Dua Siswa Kelas 5 SD Ini Ciptakan Alat Deteksi Kebocoran Tabung Gas

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, kejadian ledakan tabung gas elpiji terus saja terulang dan tidak hanya mengakibatkan rumah dan barang berharga terbakar, namun juga tak jarang membuat luka pada orang yang kebetulan sedang berada di sekitar area kejadian. Kejadian ledakan tabung gas elpiji tersebut menginspirasi dua siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 2 GKB, Gresik, Jawa Timur, yaitu Zevana Hamdan Zahuri Kisna dan Berliana Abidatillah Mumtazah, yang sama-sama masih duduk di bangku kelas lima, untuk menciptakan sebuah alat bantu peraga bernama BIAS (Botol Informasi Ambang Suhu Ruangan) yang dianggap mampu mendeteksi panas berlebihan yang ada dalam sebuah ruangan sehingga dapat mencegah resiko terjadinya kebakaran

Alasan yang mengilhami kami berdua menciptakan BIAS ini, karena kami sempat melihat ada salah satu dari orang tua siswa di sekolah ini yang terkena ledakan tabung elpiji,” tutur Zevana Hamdan Zahuri Kisna pada hari Sabtu tanggal 05 Mei 2018




Saat itu Zevana Hamdan Zahuri Kisna dan Berliana Abidatillah Mumtazah merasa prihatin melihat salah satu wali murid saat mengantar anaknya bersekolah dengan kondisi mengalami bekas luka bakar akibat dari ledakan tabung elpiji 3 kilogram

Jadi kami kemudian menciptakan alat ini, dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Zevana Hamdan Zahuri Kisna

Dalam praktek penggunaan BIAS (Botol Informasi Ambang Suhu Ruangan), Zevana Hamdan Zahuri Kisna dan Berliana Abidatillah Mumtazah menggunakan tiga botol kaca berisi air yang saling dihubungkan dengan selang, dimana botol air yang berada di tengah khusus diberikan warna merah dan tersambung dengan bel

“Saat ada peningkatan panas di suatu ruangan, maka air yang ada di dalam botol akan memuai. Coba dibayangkan seperti orang masak air, semakin suhunya panas kan mendidih. Dengan air yang memuai itu, akan masuk pada botol warna merah yang sudah terdapat kabel positif dan negatif, dan kabel itu tersambung dengan bel,” jelas Berliana Abidatillah Mumtazah

Begitu bel dari BIAS (Botol Informasi Ambang Suhu Ruangan) berbunyi, hal tersebut dapat dijadikan pedoman bagi orang yang ada di sekitar ruangan bahwa terjadi kebocoran tabung gas, sehingga mereka dapat lebih waspada dan tidak sampai menjadi korban dari ledakan tabung gas elpiji. Atas penemuan tersebut, BIAS (Botol Informasi Ambang Suhu Ruangan) juga sempat ditetapkan menjadi yang terbaik dalam lomba karya cipta dan penelitian ilmiah kategori IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik pada bulan April 2018





Babah Bor

Babah Bor adalah salah seorang pengamen yang juga mempelajari ilmu blogging dengan membaca buku-buku mengenai blogging di waktu senggang (saat beliau tidak ngamen) dan ilmu blogging yang dimiliki Babah Bor saat ini setara dengan ilmu blogging yang dimiliki Lay Cao Lay. Karena ilmu blogging Babah Bor setara dengan ilmu blogging nya Lay Cao Lay, saat ini Babah Bor didaulat untuk menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: