SALAHNYA PSI

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan dilemparkannya nama-nama yang diajukan oleh PSI untuk Cawapres maupun calon Menteri. Sebelumnya, PSI bahkan dianggap blunder ketika mengakui bahwa bagian dari obrolan dengan Presiden di Istana Negara adalah obrolan politik, bahkan untuk Pemilu 2019. Ada apa dengan PSI ?

PSI sejak awal memang mengusung gaya berpolitik yang baru, meninggalkan yang usang. Sebut saja Patungan Rakyat yang membuka kepemilikan rakyat atas PSI dan menutup dominasi elit. Lalu melibatkan para juri independen yang diisi tokoh-tokoh sekaliber Prof. Mahfud MD dan Bibit Waluyo dalam perekrutan Caleg PSI dimana prosesnya disiarkan secara live. Lalu apa lagi ?

PSI diundang ke Istana oleh presiden dan sudah menjadi kebiasaan setelah pertemuan bahwa siapapun tokoh yang diundang mengaku pertemuan hanya “silaturahmi biasa“. Memang sulit untuk membuktikan, tapi adalah naif kalau partai pendukung presiden tidak membicarakan politik pemenangan di istana. Lalu apa yang salah dengan PSI ? Salahnya adalah PSI cuma tidak bisa bohong. Apalagi, dalam pertemuan tersebut, tidak ada UU yang dilanggar. PSI memilih politik kejujuran dan politik mendidik ketimbang politik populis

Bukan hanya itu, kami yang akan menjadi Caleg DPR RI dari PSI bahkan DIWAJIBKAN untuk mengunggah apapun pembicaraan rapat di DPR RI ke sosial media, apabila kami terpilih nanti. PSI bahkan sedang mengembangkan sebuah sistem sebagai media untuk masyarakat menyaksikan dan memberikan penilaian terhadap seluruh anggota legislatif dari PSI. Kalau raport kami merah, PSI akan me recall kami, memecat kami !




Kemarin PSI menelurkan nama-nama untuk didiskusikan oleh rakyat untuk menjadi calon Wapres maupun Menteri. Terlalu dini ? Kita masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan proses pemilihan pejabat tinggi negara yang tertutup. Apa salah PSI? Salahnya adalah PSI ingin menabrak budaya ini. PSI ingin nama-nama ini didiskusikan oleh rakyat sejak dini. Adalah keliru bahwa PSI mengajukan nama-nama ini ke Presiden. PSI mengajukan nama-nama ini ke rakyat. PSI ingin rakyat terlibat dalam apapun proses politik di negeri ini

Terlalu cepat ? Tentu tidak, proses pemilihan Wapres dan Menteri adalah proses berjenjang, melempar nama-nama adalah jenjang pertama, dengan metode reverse. Dari melempar nama, maka kita diajak untuk berpikir, mulai dari “apa yang akan menjadi prioritas pembangunan“, “kementrian apa yang dibutuhkan untuk prioritas pembangunan tersebut“, dan “siapa nama-nama yang pantas

Mari tinggalkan gaya berpolitik yang usang, apapun partai kamu, partai pilihan kamu. Mari bergerak menuju politik keterbukaan. Salam solidaritas



Dede Uki Prayudi

Dede Uki Prayudi adalah Peneliti Kebijakan Kependudukan dan Ketenagakerjaan dan juga salah seorang caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

One thought on “SALAHNYA PSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: