PSI Ingin Bawa Kepentingan Perempuan di Parlemen dalam Pileg 2019

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Bendahara Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Suci Mayang Sari menginginkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membawa kepentingan-kepentingan perempuan dalam Pemilihan Legislatif 2019, dimana Suci Mayang Sari melihat selama ini keterwakilan perempuan di parlemen terbilang masih rendah dan menggagalkan masuknya kepentingan perempuan dalam perumusan kebijakan

Keterwakilan perempuan di parlemen belum pernah mencapai 30 persen. Jadi selama satu dekade ini belum pernah ada capaian 30 persen,” ungkap Suci Mayang Sari di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim no.194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2018)

Suci Mayang Sari menuturkan bahwa meskipun ada regulasi untuk menyediakan 30 persen keterwakilan perempuan, hal tersebut tetap tidak menimbulkan efek yang signifikan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan

Partai paling rendah (keterwakilan perempuan di parlemen) itu PKS, Hanura dan Nasdem, sementara. PDI-P memiliki persentase paling banyak 21 persen. Total perempuan di parlemen sekarang itu hanya ada 97 orang,” beber Suci Mayang Sari

Komposisi tersebut hanya 17,5 persen dari total keseluruhan anggota parlemen yang mencapai 560 anggota, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen belum tercapai




Meski demikian, Suci Mayang Sari optimistis dengan keterwakilan perempuan di partai mencapai angka 66 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu memperjuangkan kepentingan perempuan serta menciptakan kebijakan berbasis perspektif gender

PSI harus mengusahakan ada keterwakilan perempuan di politik baik dari segi kuantitas dan kualitas. Dan ada perspektif gender dalam perumusan kebijakan,” tutup Suci Mayang Sari

Sebagai info tambahan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) harus bekerja ekstra keras dalam merekrut lebih banyak lagi caleg perempuan untuk berkompetisi pada Pileg 2019, karena per tanggal 12 Desember 2017, peserta perempuan yang mengikuti rekrutmen terbuka bakal calon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya 69 orang atau sekitar enam persen dari total jumlah pendaftar sebanyak 1.155 orang

Minimnya minat perempuan dalam mengikuti seleksi terbuka bacaleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut juga menjadi perhatian salah seorang panelis independen, yaitu Marie Elka Pangestu

Kami masih perlu calon perempuan. Ini masih sangat kurang. Kita ingin minimal sepertiga. Kalau bisa 50 persen Alhamdulillah. Tapi sepertiganya sudah bagus,” ungkap mantan Menteri Pariwisata tersebut di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim no.194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Sabtu tanggal 16 Desember 2017

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni juga mengakui bahwa hal tersebut memang menjadi tantangan utama, sehingga Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu lebih aktif meningkatkan partisipasi perempuan

Partisipasi perempuan di politik masih sangat rendah. Kami akan menjemput bola, mengajak perempuan Indonesia untuk berpartisipasi dalam politik,” ungkap Raja Juli Antoni

Partisipasi yang dimaksud Raja Juli Antoni bukan hanya secara pasif atau memberikan suara pada saat pemilu, namun lebih dari itu, Raja Juli Antoni menuturkan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ingin agar lebih banyak perempuan ikut menjadi perumus kebijakan



oneindonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: