Bank Indonesia nilai ekonomi nasional tetap solid, Ini Penjelasannya

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Bank Indonesia (BI) menilai bahwa perekonomian nasional masih tetap solid dan ditopang kondisi domestik dan eksternal yang masih baik

Domestik baik, didukung investasi dalam bentuk bangunan dan non bangunan yang cukup baik,” ungkap Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Firman Mochtar, sebagaimana dilansir industry.co.id (22/4/2018)

Firman Mochtar mengemukakan bawa investasi bangunan tumbuh, karena ditopang oleh proyek infrastruktur nasional, sementara dari sisi non bangunan juga mengalami pertumbuhan yang salah satunya dapat dilihat dari konsumsi

Investasi konsumsi berdampak pada meningkatnya impor bahan baku dan barang modal. Dalam jangka panjang, barang impor bisa memberikan dampak positif dalam kapasitas produksi. Volume ekspor juga masih tren positif,” papar Firman Mochtar, sebagaimana dilansir antaranews.com (21/04/2018)

Meningkatnya kapasitas produksi dapat meningkatkan lapangan kerja, sehingga turut menopang perekonomian nasional, dimana hasil survei kegiatan dunia usaha memperlihatkan angka positif dan juga menunjukan optimisme perekonomian nasional yang solid. Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan bahwa kegiatan usaha pada triwulan I-2018 meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dan hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 8,23 persen pada triwulan I-2018 (meningkat dari 7,40 persen pada triwulan IV-2017)

Ini bisa mendukung keseimbangan pertumbuhan tanpa memberikan tekanan terhadap inflasi dan rupiah,” jelas Firman Mochtar, sebagaimana dilansir industry.co.id (22/4/2018)




Lebih lanjut, dari sisi aliran dana modal, pada bulan April 2018 mulai menunjukan perbaikan, sehingga nilai tukar rupiah stabil di level Rp 13.000-an per dolar Amerika Serikat

Aliran modal memang sempat ada penyesuaian seiring dengan ketidakpastian kondisi global. Namun pada April mulai membaik,” tutur Firman Mochtar, sebagaimana dilansir antaranews.com (21/04/2018)

Menurut Firman Mochtar, kemungkinan bertambahnya aliran dana modal masuk ke dalam negeri masih ada seiring dengan kondisi ekonomi nasional yang terus mengalami perbaikan

Ada perbaikan struktural di dalam negeri dan ini diakui. Kita lihat inflasi terjaga. nilai tukar stabil, cadangan devisa tumbuh di atas 100 miliar dolar AS, ditambah kebijakan fiskal yang sustainable,” kata Firman Mochtar, sebagaimana dilansir industry.co.id (22/4/2018)

Firman Mochtar meyakini kebijakan-kebijakan struktural yang akan lebih baik ke depannya dapat menarik dana asing ke dalam negeri, tidak hanya dana asing dalam bentuk pasar uang, namun juga dalam bentuk investasi langsung asing (foreign direct investment (FDI))

Dalam rangka menjaga momen pertumbuhan ekonomi Indonesia, Firman Mochtar menungkapkan bahwa Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate di level 4,25 persen pada bulan April 2018. Dalam kesempatan yang sama, Head of Economic and Market Research Bank UOB Enrico Tanuwidjaja mengungkapkan bahwa kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) sesuai dengan harapan pelaku pasar

Kami inline dengan kebijakan BI, karena inflasi masih dalam batas official target, hubungan antara rupiah dan suku bunga BI cukup konsisten,” ungkap Enrico Tanuwidjaja, sebagaimana dilansir antaranews.com (21/04/2018)

Menurut Enrico Tanuwidjaja, level BI 7-Day Reverse Repo Rate saat ini cukup mendukung perekonomian nasional untuk enam hingga delapan bulan ke depan, namun beliau juga mengingatkan bahwa terdapat ancaman inflasi ke depannya, sehingga BI 7-Day Reverse Repo Rate berpotensi naik pada akhir tahun 2018

Masih ada ancaman inflasi dari dalam dan luar negeri. Dari luar terkait kenaikan harga komoditas. Sementara dari dalam negeri didorong permintaan domestik yang kelihatannya mulai naik menjelang dan setelah Lebaran, juga ada Asian Games. Itu bisa memincu inflasi,” tutup Enrico Tanuwidjaja, sebagaimana dilansir industry.co.id (22/04/2018)





Lay Cao Lay

Lay Cao Lay seringkali membaca buku-buku mengenai blogging di Toko Buku Gramedia dan seiring waktu, pengetahuan blogging Lay Cao Lay semakin meningkat dan beliau juga berharap ke depannya akan ada banyak blogger yang mendulang penghasilan dari kegiatan blogging yang ditekuni mereka. Lay Cao Lay saat ini menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: