Menteri Perdagangan Sebut Impor Beras 500.000 ton atas Arahan Orang Ini

PDF24 Tools    Send article as PDF   

Sebagaimana diketahui bersama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku bahwa impor beras 500 ribu ton merupakan arahan dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) guna menambah pasokan beras dalam negeri, karena stok beras di Bulog berada di bawah angka 1 juta ton

Berdasarkan arahan Bapak Wakil Presiden dalam Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas) pada tanggal 9 Januari 2018, impor beras dapat dilakukan jika Cadangan Beras Pemerintah atau stok beras Bulog di bawah 1 Juta ton,” ungkap Enggartiasto Lukita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta pada hari Kamis tanggal 18 Januari 2018

Hingga tanggal 17 Januari 2018 stok beras PS0 (Public Service Obligation) Perum Bulog sebesar 854.947 ton, termasuk CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebanyak 134.646 ton, sementara rata-rata penyaluran OP (Operasi Pasar) dari tanggai 31 Desember 2017 hingga 17 Januari 2018 sebesar 8.902 ton/hari. Rencana penyaluran dari tanggal 13 Januari sampai 31 Maret 2018 sebesar 462.918 ton, sehingga perkiraan sisa stok pada tanggal 31 Maret 2018 sebesar 142.029 ton




Lebih lanjut, Enggartiasto Lukita juga menjelaskan bagwa berdasarkan pantauan harga yang dilakukan oleh Disperindag Kabupaten/Kota, harga beras medium sejak awal Desember 2017 terus menunjukkan kenaikan

Dikarenakan berkurangnya pasokan beras medium di pasar rakyat. Rata-rata harga beras medium nasional berada di tingkat Rp. 10.969 per kilogram,” jelas Enggartiasto Lukita

Harga yang ada saat ini melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp 9.450 per kg untuk Provinsi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB dan Sulawesi, Rp 9.950 per kg untuk provinsi Sumatera lainnya, Kalimantan dan NTT serta Rp 10.250 per kg untuk Propinsi Maluku dan Papua

Dari 7 Region, hanya region Maluku dan Papua yang harganya berada di bawah HET. Sedangkan 6 region lain masih di atas HET dengan kisaran gap 5,5 persen 16,7 persen terbesar di region Jawa-Lampung-Sumsel,” lanjut Enggartiasto Lukita

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas harga beras yang dapat merugikan masyarakat, sehingga Kementerian Perdagangan telah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi hal tersebut, di antaranya dengan melakukan Operasi Pasar dan Pemantauan Stok Beras di berbagai wilayah untuk menghindari adanya penimbunan beras yang dilakukan oleh spekulan, namun upaya tersebut belum dapat menekan kenaikan harga beras

Dikarenakan berkurangnya pasokan beras medium di pasar rakyat. Rata-rata harga beras medium nasional berada di tingkat Rp. 10.969 per kilogram. Dengan kondisi demikian, di mana stok CBP pada Bulog di bawah 1 juta ton dan adanya kenaikan harga yang melonjak berkisar antara 10 persen sampai 19 persen di berbagai daerah, maka Kementerian Perdagangan mengambil kebijakan untuk melakukan impor beras keperluan lain,” tegas Enggartiasto Lukita

Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa impor beras tersebut terbukti mampu menekan tren kenaikan harga beras di pasar meskipun belum terlalu signifikan dampaknya

Sesudah kami umumkan mengenai rencana impor beras itu, maka tren kenaikan itu tidak naik, Kemudian terjadi penurunan (harga beras) beberapa ratus rupiah sampai Rp 700,” beber Enggartiasto Lukita

Meski telah terjadi penurunan harga, namun fluktuasi harga beras masih terjadi, sehingga pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, akan terus menjaga stabilitas harga beras, terutama dengan memastikan suplai beras yang cukup ke pasar

Menteri Perdagangan Sebut Impor Beras 500.000 ton atas Arahan Orang Ini

Sumber: https://www.merdeka.com


indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana

One thought on “Menteri Perdagangan Sebut Impor Beras 500.000 ton atas Arahan Orang Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: