Mengapa Petani Jaman “Now” Harus Sejahtera ? Ini Jawabannya

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Indonesia identik dengan negara agraris, namun seperti kehilangan identitasnya. Sektor pertanian dalam satu dasawarsa terakhir kurang menjadi prioritas, dikawal secara intensif dan dipatok dengan target tinggi

Untungnya, tiga tahun terakhir Pemerintah Jokowi-JK intensif membangun infrastruktur pertanian. Secara masif dan intensif lewat pembangunan waduk – waduk, sarana irigasi serentak dibangun di kantong pangan dan daerah – daerah lahan kering

Harapan pemerintah, infrastruktur pertanian tersebut dapat menguatkan ketahanan pangan nasional. Sehingga negeri kita mampu berdikari dalam pengadaan pangan untuk kebutuhan dalam negeri

Benarkah upaya tersebut akan berhasil ? Mengingat “skill” petani, penerapan teknologi pertanian terkini dan pemasaran hasil pertanian yang mampu diserap pasar belum merata

Persoalan ini terletak pada faktor SDM sektor pertanian yang masih lemah, terutama petani. Presiden Joko Widodo sendiri secara khusus pernah menyoroti soal ini pada Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa waktu lalu, bahwa minat lulusan IPB cenderung bekerja diluar sektor pertanian daripada menjadi petani

Menurut Dini Shanti Purwono (43 thn), seorang Advokat Senior di Bursa Efek Jakarta (BEJ), keengganan seseorang menjadi petani karena profesi ini identik dengan kemiskinan

Ironis sekali padahal di negara maju seperti Amerika, Australia para petaninya sejahtera,” ujar Dini Shanti Purwono saat berbincang di sebuah Mall di dekat kantornya di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta

Dini Shanti Purwono adalah politisi muda yang memulai karier kerjanya sebagai Pengacara Bisnis di Pasar Modal. Saya agak terkejut ketika Dini Shanti Purwono, Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melontarkan komitmen perjuangannya di ranah publik dengan membawa isu di sektor pertanian

Negara kita ini apa sih, tidak usah dipungkiri negara kita adalah negara agraria, tanah luas, subur, jumlah manusia manusia banyak,” ujar Dini Shanti Purwono




Menurut Dini Shanti Purwono yang pernah bekerja di salah satu BUMN itu, profesi terdekat yang sangat dibutuhkan negara ini adalah petani. Kesejahteraan petani adalah isu yang akan diangkat Dini sebagai komitmen perjuangannya sekaligus substansi kampanyenya pada Pileg 2019 nanti

Profesi Petani saat ini sangat kita butuhkan, bukan insinyur, lawyer, meski profesi itu juga dibutuhkan,” jelasnya

Begini, setelah saya pikir – pikir permasalahan negara ini yang ujungnya SARA, “leading”nya ke korupsi dan intoleransi adalah ekonomi rakyatnya tidak dibangun,” tambahnya

Mengingat perjalanan karirnya di bidang hukum cukup panjang, 20 tahun lebih dan menyandang gelar S2 hukum dari universitas terkemuka di dunia, Harvard Law School, saya agak terkejut mendengar penuturannya

Rasa terkejut bercampur heran itu seketika sirna ketika Dini Shanti Purwono menguraikan ide-ide segarnya untuk sektor pertanian. Diantaranya soal ide modernisasi pertanian yang berkorelasi dengan kesejahteraan petani

Bertani jaman “now” seperti petani di Cina, Australia, yang kaya adalah petani,” jelasnya

Saya baru ingat, ternyata ide – ide Dini tersebut sejalan dengan salah satu dari 10 prioritas pembangunan nasional, yakni Ketahanan Pangan

Untuk lebih mendekatkan dengan permasalahan di akar rumput, Dini Shanti Purwono telah melakukan “blusukan” di daerah – daerah. Tujuannya untuk mengetahui substansi persoalan para petani, terutama di calon daerah pemilihannya, yaitu wilayah Kab. Kendal, Kab. Semarang, Kota Semarang dan Kab. Salatiga

Semakin banyak politisi Indonesia berkomitmen memperjuangkan nasib petani seperti Dini Shanti Purwono, niscaya Indonesia sejahtera

Di luar negeri, petani itu sebuah profesi terhormat, mereka sejahtera hidupnya,” jelas politisi wanita yang sering menjadi narasumber tentang “hate speech” di media televisi ini

Dini Shanti Purwono menambahkan bahwa rakyat kita, terutama para petani perlu diberdayakan lagi (empower) agar saat membahas petani, peternak pikiran kita tidak mengidentikannya dengan kemiskinan

Petani jaman “now” memang harus lebih sejahtera agar kemandirian pangan nasional tercapai

NB: Artikel ini juga saya tulis dan terbitkan di Kumparan dengan judul “Petani Jaman “Now” Harus Sejahtera

Mengapa Petani Jaman "Now" Harus Sejahtera ? Ini Jawabannya

Sumber: https://psi.id


Sigit Budi C

Kontributor di Kompasiana, Kumparan dan Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: