Inilah Sejumlah Tren Generasi Milenial, Anda kah Salah Satunya ???

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, generasi milenial lahir di era pergantian milenium dan memiliki keunikan serta karakter khusus

Dilansir Poskotanews (19/04/2018), Yuswohadi melakukan kajian terkait tren dan nilai perilaku generasi milenial atau orang-orang yang lahir antara tahun 1980 sampai 2000, sebagaimana ditampilkan di bawah ini

1) Berakhirnya dunia branding

Teknologi digital telah memungkinkan generasi milenial untuk mendapat informasi yang presisi mengenai value sebuah product tools seperti: search, rating dan review (SRR). Ketika pasar bergeser dari asymmetric information ke symmetric information, brand menjadi kurang relevan

2) Dari barang ke pengalaman

Generasi milenial merupakan konsumen yang paling haus akan pengalaman dibanding generasi sebelumnya, dimana survei di seluruh dunia membuktikan bahwa generasi milenial lebih banyak menghabiskan uang mereka untuk mencari pengalaman dibanding barang

3) Kebiasaan rekreasi

Terjadi perubahan mendasar dalam perilaku konsumsi rekreasi, dimana sebelumnya rekreasi hanya kadang-kadang, namun saat ini rekreasi menjadi kebiasaan. Bila dulu nonton film dilakukan sebulan atau dua minggu sekali di bioskop, namun saat ini generasi milenial dapat nonton setiap hari. Hal tersebut terjadi karena dapat dilakukan dengan layanan seperti Netflix

4) Usia pernikahan kaum perempuan berubah

Rata-rata kaum perempuan milenial rela menunda berkeluarga, memiliki anak dan memiliki rumah untuk tetap mempertahankan gaya hidup milenial, seperti travelling, nongkrong dan berbagai gaya hidup hedon lainnya. Era ‘singlenomic‘ pun terjadi dan gaya hidup hedon tersebut membuat pengeluaran cukup tinggi

5) Serba sosial media

Dalam era milenial, sebagian konsumsi hiburan kaum milenial menggunakan media, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, YouTube hingga WhatsApp. Aneka meme viral, hoaks, gosip, tweetwar sampai vlog menjadi pilihan hiburan di tengah penatnya hidup sehari-hari

6) Gaya hidup berbagi</strong

Pergeseran gaya hidup juga terjadi pada generasi milenial dimana bila semula cenderung memiliki barang, namun saat ini generasi milenial memilih untuk berbagi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya generasi milenial yang memilih layanan Gojek atau Grab ketimbang memiliki motor atau mobil sendiri. Begitu juga dengan koleksi lagu dan film yang bergeser ke koleksi di Spotify atau Netflix. Gaya hidup berbagi tersebut sangat dimungkinkan oleh teknologi digital, namun alasan gaya hidup berbagi tersebut bukan karena gaktor efisien sumber daya, melainkan karena dianggap keren

7) Go minimalis

Generasi milenial awal saat ini berusia 30-an tahun. Mereka telah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri. Mereka yang semula kos atau kontrak di tengah kota harus mulai memiliki rumah di pinggiran ibukota. Keterbatasan dana dengan banyak kebutuhan membuat mereka memiliki rumah minimalis dengan perabotan yang dibutuhkan saja




8) Cara Berpolitik

Sosial media membuat generasi milenial aktif dalam menyampaikan aspirasi politik mereka, dimana peristiwa politik terkini menjadi bahan percakapan bahkan tweetwar. Aksi Teman Ahok dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) banyak digerakkan oleh generasi milenial, bahkan parpol lain pun ikut membidik generasi milenial sebagai konstituen mereka

9) Pencari keotentikan

Generasi milenial mencari produk dan layanan yang otentik. Contohnya: bila mengkonsumsi kopi, yang disukai ialah kedai kopi yang konsepnya orisinil dan anti mainstream. Selain itu, generasi milenial juga menyukai produk limited edition

10) Searching for meaning

Sebagai generasi yang mengalami krisis identitas, mereka mencari jati diri dengan ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari dunia yang lebih baik, termasuk dalam hal memilih produk atau brand yang memberi solusi untuk kemaslahatan, seperti Google, Body Shop dan Filosifi Kopi atau Bumi Langit

11) Berakhirnya jam kantoran

Generasi milenial lebih menyukai waktu kerja yang flesibel dan tidak terikat harus masuk jam 8 dan pulang jam 5 seperti yang selama ini terjadi. Beberapa perusahaan telah menjalankan pola waktu kerja yang fleksibel dan seiring berjalannya waktu, tren tersebut diperkirakan akan diikuti banyak perisahaan

12) Instan tapi ngetop

Sosial media, seperti Instagram dan YouTube, memfasilitasi generasi milenial untuk eksis dan narsis, dimana dengan membuat konten unik dan menarik, mereka secara instan dapat terkenal dan memiliki penggemar layaknya selebritis. Vlog (video blog) menjadi sarana untuk narsis tapi juga menjaring uang melalui endorse ataupun iklan

13) Matinya media mainstream

Media mainstream, baik konvensional seperti cetak atau TV bahkan online, tidak lagi menjadi sumber utama informasi generasi milenial, dimana mereka mendapat informasi terbaru melalui newsfeed di Facebook ataupun agregator news, seperti Line Today, Babe, UC News dan sebagainya

13) Fenomena Hipwee

Portal media seperti Hipwee, IDNTime, Brilio yang mewartakan konten listikal dengan gaya bahasa yang lebih ekspresif dan dramatik serta judul berlebihan amat disukai generasi milenial dan tren tersebut belakangan diikuti oleh media online mainstream

14) Generasi baper

Generasi milenial mudah baper dan sangat ekspresif, terutama di sosial media, dimana mereka mudah tersenntuh dengan cerita yang mengunggah dan viral. Selain itu, generasi milenial juga ekspresif dalam mencurahkan isi hati

15) Hyper reality complex

Maksudnya ialah kehidupan di dunia maya sudah menjadi kehidupan nyata bagi generasi milenial yang terjebak dalam menampilkan sosok yang sempurna di dunia maya melalui pencitraan diri





Babah Bor

Babah Bor adalah salah seorang pengamen yang juga mempelajari ilmu blogging dengan membaca buku-buku mengenai blogging di waktu senggang (saat beliau tidak ngamen) dan ilmu blogging yang dimiliki Babah Bor saat ini setara dengan ilmu blogging yang dimiliki Lay Cao Lay. Karena ilmu blogging Babah Bor setara dengan ilmu blogging nya Lay Cao Lay, saat ini Babah Bor didaulat untuk menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: