Inilah Alasan Salah Satu Parpol Baru Dukung Lion Air Boikot Impor Ratusan Airbus Prancis

PDF24    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Uni Eropa seringkali menggaungkan penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm oil based biofuel) pada tahun 2021, dimana Parlemen Eropa menilai bahwa penggunaan minyak sawit sebagai salah satu biofuel berpotensi memberantas hutan

Selain melarang peredaran minyak sawit mentah dan biodiesel, Uni Eropa juga melarang seluruh produk turunan yang menggunakan minyak sawit mentah dan hal tersebut dapat berdampak ke negara pengekspor crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, seperti Indonesia dan Malaysia

Menanggapi penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm oil based biofuel) pada tahun 2021 oleh Uni Eropa, Chief Executive Officer (CEO) Lion Air Group Edward Sirait mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung pemerintah dengan memboikot impor ratusanAirbus dari Prancis

Mungkin saja. Gini, kita mendorong ekspor negara ini. Sama seperti statement saya yang mengatakan, kita ingin devisa kita untuk perawatan pesawat ini jangan keluar. Apa bedanya ? Enggak ada bedanya kan. Kira-kira seperti itu,” ungkap Edward Sirait, sebagaimana dilansir inilah.com (12/04/2018)




Hal senada disampaikan oleh Rusdi Kirana (pendiri Lion Air Group) yang mengungkapkan bahwa rencana Lion Air Group untuk mengembangkan penggunaan bioavtur berbasis sawit sebagai bahan bakar bagi pesawat komersial akan menjadi pukulan telak bagi Uni Eropa, karena pesawat Airbus milik Lion Air Group yang diproduksi di Perancis tersebut akan menggunakan bahan bakar berbasis crude palm oil (CPO)

Bagi negara yang mengenakan pembatasan ekspor bahan bakar terbarukan berbasis sawit, mestinya melihat kalau pesawat udara yang mereka buat ternyata terbang memakai bahan bakar dari komoditas yang justru mereka boikot,” tegas Rusdi Kirana, sebagaimana dilansir jpnn.com (12/04/2018)

Rencana Lion Air Group memboikot impor ratusan pesawat Airbus asal Prancis tersebut didukung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Kita apresiasi dan mendukung kebijakan korporasi Lion Air Group yang memboikot impor ratusan Airbus,” ungkap Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo, sebagaimana dilansir elshinta.com, Kamis (12/04/2018)

Lebih lanjut, Rizal Calvary Marimbo menjelaskan bahwa alasan Uni Eropa memboikot crude palm oil (CPO) asal Indonesia karena tidak ramah lingkungan tersebut tidak dapat diterima dan mengada-ada

Ini kan masalah perang dagang, ada substitusi impor komoditas lain yang mau masuk, misalnya kedele atau jagung menggantikan CPO Indonesia dan Malaysia. Terus dia bikin-bikin alasanlah soal lingkungan,” jelas Rizal Calvary Marimbo, sebagaimana dilansir merdeka.com (12/04/2018)

Selain itu, alasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung rencana Lion Air Group memboikot impor ratusan pesawat Airbus asal Prancis tersebut ialah karena industri tersebut telah menjadi salah satu industri strategis nasional

Industri ini berkontribusi besar terhadap perekonomian bangsa dan perannya sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional. Dia tidak saja menjadi industri strategis tapi juga menjadi satu komoditas strategis. PSI akan allout,” tutup Rizal Calvary Marimbo, sebagaimana dilansir tribunnews.com (12/04/2018)

Sebagai info tambahan, Lion Air Group sendiri telah memesan sebanyak 234 unit pesawat Airbus sejak Maret 2013 yang merupakan pembelian terbesar dalam sejarah pesawat Airbus, dimana pemesanan tersebut telah menggerakkan roda perekonomian Prancis, sehingga Presiden Prancis saat itu, yaitu Francois Hollande, memberikan penghargaan Légion d’Honneur kepada Rusdi Kirana

Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat nilai ekspor minyak sawit Indonesia pada tahun 2017 mencapai US$ 22,97 miliar, (naik 26% dibandingkan tahun 2016 sebesar US$ 18,22 miliar), sehingga nilai sumbangan devisa minyak sawit ikut meningkat

Secara volume, ekspor minyak sawit Indonesia pada tahun 2017 juga tercatat tumbuh 23,6% menjadi 31,05 juta ton (dari 25,11 juta ton pada tahun 2016) di luar ekspor biodiesel dan oleochemical, dimana Hal tersebut terjadi seiring dengan perluasan pasar ekspor non tradisional

Kelapa sawit juga telah memberikan sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, terutama sektor perkebunan yang telah mengalahkan sektor minyak dan gas (migas) dalam sumbangsihnya terhadap PDB nasional, yaitu sebesar Rp 429 triliun. Sementara itu migas menyumbang Rp 365 triliun dan terus mengalami penurunan



indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Bacaleg DPR RI dapil Jawa Tengah 3 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: