Inilah Pernyataan Kontroversial Penulis asal Kuwait Terkait Palestina dan Israel

PDF24    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pidato di Gedung Putih pada tanggal 06 Desember 2017, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel telah menuai kecaman dari dunia internasional, termasuk Indonesia

Dewan Keamanan PBB pun akhirnya mengadakan sidang untuk membahas keputusan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut, namun Amerika Serikat, melalui Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley, mengeluarkan veto terhadap draft resolusi Dewan Keamanan PBB yang menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut

Karena tidak menemukan kata sepakat, Yaman dan Turki akhirnya mengajukan pemungutan suara dalam sidang Majelis Umum PBB yang diadakan pada tanggal 21 Desember 2017 untuk menanggapi keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel tersebut

Menanggapi hal tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menentang Yerusalem sebagai ibukota Israel

Mereka mengambil jutaan dolar dan bahkan miliaran dolar dan mereka memberi suara yang menentang kita. Biarkan mereka bersuara menentang kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak perduli. Ini tidak seperti dulu dimana mereka bisa memilih melawan kami [AS] dan kemudian kami membayar mereka ratusan juta dolar. Kami tidak akan dimanfaatkan lagi. Saya suka pesan yang dikirimkan Nikki kemarin di PBB kepada negara-negara itu, yang menerima uang kita dan kemudian mereka besuara menentang kita di Dewan Keamanan, atau mereka yang berpotensi menentang kita di majelis (Majelis Umum PBB),” tegas Donald Trump, sebagaimana dilansir theguardian.com (20/12/2017)

Inilah Pernyataan Kontroversial Penulis asal Kuwait Terkait Palestina dan Israel

Sumber: https://being libertarian.com

Meski sebagian besar dunia internasional mengecam keputusan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut, namun kenyataannya, ada juga sebagian orang yang mendukung keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut, bahkan dukungan tersebut datang dari orang-orang yang tinggal di wilayah Arab




Salah seorang yang mendukung keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut ialah Abdullah Al-Hadlaq yang merupakan seorang penulis asal Kuwait, dimana dalam salah satu wawancara yang disiarkan oleh Alrai TV asal Kuwait dan diterjemahkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI), sang penulis asal Kuwait tersebut menyatakan bahwa orang-orang Yahudi kembali ke tanah perjanjian yang diberikan Tuhan bagi mereka

Tidak ada pendudukan. Ada orang-orang yang kembali ke tanah perjanjian,” ungkap Abdullah Al-Hadlaq yang mengacu kepada keyakinan kaum Yahudi bahwa negara Israel adalah tanah yang dijanjikan Tuhan,” tegas Abdullah Al-Hadlaq, sebagaimana dilansir The Times of Israel

ernyataan Kontroversial Penulis asal Kuwait Terkait Palestina dan Israel

Sumber: https://www.timesofisrael.com

Selain itu, Abdullah Al-Hadlaq juga menyerukan penolakan terhadap isyu yang menonjol, terutama di wilayah Arab, bahwa Israel “dijarah” dari orang-orang Arab dan juga menggambarkan isyu tersebut sebagai mentalitas yang ketinggalan jaman

Ketika negara Israel berdiri pada tahun 1948, tidak ada yang namanya negara ‘Palestina’. Suka tidak suka, Israel adalah negara berdaulat yang merdeka. Sebagian besar negara yang cinta akan perdamaian dan demokrasi mengakuui hal tersebut, namun kelompok negara yang tidak mengakui Israel ialah negara tirani dan penindas,” jelas Abdullah Al-Hadlaq seraya mendesak negara-negara Arab agar mengakui negara Israel sebagai negara berdaulat, independen dan sah

Abdullah Al-Hadlaq juga mengutip ayat-ayat Al Qur’ran sebagai bukti bahwa orang Israel memiliki hak atas Tanah Suci dan menurut beliau, dalam kitab suci Tuhan menjanjikan tanah atau negeri kepada umat Yahudi, sehingga orang-orang Israel merupakan warga yang memiliki hak atas tanah mereka dan bukan menjarah tanah atau negeri tersebut dari orang-orang Arab

Sejarah bangsa Israel sudah berlangsung sangat lama, mendahului Islam. Oleh karena itu, umat Islam harus mengakui bahwa bangsa Israel memiliki hak atas tanah tersebut, dan bahwa mereka bukan menjarahnya,” tegas Abdullah Al-Hadlaq

Sang penulis asal Kuwait tersebut juga memuji pusat-pusat ilmiah dan universitas-universitas di negara Israel, yang bahkan tidak dimiliki oleh negara-negara Arab tertua dan paling berkuasa sekalipun

Abdullah Al-Hadlaq bahkan juga merayakan kesetiaan Israel kepada tentaranya, terutama dalam Hal pembebasan tentara Gilad Shalit dari penawanan oleh Hamas pada tahun 2011 dan juga berharap orang Arab dapat menjadi seperti orang-orang Israel yang terus berjuang hingga penghabisan untuk membela satu tentara Israel

Demi Allah, jika dia adalah seorang tentara di negara Arab manapun, apakah bangsanya, negara atau daerahnya akan melakukan sama seperti yang dilakukan Israel ? Negara-negara Arab telah memiliki ribuan korban jiwa, dan tidak ada yang peduli dengan mereka,” ungkap Abdullah Al-Hadlaq

Sang penulis asal Kuwait tersebut menyerukan negara-negara Arab untuk bersekutu dengan Israel dalam rangka melawan musuh-musuh bersama, seperti Iran dan sekutu-sekutunya

Mengapa kita tidak hidup dalam koeksistensi damai dengan Israel dan bekerja sama dengannya ?” seru Abdullah Al-Hadlaq yang juga menyarankan sebuah aliansi tiga arah antara Israel, Amerika Serikat Dan negara-negara di kawasan Teluk untuk menghancurkan Hizbullah

Pernyataan Abdullah Al-Hadlaq dalam wawancara dengan Alrai TV asal Kuwait tersebut menimbulkan banyak kritik di kalangan Arab, terutama di sejumlah situs berbahasa Arab dan media sosial, di mana komentator dengan berbagai nama menyebut dia “bodoh”, seorang “pengkhianat” dan juga agen Zionis, bahkan komentar-komentar dalam salah satu postingan Facebook dengan video wawancara dengan Alrai TV asal Kuwait tersebut juga sarat dengan kata-kata umpatan

Inilah Pernyataan Kontroversial Penulis asal Kuwait Terkait Palestina dan Israel

Sumber: https://www.youtube.com

Untuk info selengkapnya, silahkan tonton video YouTube berdurasi 3 menit 31 detik di bawah ini



indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Bacaleg DPR RI dapil Jawa Tengah 3 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: