DAHSYAAAAAAAT !!! Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

PDF24    Send article as PDF   

Setelah beredar pesan di sejumlah WhatsApp Group terkait rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jakarta, akhirnya pada tanggal 19 Februari 2018 pukul 10:00 WIB warga Jakarta kembali mengadakan aksi unjuk rasa yang dikoordinir oleh Komunitas Bangsa Bersatu (KBB) dengan tema “Keadilan Sosial Bagi Masyarakat Jakarta

Dalam aksi unjuk rasa yang diikuti oleh warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang dan relawan serta simpatisan tersebut, Ketua Umum Komunitas Bangsa Bersatu (KBB) Silvia Devi Soembarto,S.H menegaskan bahwa hak interpelasi sudah layak digunakan oleh anggota dewan, karena Anies-Sandi disinyalir telah melanggar beberapa peraturan dalam pengambilan kebijakan mereka, termasuk penutupan ruas Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat

Dua kali demo di depan Balai Kota dicuekin, hari ini kami minta DPRD DKI memakai hak interpelasinya untuk menegur Anies-Sandi. DPRD harus segera menandatangani hak Interpelasi dan segera diproses. Pemprov DKI Jakarta harus membuka Jalan Jatibaru kembali sesuai fungsinya,” tegas Silvia Devi Soembarto,S.H di depan Gedung DPRD Jakarta, sebagaimana dilansir nusantara.rmol.co (19/02/2018)

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Sumber: https://kumparan.com

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Sumber: http://suararakjat.co.id

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Sumber: http://www.fajarmetro.com

Sementara itu, salah seorang perwakilan warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang, yaitu Andri, mengaku bahwa hingga kini kawasan Tanah Abang kembali semrawut setelah kebijakan penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang tersebut diterapkan Pemprov DKI Jakarta

Kemacetan yang terjadi saat ini di jalur Jati Baru – Tanah Abang saat ini adalah bagian dari sebuah pembiaran dari pihak yang bertanggung jawab. Kami minta kembalikan fungsi jalan, karena kawasan Tanah Abang pernah tertib di era Jokowi,” tegas Andri, sebagaimana dilansir suararakjat.co.id (19/02/2018)

Founder Indonesia Satu dan IDNEWS Rudy Haryanto, dalam orasinya, menyatakan bahwa Anies-Sandi tidak berpihak kepada rakyat kecil, namun hanya kepada orang-orang yang mendukung Anies-Sandi saja

Pada kenyataannya Anies-Sandi berpihak kepada sekelompok saja. Mereka tidak berpihak kepada rakyat kecil. Mereka tidak berpihak kepada wong cilik. Mereka hanya berpihak kepada sekelompok saja. Anies-Sandi hanya berpihak kepada orang-orang yang telah mendukung mereka saja, bayar hutang politik, dan itu tidak dibenarkan,” tegas Rudy Haryanto dalam orasinya tersebut

Lebih lanjut, Rudy Haryanto juga menyerukan agar DPRD Jakarta menggulirkan hak interpelasi terhadap Anies-Sandi

Jadi kita berkumpul di sini untuk mendukung DPRD Jakarta menggulirkan hak interpelasi,” seru Rudy Haryanto

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Silvia Devi Soembarto, S.H



Setelah melakukan orasi, para perwakilan warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang dan Komunitas Bangsa Bersatu (KBB) masuk ke Gedung DPRD Jakarta dan diterima oleh anggota Komisi D Fraksi Partai NasDem DPRD Jakarta Bestari Barus pada pukul 12.40 WIB, sebelum akhirnya Ketua DPRD Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jakarta Gembong Warsono serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jakarta Gembong Warsono Merry Hotma, S.H menemui para perwakilan warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang dan Komunitas Bangsa Bersatu (KBB) tersebut di ruang Fraksi Partai NasDem DPRD Jakarta

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang mengemukakan aspirasi mereka, yaitu agar Jalan Jatibaru (depan Stasiun Tanah Abang) dibuka kembali dan juga menanyakan mengenai hak interpelasi DPRD Jakarta terhadap Anies-Sandi

Warga Jatibaru RW 01 memohon agar Jalan Jatibaru Raya difungsikan kembali sebagaimana mestinya,” ungkap salah seorang warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang bernama Andri di ruang Fraksi Partai NasDem DPRD Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir news.detik.com (19/02/2018)

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang lainnya, yang bernama Johan, mempertanyakan hak interpelasi yang diajukan DPRD Jakarta terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, dimana Johan menanyakan apakah hak interpelasi dilakukan secara tertutup atau terbuka

Kalau hak interpelasi kita bisa mendengar atau tertutup ?” tanya Johan, sebagaimana dilansir medanbisnisdaily.com (19/02/2018)

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Bestari Barus kemudian menjelaskan bahwa hak interpelasi dapat dilakukan secara terbuka serta meminta warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang untuk bersabar terkait polemik penataan Tanah Abang, khusunya Jalan Jatibaru (depan Stasiun Tanah Abang), karena pengajuan hak interpelasi tersebut membutuhkan waktu

Agenda di sini pasti terlihat. Satu hal kami harap sabar, proses politik untuk melakukan, mengajukan interpelasi ini butuh waktu dan tentu terus prosesnya berjalan. Insyaallah, tanpa interpelasi pun bisa selesaikan. Mungkin gubernur membuka ruang untuk komunikasi,” papar Bestari Barus, sebagaimana dilansir news.detik.com (19/02/2018)

Selain Bestari Barus, Ketua DPRD Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pun memberikan penjelasan di hadapan para perwakilan warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang dan Komunitas Bangsa Bersatu (KBB) terkait pengajuan hak interpelasi, dimana politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan bahwa ada aturan yang harus dilewati sebelum mengajukan hak interpelasi

Semua kita harus pakai aturan nah tata tertib ini yang kita pakai, tidak boleh melakukan perubahan peraturan yang sudah diterapkan,” ungkap Prasetyo Edi Marsudi, sebagaimana dilansir medanbisnisdaily.com (19/02/2018)

Meski demikian, DPRD Jakarta tetap berupaya agar hak interpelasi terhadap Anies-Sandi tersebut tetap terealisasi, karena permasalahan Tanah Abang harus segera diluruskan

Ada 9 fraksi yang coba kita gugah hatinya. Kalau dibilang cukup nggak cukup kita berusaha tapi kelihatannya cukup, mudah-mudahan bapak berdoa. Sekali lagi hubungan saya dengan Anies-Sandi nggak ada masalah, tapi soal pemerintahan ini harus dilempengin ajak ngobrol dong kita. Kenyataan yang ada sampai hari ini saya lihat Tanah Abang, saya masuk, sekarang sudah berantakan lagi Tanah Abang. Menyikapi ini semua mempertanyakan pada Anies-Sandi apa medianya yang namanya interpelasi, kalau memang ada suatu masalah PKL itu ada di lapangan di jalanan, ayo cari solusinya,” tambah Prasetyo Edi Marsudi, sebagaimana dilansir news.detik.com (19/02/2018)

Prasetyo Edi Marsudi kembali menegaskan bahwa pengajuan hak interpelasi harus mengikuti aturan yang ada dan beliau juga tidak ingin melanggar tata tertib yang telah dibuat, sehingga Prasetyo Edi Marsudi meminta warga RW 01 Jatibaru, Tanah Abang untuk bersabar terkait hak interpelasi.

Presiden dan anggota DPRD tidak boleh melakukan peraturan yang sudah ditetapkan. Ini ada salah satu syarat mungkin pak Anies atau pak Sandi mungkin nggak tau, makanya kita ingatkan sekarang, itu tugas saya,” tegas pria yang akrab disapa Bang Pras tersebut, sebagaimana dilansir medanbisnisdaily.com (19/02/2018)

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan surat permohonan yang diulis oleh empat orang warga atas nama Irwan, Ronald, Andri serta Johan dan ditandatangai oleh Prasetyo Edi Marsudi, dimana surat permohonan tersebut berisi permintaan agar Jalan Jatibaru (depan Stasiun Tanah Abang) difungsikan kembali sebagai jalan untuk umum

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Inilah Pertempuran Terakhir Warga Jakarta dan Sopir Mikrolet Tanah Abang dalam Mendukung Hak Interpelasi DPRD Jakarta

Foto by Rudy Haryanto

Sebagai info tambahan, aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi unjuk rasa ketiga yang dikoordinir oleh Komunitas Bangsa Bersatu (KBB), setelah aksi unjuk rasa pertama pada tanggal 22 Januari 2018 dan kedua pada tanggal 12 Februari 2018 di depan Balai Kota DKI Jakarta dan Gedung DPRD Jakarta. Silahkan tonton video berdurasi 1 menit 30 detik di bawah ini



indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Bacaleg DPR RI dapil Jawa Tengah 3 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: