Gerai Pulsa Bisa Daftar 1 NIK dengan Lebih dari Tiga Nomor

PDF24 Tools    Send article as PDF   

Para penjual kartu SIM lewat gerai akhrnya telah diberikan wewenang oleh pemerintah mengenai aturan registrasi kartu SIM prabayar, setelah tuntutan Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) agar outlet penjual SIM card dapat mendaftarkan lebih dari 3 nomor kartu prabayar dengan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) tersebut terwujud, sebagaimana tertuang dalam hasil rapat pembahasan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 yang disepakati bersama oleh Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI)

Ketua Umum Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Qutni Tysari menjelaskan bahwa kesepakatan dicapai bukan dengan menghapus pasal 11 dari Peraturan Menteri Kominfo nomor 12 Tahun 2016 yang mengatur soal pembatasan registrasi mandiri satu NIK untuk tiga nomor kartu prabayar seperti yang dituntut oleh Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) sebelumnya, namun lewat penyetaraan hak outlet dengan gerai operator dalam hal ini

Jalan tengah yang diambil, pasal 11 tidak dihapus, tapi hak outlet disejajarkan dengan gerai. Jadi, outlet bisa mendaftarkan kartu tanpa batasan,” ungkap Qutni Tysari, sebagaimana dilansir tekno.kompas.com (15/05/2018)

Kesepakatan pemerintah, operator dan Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) tersebut menghasilkan keputusan diantaranya outlet wajib membuat laporan nomor-nomor yang diregistrasikan kepada operator dan apabila registrasi dilakukan terhadap lebih dari sepuluh kartu perdana, outlet wajib melaporkannya kepada operator

Dalam kesepakatan tersebut operator berkewajiban untuk segera memberikan lisensi kepada outlet untuk implementasi kesepakatan tersebut yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) paling lambat pada tanggal 21 Juni 2018

KNCI berharap semua pihak yg menandatangani kesepakatan Pertemuan Kemaren berkomitmen subyek segera merealisasikannya,” lanjut Qutni Tysari, sebagaimana dilansir inet.detik.com (15/05/2018)

Sebagai info tambahan, acara tersebut juga dihadiri banyak pihak, mulai dari Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan, Kementerian Sekretariat Negara Dadan Wildan, Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, I Ketut Prihadi Kresna, Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Sigit Priyono dan Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan, Kementerian Dalam Negeri David Yama, Ketua Umum Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Qutni Tysari, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI)/Perwakilan PT. Smartfren Merza Fachys, Perwakilan PT. Telkomsel Andi Agus Akbar, Perwakilan PT. XL Axiata Marwan O. Baasir, Perwakilan PT. Indosat Fajar Suryawan dan Perwakilan PT. H3I Chandra Aden

Lay Cao Lay

Lay Cao Lay seringkali membaca buku-buku mengenai blogging di Toko Buku Gramedia dan seiring waktu, pengetahuan blogging Lay Cao Lay semakin meningkat dan beliau juga berharap ke depannya akan ada banyak blogger yang mendulang penghasilan dari kegiatan blogging yang ditekuni mereka. Lay Cao Lay saat ini menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: