bertahap sejak tahun 1948 hingga tahun 1956, dimana jumlah mereka semakin meningkat pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Jumlah tertinggi terjadi di awal tahun 2008 dan prosentasenya mencapai 19 persen dari keseluruhan penduduk Israel

Warga Arab terkonsentrasi di kawasan Galil serta Mutsalas dan negara Israel memberikan identitas keagamaan khusus serta memberikan pendidikan dan memelihara identitas asal mereka

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pasukan Israel mencakup 12 ribu warga Muslim, dimana sebanyak 1.120 orang berasal dari Mesir yang bergabung atas dasar keinginan mereka sendiri setelah mereka eksodus ke Israel

Para pemuda Mesir yang bekerja dalan militer Israel disebut-sebut sebagai tentara yang paling loyal dan serius bekerja, dimana mereka mendapatkan gaji bulanan sekitar 4000 sampai 4500 shekel

Para perwira dan tentara Arab dalam militer Israel menunaikan kewajiban mereka sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948 dan seusai Perang Enam Hari pada tahun 1967, Presiden Israel Golda Meir memberikan tanda kehormatan kepada para perwira dan pasukan Israel dari kaum muslimin Arab atas keberanian dan kepahlawanan mereka



indonesiasatu

Website resmi Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Founder Indonesia Satu dan IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia dan Freelance Writer UC We-Media)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: