PHP Penekan Diskriminasi

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Fofi Fana, 16040254038, Universitas Negeri Surabaya

Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara inilah Indonesia yang kaya akan budaya, kaya akan kekayaan alam yang selalu menyisakan kenangan. Indonesia dengan berbagai macam suku, agama, ras yang ada didalamnya bercampur, berbaur dalam suatu kesatuan negara republik Indonesia. Indonesia merupakan negara kesatuan yang multikultural, didalamnya terdapat berbagai macam suku, berbagai macam budaya, ras, agama. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri, juga menjadi keunikan negara Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia. Indonesia dengan berbagai budaya didalamnya mustahil tanpa sebuah landasan yang mengikat persatuan. Pancasila hadir sejak Indonesia berdiri ditengah-tengah masyarakat multikultural Indonesia untuk menyatukan berbagai macam suku agama budaya dan ras di Indonesia

Dahulu ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, seluruh pemuda bersatu padu merebut kemerdekaan.  Jong Jawa, Jong Sumatera, Jong Sunda, dan berbagai Jong-Jong lainya yang ada di Indonesia bersatu tanpa adanya diskriminasi, tanpa ada perasaan iri dengki yang muncul antar suku, antar agama, maupun antar budaya. Karena tujuan mereka adalah bersatu padu untuk membebaskan nusantara dari kejamnya penjajahan, dan memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia hingga terbentuk negara Indonesia saat ini

Bercermin dari kisah sejarah Indonesia pada masa lampau, tanpa pesatuan antara para pemuda di Indonesia. Maka akan sangat sulit Indonesia mendapatkan kemerdekaanya. Jika membahas tentang diskriminasi. Diskriminasi menurut Theodorson dan Theodorson, (1979: 115-116) adalah perlakukan yang tidak seimbang terhadap perorangan, atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorial, atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, kesukubangsaan, agama, keanggotaan kelas-kelas sosial. Diskriminasi memang sulit dihilangkan jika melihat multikulturalisme yang ada di Indonesia. Namun hilangnya diskriminasi dari bangsa Indonesia bukan suatu hal yangmustahil, karena Pancasila hadir untuk menyatukan seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali

Sebenarnya diskriminasi di Indonesia bukan hanya mencakup suku agama ras dan budaya. Namun diskriminasi di negara Indonesia sudah merambah ke dunia per-kampus-an. Kampus yang idelanya sebagai laboratorium negara nyatanya banyak terjadi praktik diskrimnasi. Diskriminasi dalam dunia kampus bukan menonjol ke arah diskriminasi suku, agama, ras, dan budaya. Namun diskriminasi dalam dunia kampus lebih mengarah kepada pembedaan dari segi fisik yaitu model penampilan antar mahasiwa, kondisi sosial ekonomi mahasiswa, perbedaan perlakuan antara mahasiswa berprestasi dan mahasiswa dengan prestasi kurang menonjol. Perbedaan-perbedaan ini tentu akan menghasilkan perlakuan yang berbeda pula antar kategori

Jika sikap-sikap seperti ini terus tumbuh dan berkembang di dunia per-kampus-an. Maka akan menghasilkan generasi intelektual yang rendah akan rasa toleransi. Dan akan merambah ke dalam diskriminasi yang berbau SARA. Untuk itu agar generasi intelektual yang digebleng dalam kawah candradimuka yaitu dunia per-kampus-an tidak berkembang rasa diskriminasi, maka seorang mahasiswa harus menanamkan tiga sikap dalam dirinya. Tiga sikap tersebut adalah PHP (Peduli Hargai Puji)

Dengan tumbuhnya sikap peduli dalam diri seorang mahasiswa maka akan menekan munculnya sikap diskriminasi, contohnya yaitu kesenjangan antar siswa berprestasi dengan siswa yang kurang berprestasi. Biasanya seorang yang kurang berprestasi cenderung kurang mendapatkan teman. Dengan rasa peduli yang dimiliki oleh siswa berprestasi maka, ia akan membantu siswa yang kurang prestasi untuk mengejar ketertinggalanya. Hal ini akan menekan terjadinya diskriminasi. Kemudian tumbuhnya rasa saling menghargai. Sikap saling menghargai merupakan lanjutan darri sikap peduli, seorang yang memiliki rasa peduli maka akan mengharagai sesamanya, contohnya yaitu menghargai sesama teman dan tidak membeda-bedakan kelas sosial. Setelah menumbuhkan sikap peduli dan saling menghargai sesama, maka otomatis pujian-pujian akan muncul dengan sendirinya sebagai bentuk aktualisasi dari sikap menghargai. Misal ketika mahasiswa kurang berprestasi mencoba untuk bangkit, mahasiswa lain memberikan semangat dan memujinya bahwa ia pasti bisa melalui itu

Dengan mendalami dan mengimplementasikan sikap PHP (Peduli Hargai Puji), maka akan sangat membantu menekan terjadinya sikap diskriminasi. Selain dalam dunia kampus sikap ini juga dapat diimplementasikan di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Sehingga sikap ini fleksibel, luwes, serta efektif di terapkan dalam kehidupan sehari-hari

Indonesia merupakan Negara multikultural dengan berbagai macam bahasa, budaya, suku, agama, dan ras. Kekayaan ini membuat Indonesia istimewa dibanding negara lain di dunia, di sisi lain multikulturalisme juga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai generasi muda penerus bangsa, yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju, adil, dan makmur sesuai dengan yang cita-citakan bangsa Indonesia. Maka marilah kita sebagai pemuda, penerus bangsa Indonesia bergerak untuk membasmi diskriminasi dengan PHP. Wujudkan Indonesia bebas diskriminasi

Saya Warga Negara Indonesia, kamu Warga Negara Indonesia mari basmi diskriminasi dengan PHP!!!!!

Arianto Deni Candra Kurnuawan

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: