Salah Seorang Anak Bangsa Ini Tulis Surat Terbuka Buat Sultan Jogjakarta, Isinya Menohok Sangat

PDF24    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini terjadi dua kejadian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menodai kerukunan antar umat beragama

Peristiwa pertama terjadi pada hari Senin tanggal 29 Januari 2018, dimana ormas Front Jihad Islam (FJI) membubarkan paksa acara bakti sosial yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik Santo (St) Paulus Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Alasan pembubaran bakti sosial tersebut ialah Front Jihad Islam (FJI) menuding acara bakti sosial untuk memperingati catur windu (32 tahun) yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik Santo (St) Paulus Pringgolayan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diadakan sebagai upaya melakukan Kristenisasi, sehingga Ketua Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta Abdurrahman menggerakkan ratusan laskarnya yang ada di Bantul, Sleman dan Yogyakarta




Menanggapi pembubaran acara bakti sosial yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik Santo (St) Paulus Pringgolayan tersebut, Sri Sultan Hamengkubowono X menyatakan bahwa acara baksos tersebut pengemasannya kurang tepat

Mbok baksos itu enggak usah mengatasnamakan gereja, kan persepsinya jadi lain,” ungkap Sri Sultan Hamengkubowono X, sebagaimana dilansir nasional.tempo.co (02/02/2018)

Peristiwa kedua terjadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) , dimana pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2018 seorang pria berpedang yang diketahui bernama Suliyono menyerang jemaat yang sedang mengikuti misa di Gereja St Lidwina dan mengakibatkan enam orang terluka, termasuk Romo Prier SJ yang sedang memimpin misa dan juga seorang polisi

Menanggapi dua kejadian memalukan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut dan juga adanya ketigaktegasan sikap (kalau tidak mau dikatakan pembiaran) Sri Sultan Hamengkubowono X, salah seorang anak bangsa, yaitu Tirta Yasa, menulis surat terbuka, di akun Facebook pribadi beliau, buat Sri Sultan Hamengkubowono X yang juga menjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang intinya meminta Sri Sultan Hamengkubowono X untuk bersikap tegas terhadap segala tindakan intoleransi yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan tidak cari aman

Di bawah ini merupakan isi surat terbuka Sri Sultan Hamengkubowono X

Surat terbuka

Kepada
Sinuwun
Raja Djogyakarta
Sultan Hamengkubuwono

Sedang apa pagi ini Sultan ??
Sedang menikmati indah nya keraton kah ?
Atau masih berselimut ??
Atau lagi jalan kaki di dalam keraton anda yg mewah ?

Sudah kah anda tahu yang terjadi diluar keraton anda ??
Atau anda mendengar tapi pura pura tuli ?
Maafkan bila surat saya ini terlihat tidak hormat, mohon maaf.
Saya memang bukan warga Jogya , sebuah kota indah penuh sejarah.
Sebuah kota dimana sikap toleransi sangat terjaga dari jaman dulu.
Sebuah kota pluralisme yg sangat kental dengan adat budaya jawa.
Adat yang saling mengharga satu sama lainnya. Adat istiadat yang kental dengan gotong royong dan kebersamaan.
Dikota anda lah, lahir salah satu Organisasi Islam terbesar di Indonesia , Muhammdiyah pada 18 November 1912.
Dikota Jogya lah lahir gereja kristen (wates) yang didirikan sejak tahun 1927 dan diresmikan pada 7 november 1930, gereja patalan pada 22 november 1929, gereja wonosari pada 9 september 1932.
Di Jogya pulalah lahir perintis/ awal gereja katholik di jawa tengah.
Keharmonisan beragama yang sudah dilakukan dan ditunjukan oleh umat beragama di Jogyakarta sejak dulu.
Keharmonisan yang sudah dipupuk oleh kakek, orang tua anda sejak dulu kini telah tercoreng saat anda duduk sebagai pemimpin Jogyakarta.

Saya hanyalah anak bangsa yang perduli dengan toleransi dan keberagaman beragama di Indonesia.

Sikap anda yang membiarkan kejadian pembubaran kegiatan baksos umat katolik di bulan lalu, akhirnya terulang kembali dan lebih parah sekarang.
Statment dan sikap anda pada waktu itu, saya pikir tah membuat orang orang gila berkedok agama seperti memdapat angin surga dari anda.
Terjadi pembiaran yang dilakukan oleh anda !!
Sikap abu abu anda akhirnya membuahkan hasil, dengan dirawatnya Romo Prier SJ pagi ini. Apa yg anda rasakan sekarang ?
Coba anda bisa bersikap tegas pada bulan bulan lalu, saya rasa kejadian pagi ini, tidak akan terjadi.
Atau anda memang sedang membiarkan konflik terjadi ?
Anda ingin ISIS atau faham intoleransi berkembang di Jogya ?
Anda ingin apa ??
Sebagai pemangku kekuasaan tertinggi di jogya seharusnya anda juga bisa meminta pihak kepolisian Jogyakarta untuk bertindak tegas , jangan bermain aman

Sikap tegas para pemimpin seperti anda harusnya bisa dilakukan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Jangan lagi anda bersikap aman semau diri sendiri, atau bersikap aman (ketakutan) demi sebuah golongan dan kelompok.

Sudah saat nya anda keluar keraton melihat rakyat anda.
Sudah saatnya anda merasakan kondisi keberagaman rakyat anda yang mulai terpecah.
Jadilah anda Raja yang mengayomi seluruh rakyat tanpa memandang strata, golongan, dan agama.
Jagalah Jogya yang ber bhineka tunggal ika.

Bangunlah Sinuwun !!
Atau saya yang membangunkan anda dengan percikan AIR

Jakarta, Februari 2018

Tirtayasa

Yuk kita bersama-sama share artikel ini hingga dibaca langsung oleh Sri Sultan Hamengkubowono X yang juga menjabat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)



indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana

13 thoughts on “Salah Seorang Anak Bangsa Ini Tulis Surat Terbuka Buat Sultan Jogjakarta, Isinya Menohok Sangat

  • 11 February 2018 at 22:29
    Permalink

    Untuk Sri Sultan Hamengkubuwono yg terhormat…jadilah pemimpin daerah yg mengayomi seluruh warganya…bertindaklah yg bijak…seandainya tindakan dan ucapan anda bijak pada saat ada baksos yg lalu di Jogyakarta…tentunya kejadian hari ini di greja St Lidwina tidak akan terjadi…bukankah anda seorang pemimpin untuk semua golongan dan agama ??? Ingat Gusti mboten sare…hanya Tuhan yg tau apa yg ada di hati dan pikiran anda…Gusti Allah yg akan mengadili semua manusia di akherat

    Reply
    • 12 February 2018 at 18:33
      Permalink

      Baik, ini curahan hati masyarakat yg memohon , mengingatkan agar jadi pemimpin yg toleran dan keindonesiaan yg tinggi…seharusnya sang Raja membaca dan berterima kasih masih ada rakyat yg sayang negara ini,,

      Reply
  • 12 February 2018 at 09:46
    Permalink

    maka tepat Sultan tdk masuk kandidat Presiden atau Wapres di Pemilu yang lalu karena para skenario meyakini Sultan tdk layak jadi pemimpin di NKRI

    Reply
  • 12 February 2018 at 22:52
    Permalink

    JOGJA masihkah kau Istimewa?

    Reply
  • 13 February 2018 at 00:14
    Permalink

    Kenapa pembangunan jalan tol d Jokja dapat bapa tolak demi azas manfaat bagi rakyat kecil….bagaimana dengan dua peristiwa intoleransi thdp umat kristen yang lambat disikapi dgn tegas oleh sultan. Apakah karena TEMBOK Kesultanan Jokja Terlalu TINGGI atau karena kami kaum minoritas di DIY. Salam damai dari kaum minoritas…

    Reply
  • 13 February 2018 at 14:43
    Permalink

    Kanjeng Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono X,

    Tentu ingat bukan bahwa di dalam Babat Tanah Jawi dikisahkan bahwa nenek moyang ingkang Sinuwun dari sisi ghoib adalah Dewi Nawang Wulan yang berasal dari Kahyangan Kaendran milik Batara Indra. Se benarnya, pengisahan tersebut mengandung perumpamaan yang bernilai harapan dan nasihat oleh para pujangga waskita di masa lalu.

    Kahyangan Batara Indra merupakan kahyangan paling indah dan paling baik dari kahyangan yang ada, hal ini melambangkan bahwa seharusnya seorang raja Jawa mampu menata dan membangun wilayah kawengkonnya menjadi indah dan harmonis seperti kahyangan Kaendran.

    Lalu nama nenek moyang Kanjeng Sinuwun adalah Nawang Wulan yang berarti wawasannya/Nawang – nya luas dan dalam sehingga mampu memberikan pencerahan bagi rakyatnya seperti rembulan/Wulan yang menerangi malam sejagat.

    Semoga Kanjeng Sinuwun memahami maknanya menep tyas ing manah kaliyan panggrahita Sinuwun Dalem

    Reply
  • 13 February 2018 at 16:22
    Permalink

    Sebenarnya Usia sri sultan sudah tidak Layak menjadi Gubernur ,Mungkin perlu diadakan pemilihan seorang Gubernur yang Bijaksana dan dapat membangun kota DIY dan masyarakatnya lebih baik dan membangun ifrastruktur yang banyak rusak dll.

    Reply
    • 13 February 2018 at 16:34
      Permalink

      Mustinya sih emang ganti gubernur, tapi masalahnya, Yogyakarta itu khan sistem pemerintahannya masih memakai sistem kesultanan & Sultan dianggap pemimpin tertinggi nya Yogyakarta

      Reply
  • 14 February 2018 at 08:29
    Permalink

    Jauh Hamenkubuono IX lbh bagus n sikapnya teges, klo yg X payah…

    Reply
  • 26 February 2018 at 21:10
    Permalink

    NKRI adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Islam. Suatu bangsa yang hanya bisanya menghujat bukannya BERTERIMAKASIH & munafik. Kalo kaum mayoritas hanya terus intimidasi, sudahlah NKRI kembali ke zaman primitif saja. Tidak ada listrik, teknologi, dll. Bagaimana … kira-kira berani gk. Apa sih yang sudah disumbangkan bangsa ini untuk kemajuan dari zaman primitif hingga sekarang, semua belajar atw dapat ilmu dari luar.

    Reply
  • 23 March 2018 at 08:01
    Permalink

    Di indonesia dah nggak kurang orang pinternya,biar jogja di urus orang jogja masalah seperti itu banyak di negri ini mainya kurang jauh mungkin,di kota besar lainya lebih parah kayanya toh ada aparat hukum yang sudah mengurusnya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: