Inilah Sistem Baru Monetize YouTube

PDF24 Tools    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Selasa tanggal 03 April 2018 petang waktu setempat atau hari Rabu 04 April 2018 dini hari kantor pusat penyedia layanan video online terbesar dunia tersebut lumpuh selama sekitar empat jam akibat insiden penembakan yang dilakukan oleh seorang wanita bersenjata bernama Nasim Aghdam dan berusia 39 tahun. Nasim Aghdam mendekati halaman belakang kantor YouTube kemudian ke kantin sekitar pukul 12:45 waktu lokal (saat kebanyakan karyawan YouTube tengah makan siang di bagian belakang bangunan) sebelum akhirnya memasuki gedung dan kemudian menembakkan peluru secara membabi buta ke arah staf YouTube yang sedang berada di Kantor Pusat YouTube

Dikutip dari NBC (04/04/2018), Nasim Aghdam sudah ditemukan tewas bunuh diri ketika aparat menyerbu Kantor Pusat YouTube dan juga diketahui menembak seorang pria serta dua orang wanita yang (saat berita ini diterbitkan) sedang dirawat di rumah sakit. Nasim Aghdam, yang menembak dengan pistol, diketahui aktif sebagai salah seorang YouTuber yang seringkali protes terhadap kebijakan baru YouTube serta menuding YouTube yang seringkali menyensor video-video beliau

Inilah Sistem Baru Monetize YouTube

Sumber: https://www.merdeka.com

Dahulu YouTube memang merupakan surga bagi para kreator konten untuk menghasilkan uang, namun sejak tanggal 20 Februari 2018, YouTube menerapkan peraturan baru dalam sistem monetize YouTube, dimana untuk dapat meraup laba dari iklan, para YouTuber harus memiliki 1.000 subscriber dan jumlah penayangan 4.000 jam selama 12 bulan terakhir. Kebijakan tersebut berlaku bagi akun YouTube baru maupun lama, sehingga para YouTuber semakin sulit mendapatkan uang di platform berbagi video tersebut

Sistem monetize YouTube tersebut diperbaharui, karena banyak pengguna yang menyalahgunakan layanan YouTube untuk menyebarkan konten negatif, seperti video terorisme, pelecehan anak di bawah umur, hingga kasus YouTuber Logan Paul yang menampilkan mayat korban bunuh diri di hutan Aokigahara, Jepang

Karena kami terus melindungi platform kami dari penyalahgunaan, kami ingin mengingatkan Anda untuk mengikuti kebijakan program Kebijakan, Kebijakan Dasar dan Kebijakan YouTube, Persyaratan Layanan, dan Kebijakan Google AdSense, karena hal ini dapat menyebabkan penghapusan dari YouTube Partner Program,” tulis Chief Product Officer Neal Mohan dan Chief Business Officer Robert Kyncl dalam publikasi di blog resmi YouTube




Selain persyaratan yang diperbaharui, YouTube juga melakukan sejumlah tindakan, maelalui beberapa tahapan, jika para YouTuber kedapatan membuat konten yang dinilai tidak pantas untuk ditampilkan

Jika ada seseorang atau kreator yang melakukan sesuatu mengerikan atau perilaku buruk yang dapat mempengaruhi banyak orang dan sebagainya, kami akan melakukan dua tindakan, yang pertama penghapusan izin monetisasi premium kami dan kemudian menahan semua tayangan, dan kemudian jika lebih banyak pola perilaku yang buruk, kami akan menangguhkan monetisasi,” jelas CEO YouTube Susan Wojcicki, sebagaimana dilansir Recode

Inilah Sistem Baru Monetize YouTube
Sumber: https://twitter.com

Peraturan baru yang diterapkan YouTube tersebut membuat banyak YouTuber berang terhadap YouTube dan salah satunya ialah Nasim Najafi Aghdam (wanita asal Iran berusia 39 tahun dan penduduk San Diego, California, Amerika Serikat), dimana beliau merasa aturan baru tersebut tidak adil dan semakin mempersulit dirinya dalam menghasilkan uang lewat YouTube, bahkan YouTube juga dinyatakan telah memangkas angka view di channel milik Nasim Najafi Aghdam

YouTube menyaring Channel saya dan membuat konten saya sulit mendapatkan views. Tidak ada peluang pertumbuhan yang adil di YouTube atau situs berbagi video lainnya. Channel-mu akan berkembang hanya jika mereka menginginkannya,” tulis Nasim Najafi Aghdam dalam situsnya dilansir AP

Nasim Najafi Aghdam sendiri merupakan seorang kreator di YouTube yang suka membuat konten yang terdiri dari berbagai tema, mulai dari aksi dirinya bergoyang di sebuah lagu hingga video tutorial olahraga, seperti senam lantai. Ayah Nasim Najafi Aghdam, yaitu Ismail Aghdam, membenarkan hal tersebut dan mengatakan bahwa putrinya begitu marah terhadap platform streaming video tersebut, karena mengubah kebijakan monetisasi YouTube dan tidak lagi membayar video-video yang diunggah oleh Nasim Najafi Aghdam, sehingga berujung pada insiden penembakan yang dilakukan oleh Nasim Najafi Aghdam di Kantor Pusat YouTube, San Bruno, California, pada hari Selasa tanggal 04 April 2018 dan melukai setidaknya tiga karyawan. Setelah melakukan aksinya, Nasim Najafi Aghdam memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan menembakkan senjata api ke kepalanya

Inilah Sistem Baru Monetize YouTube

Sumber: https://kumparan.com

Perubahan kebijakan monetize YouTube tersebut tidak akan mencegah pengguna YouTube dalam mengupload konten negatif, namun justru mempersulit para pengguna YouTube yang mengandalkan hidupnya dari penghasilan yang diperoleh dari YouTube. Hal tersebut meungkin saja membuat para pengguna YouTube semakin frustasi dalam berkreasi, hingga akhirnya melakukan hal nekat seperti yang dilakukan Nasim Najafi Aghdam



indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: