Politisi Muda Ini Sebut Amien Rais Telah Mempolitisi Tuhan

PDF24    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengecam pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, karena dinilai mempermainkan Tuhan, dimana Amien Rais menyebutkan bahwa Tuhan malu bila tidak mengabulkan doa ganti presiden

Pak Amien mempermainkan Tuhan setelah sebelumnya menarik-narik Tuhan dalam kampanye partai politik dengan sebutan ‘partai Allah’ untuk parpol-parpol koalisi dia seperti Gerindra, PKS, PAN dan ‘partai setan’ untuk parpol-parpol lainnya, kini Pak Amien menyebut Tuhan bisa malu, ini mempermainkan Tuhan,” ungkap Mohamad Guntur Romli pada hari Minggu tanggal 10 Juni 2018




Lebih lanjut, Mohamad Guntur Romli menganggap bahwa Amien Rais telah mempermainkan Tuhan dalam sangkaan yang buruk (su’uddzon), karena mantan Ketua MPR tersebut menganggap Tuhan seperti juru kampanye sekaligus KPU yang dapat memastikan kemenangan suatu calon

Pak Amien menganggap Tuhan seperti juru kampanye untuk Parpol dan calon tertentu, kemudian sekaligus dianggap seperti KPU yang bisa memastikan kemenangan suatu calon, dalam bahasa Pak Amien, Tuhan akan malu bisa tidak mengabulkan doa politik,” jelas salah seorang kader Nahdlatul Ulama (NU) tersebut

Mohamad Guntur Romli menilai bahwa menyeret Tuhan dalam kampanye politik merupakan langkah men-duniawi-kan Tuhan serta menganggap Tuhan tidak lagi sakral, kudus dan suci. Selain itu, Mohamad Guntur Romli juga menambahkan bahwa mempolitisasi Tuhan sama artinya dengan melakukan sekularisasi terhadap Tuhan

Mempolitisasi tuhan adalah bentuk sekularisasi terhadap Tuhan yang dilakukan Amien Rais,” tutup Mohamad Guntur Romli





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Bacaleg DPR RI dapil Jawa Tengah 3 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: