Perludem Ungkap Penyebab Tren Antusiasme Masyarakat Jadi Caleg Menurun

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengungkapkan bahwa ada tren penurunan antusiasme masyarakat yang ingin menjadi calon anggota legislatif (caleg) dalam Pemilu 2019, dimana ada sejumlah faktor yang menciptakan kondisi tersebut, mulai dari kompetisi yang tidak sehat hingga mahar politik

“Itu bisa disebabkan oleh beberapa hal, kalau dia pernah nyaleg, biasanya dia trauma terhadap proses kompetisi sebelumnya yang dianggap terlalu bebas, dan tidak memberi proteksi kepada calon,” ungkap Titi Anggraini di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir news.kompas.com (11/6/2018)




Lebih lanjut,Titi Anggraini menjelaskan bahwa calon anggota legislatif (caleg) seperti itu biasanya tidak mendapatkan bantuan dari partai politik, dari segi perlindungan, dari kecurangan dan biaya

Mereka dibiarkan berkompetensi dan kemudian seperti tidak mendapatkan pengawalan dari partai, seperti biaya, praktik kecurangan, maupun misalnya manipulasi suara. Itu yang membuat calon laki laki atau perempuan berpikir dua kali untuk maju sebagai caleg,” jelas Titi Anggraini, sebagaimana dilansir merdeka.com (10/06/2018)

Menurut Titi Anggraini, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan kaderisasi yang baik dari partai politi, karena calon anggota legislatif (caleg) yang dihasilkan dari kaderisasi juga bakal menguntungkan partai secara ideologis

Partai politik saya kira harus kembali ke kadernya, karena kalau rekrutmen berbasis kaderisasi, kan terikat lebih ideologis. Punya ikatan untuk mendukung platform partai. Partai harus kembali ke akarnya,” tutur Titi Anggraini, sebagaimana dilansir merdeka.com (10/06/2018)

Titi Anggraini juga menilai bahwa tantangan Pemilu 2019 menjadi lebih berat, karena Pileg dan Pilpres dilakukan secara bersamaan, sehingga parpol harus mempertahankan eksistensi partai sekaligus menjaga elektabilitas capres pilihannya dan kondisi tersebut menciptakan tren masyarakat dalam menentukan pilihannya berdasarkan capres yang didukung

Misalnya, Partai Nasdem mendukung Jokowi, di Sumatera Barat, Jokowi kan suaranya dulu kalah, tidak dominan, maka eksistensi parpol bisa berpengaruh keterpilihannya, di saat sama masyarakat cenderung memilih parpol yang mengusung capres sesuai dengan keinginan mereka,” beber Titi Anggrani, sebagaimana dilansir news.kompas.com (11/6/2018)

Titi Anggrani juga menyoroti maraknya ujaran kebencian dan hoaks menjelang pemilihan sebagai strategi pemenangan. Selain itu, Titi Anggrani juga menilai bahwa kedua hal tersebut dapat menciptakan persaingan yang tidak sehat, karena menarik dukungan dengan menjatuhkan pihak lain

Karena kompetensinya semakin menentukan dan itu menjadi titik balik menang dan kalah. Jangan sampai itu memicu para kontestan memakai isu negatif, kabar bohong, ujaran kebencian sebagai strategi pemenangan,” ungkap Titi Anggrani, sebagaimana dilansir news.kompas.com (11/6/2018)

Dari sikap penyelenggara sendiri, Titi Anggraini menilai bahwa penyeleggara harus menanggulangi dari pola kompetisi yang sengit serta harus menjaga profesionalitas sebagai penyelenggara Pemilu

Jadi penyelenggara harus mengantisipasi pola kompetisi yang semakin sengit dan kompetitif. Dan penyelenggara harus menjaga integritasnya, karena terkadang ada upaya untuk mempengaruhi. Kedua karena beban penyelenggara sangat berat, KPU dan Bawaslu perlu memastikan profesionalisme dan penyelenggara Pemilu siap menjaga standar kualitas penyelenggaraan Pemilu,” tutup Titi Anggraini, sebagaimana dilansir merdeka.com (10/06/2018)





indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: