(CATAT BAIK-BAIK !!!) Jokowi Hanya Dapat Dikalahkan Dengan Yang Satu Ini

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Panggung politik nasional jelang pendaftaran Capres dan Cawapres 2018 ini makin panas, apalagi setelah Ketua PPP, Romahurmuziy (Romi)  melemparkan bola panas ke kubu oposisi. Substansi pernyataan Romi biasa saja, sebuah opini politik, berhubung pelontarnya  seorang Ketua Partai suasana jadi memanas. Terlebih Romi mengungkap soal tabloid “Obor Rakyat” yang pernah memicu perdebatan publik di Pilpres 2014 berujung pada kasus hukum

Dari tabloid ini ihwal tuduhan Jokowi adalah antek komunis merebak, dikuatkan dengan foto “editan” Jokowi muda di bawah panggung pidato tokoh PKI, DN Aidit. Belakangan terbukti, berita tersebut adalah “fake news” dari kubu Prabowo untuk membunuh karakter Jokowi. Saat ini diatas kertas dan dukungan politik, Jokowi sulit dikalahkan, seperti halnya kasus Ahok, cara paling jitu dan kejam dengan kampanye hitam (black campaign). Metode ini bagian dari Operasi Hitam (Black Ops) biasanya dilakukan dinas intelejen atau militer untuk kontra narasi dengan musuh, bukan untuk sesama warga negara. Kegiatan operasi ini tidak hanya kampanye hitam, tapi juga adu domba, skenario play victims, hoaks atau fake news, penculikan, pembunuhan

Oposisi pimpinan Partai Gerindra</strong terbiasa dengan “Black Ops” (Black Operation), mulai kasus Obor Rakyat, Saracen, adalah salah satu disain “operasi hitam” (Black Operation) dalam politik untuk menghancurkan citra lawan politik. Pihak Gerindra sudah pasti menyangkal, seperti penyangkalan Gerindra terhadap operasi Saracen, atau  politisasi Masjid dalam Pilkada DKI Jakarta lalu, pembakaran Sekolah Dasar. Ketua PPP, Romi pun menyatakan bahwa secara resmi, timses Prabowo-Hatta saat itu tidak merencanakan operasi “Obor Rakyat“, tapi ada pihak lain sebagai operatornya

Pada edisi perdana Tabloid Obor Rakyat, Romi yang saat itu wakil Sekjen ikut masuk dalam timses pemenangan Prabowo-Hatta, dan sempat sempat diminta ikut meng-edit naskahnya. Menurut pengakuan Romi di media massa, ia menolak permintaan itu. Ia berpikir bila Prabowo-Hatta kalah akan menjadi persoalan hukum dan bila pun menang juga menjadi kasus. Pikiran Romi benar, operator Obor Rakyat dituntut ke meja hijau dan dijatuhi hukuman penjara




Sebenarnya tak mengherankan, partai berlambang Garuda Merah ini diisi oleh mantan petinggi militer yang akrab dengan operasi-operasi intelejen semacam ini. Bahkan Prabowo sendiri dipecat gara-gara “Black Ops” terhadap sejumlah aktifis 1998 yang hingga kini belum tuntas. Operasi seperti ini sebenarnya untuk kontra-intelejen dengan negara lain atau terhadap kelompok-kelompok separatis dalam negeri,  ironisnya dipakai juga oleh petinggi-petinggi oposisi terhadap pemerintah yang sah

Barangkali Romi satu-satunya ketua partai politik yang berani “berjibaku” untuk membongkar modus dan trik dari kubu Prabowo. Entah apa motivasi dari Romi , tapi pernyataannya makin menegaskan perilaku oposisi yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan, seperti sinyalemen dari Romi di Twitter

Ibarat sebuah paduan suara, kelompok oposisi dengan dirijen Amien Rais didukung antek-anteknya dalam diseminasi isu-isu keagamaan. Mereka paham sekali, bahwa publik Indonesia sangat sensitif dengan isu-isu semacam itu, cenderung menelan mentah-mentah tanpa analisa lagi. Belakangan isu tersebut diikuti isu lainya, yakni soal Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang membanjiri Indonesia, hutang luar negeri, kenaikan harga kebutuhan pokok, listrik

Oposisi memadukan strategi “Black Ops” dan “Proxy War” bersamaan didukung oleh  kolaborator-nya, yakni media massa, media online, LSM, organisasi agama, pengusaha, pengkhianat di pemerintahan, petualang politik, operator lapangan dan pihak asing

Bila dicermati, reaksi dari Romi adalah balasan dari lontaran Amien Rais soal dikotomi partai politik,  Partai Setan dan Partai Allah. Pernyataan kontroversial Amien Rais bagian dari “hate spin” dengan mengadu domba dua kelompok partai yang berseberangan pandangan politik. Meski terkesan lucu, persoalan politik ditarik ke ranah transenden, artinya penyelenggara pemilu tidak berdomisili di bumi tapi di akhirat. Silakan daftar ke KPU-nya Amien Rais, alamatnya di mana, silakan bertanya ke  Amien Rais

Bagi publik bernalar waras, narasi-narasi dari oposisi di media massa, media online, media sosial sangat mudah ditebak dan ditengarai siapa produsen dan distributornya. Sayangnya kebanyakan publik atau calon pemilih yang bersikap seperti itu tidak banyak. Faktanya, berita-berita bohong (fake news), hoaks yang berisi ujaran kebencian etnis dan agama lebih dipercayai dan diyakini sebagai fakta

Fenomena post truth  membuat narasi-narasi dari kelompok oposisi lebih cepat merebak dari pada berita-berita kesuksesan dari Presiden Joko Widodo membangun Indonesia. Tak heran bila wacana-wacana perdebatan di media sosial tak jauh dari topik-topik keagamaan dan SARA yang mudah menyulut amarah massa

Diatas kertas Jokowi sulit dikalahkan, hanya dengan “Black Ops“, oposisi dapat mengalahkan seperti kasus Pilkada DKI Jakarta lalu

WaspadaiBlack Ops, dapat dirasakan tapi sulit dibuktikan !

Artikel ini juga saya tulis dan terbitkan di blog Sigitbud dengan judul “Jokowi Hanya Bisa Dikalahkan oleh “Black Ops” Oposisi





Sigit Bud

Sigit Budi Cahyono ialah salah seorang kontributor di Kompasiana, UCNews, Kumparan dan One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: