Inilah Jejak Kepsek Penyebar Hoax Bom Surabaya hingga Jadi Tersangka

PDF24    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, seorang wanita berinisial FSA yang merupakan Kepala SMPN 9 Kayong Utara, Kalimantan Barat resmi berstatus sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara dan memeriksa FSA, karena diduga menyebarkan hoax terkait serangan bom di Surabaya dan saat ini ditahan polisi. FSA dikenai pasal 45A ayat 2 Jo pasal 28 ayat nomor 2 UU 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana

Baru saja dapat telepon, statusnya (sudah) tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018

Di bawah ini merupakan rangkuman perjalanan FSA hingga berujung menjadi tersangka kasus UU ITE




Minggu tanggal 13 Mei 2018

FSA ditangkap oleh personel Satuan Reskrim Polres Kayong Utara di rumah kos, karena menulis status analisis beliau di akun Facebook dirinya bahwa tragedi bom Surabaya merupakan rekayasa pemerintah

Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong… Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!” tulis FSA, sebagaimana dikutip dari akun Facebook Fitri Septiani Alhinduan yang juga menjadi barang bukti polisi

Selain itu, FSA juga menulis status yang menyatakan bahwa tragedi Surabaya merupakan sebuah drama yang dibuat polisi agar anggaran Densus 88 Antiteror ditambah

Bukannya ‘terorisnya’ sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin draama kedua,” tulis FSA

Senin tanggal 14 Mei 2018

FSA dibawa petugas Polres Kayong ke Polda Kalbar dan telah diperiksa polisi sejak malam hari. Polisi juga mengamankan barang bukti sebuah handphone dan nomor yang digunakan FSA

Selasa, 15 Mei 2018

FSA selanjutnya diterbangkan ke Polda Kalimantan Barat (Kalbar) dan terus menjalani pemeriksaan intensif sejak pukul 15:00 WITA, dimana status beliau saat itu masih sebagai saksi

Ibu Kepala Sekolah SMPN Kayong hari ini dipanggil oleh penyidik Polda Kalbar, oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus. Yang bersangkutan melanggar UU ITE pasal 19 ayat 6 tahun 2002. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun lah dan bisa ditahan,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo

Selain itu, polisi akan meminta agar akun Facebook milik FSA tersebut ditutup

Facebook-nya sudah pasti akan melangkah ke tahap meminta Diskominfo men-takedown. Tapi kan awalnya kita mintai keterangan dia atas perbuatan dan tindakan yang dia lakukan itu benar tidak,” lanjut Kombes Nanang Purnomo

Rabu, 16 Mei 2018

Polda Kalimantan Barat menetapkan FSA yang diduga menyebarkan hoax terkait serangan bom di Surabaya tersebut sebagai tersangka

Sudah tersangka,” tegas Kombes Nanang Purnomo

Kombes Nanang Purnomo menjelaskan bahwa FSA dijerat dengan pasal 45A ayat 2 Jo pasal 28 ayat nomor 2 UU 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. Polisi saat ini juga resmi menahan FSA

Sudah tersangka dan ditahan,” lanjut Kombes Nanang Purnomo





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: