Inilah Sindiran Jokowi dan Masukan Pengusaha Terkait Produksi Migas

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, dalam acara Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) pada hari Rabu tanggal 05 Februari 2018 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyinggung PT Pertamina (Persero) terkait kinerja perusahaan pelat merah tersebut dalam kegiatan eksplorasi blok minyak dan gas bumi serta menilai bahwa PT Pertamina (Persero) telah cukup lama tidak melakukan eksplorasi dalam skala besar

Yang sering membuat saya geleng-geleng kepala di industri migas ini sebagai contoh misalnya Pertamina, informasi yang saya terima sejak 1970-an tidak pernah melakukan eksplorasi besar sampai saat ini,” ungkap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga mempertanyakan mengapa telah cukup lama, namun eksplorasi yang dilakukan tergolong kecil. Hal tersebut membuat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian ESDM untuk melakukan pemangkasan aturan yang dinilai menghambat dunia investasi. Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga membuka diri untuk menerima berbagai masukan dari perusahaan migas dan ingin masalah yang ada agar disampaikan kepada Pemerintah




Menanggapi hal tersebut, Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina Denie Tampubolon memposisikan sebagai arahan untuk perusahaan pelat merah tersebut serta menjanjikan ke depan PT Pertamina (Persero) akan lebih gencar dalam melakukan eksplorasi blok migas

Pertamina itu sebetulnya kalau di Indonesia, jumlah sumur eksplorasi yang kami bor itu lebih banyak dari operator-operator lain. Kami mungkin ngebor sekitar 70-80% dari sumur eksplorasi di Indonesia,” ungkap Denie Tampubolon

Sepanjang tahun 2018, PT Pertamina (Persero) menargetkan untuk dapat melakukan eksplorasi di sekitar 20 sumur migas, setelah pada tahun 2017, PT Pertamina (Persero) telah melakukan eksplorasi sekitar 15 sumur. Tantangan PT Pertamina (Persero) saat ini ialah area kerja perusahaan yang tergolong mature, bukan area baru atau green area. yang membuat secara geologi, cadangan minyak yang ada terbatas. Beberapa perusahaan multinasional pun membahas bagaimana penerapan fiskal di Indonesia yang masih butuh peningkatan.

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor menyambut positif berbagai kebijakan yang telah dihadirkan Pemerintah, dimana hasilnya dapat dilihat dari bagaimana hasil lelang yang berlangsung dengan skema gross split. Meski demikian, Chuck Taylor menilai bahwa Indonesia masih dapat meningkatkan daya saingnya, termasuk dalam penerapan

Saya rasa, tantangan utama Indonesia adalah dalam meningkatkan persyaratan fiskal agar lebih kompetitif,” ungkap Chuck Taylor

VP ExxonMobil Asia Pacific Raymond E. Jones menuturkan bahwa dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia, dirinya berharap lingkungan bisnis yang ada dapat lebih terbuka, karena tantangan dan fleksibilitas dari setiap proyek berbeda-beda

Secara singkat sebanyak mungkin kita kurangi ketidakpastian,” ungkap Raymond E. Jones





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: