Selamatkan Hak Pilih Ribuan Pemilih Pemula, Ini yang Dilakukan KPU DIY

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Jumlah pemilih pemula di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cukup tinggi dan untuk menyelamatkan hak pilih ribuan pemilih pemula tersebut, keaktifan pendataan menjadi sangat vital untuk dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota

Pemilih pemula baik di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memang memiliki angka yang cukup besar, apalagi tidak sedikit dari pemilih pemula yang, hingga berita ini diterbitkan, belum terdata, karena banyaknya pemilih pemula yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, padahal mereka memiliki hak yang sama untuk memberikan suara

Demi mengantisipasi hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula dan sekaligus melakukan pendataan-pendataan kepada mereka yang telah memiliki hak suara, sebagaimana diungkapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamdan Kurniawan, dimana beliau menuturkan bahwa pemilih pemula di kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) rata-rata berjumlah 6-7 persen. Contohnya : di Kabupaten Bantul pemilih pemula sekitar 42.500 orang dari hampir 700 ribu pemilih

Tapi, itu menggambarkan rata-rata pemilih pemula di kabupaten/kota di DIY, kurang lebih 6-7 persen,” ungkap Hamdan Kurniawan hari Kamis tanggal 06 September 2018




Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri telah menginstruksikan Komisi Pemilihan Umum (KPU)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota untuk dapat melakukan perekaman data pemilih ke sekolah-sekolah, karena ada kewajiban untuk memfasilitasi pemilih pemula agar mereka dapat menggunakan hak pilih

Pemilih pemula itu sendiri memiliki dua syarat yaitu telah berusia 17 tahun atau lebih serta memiliki KTP-el. Masalahnya, banyak pemilih pemula sudah 17 tahun pada April 2019 tapi belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik, sehingga Hamdan Kurniawan mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) masing-masing dalam melakukan perekaman data pemilih ke sekolah-sekolah, apalagi hal tersebut selaras dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang ingin datang ke sekolah-sekolah

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri memiliki data pemilih-pemilih pemula berdasarkan nama (data by name) yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan data tersebut akan didorong ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), sekaligus mengingatkan bahwa ada pemilih-pemilih pemula yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta sendiri telah menggandeng Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta untuk melakukan perekaman di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga 14 kantor-kantor kecamatan lainnya di Kota Yogyakarta

Memang kita minta teman-teman KPU kabupaten/kota berkoordinasi baik dengan Disdukcapil, agar pemilih pemula yang namanya sudah tercatat dalam daftar pemilih bisa menggunakan hak saat Pemilu 2019, caranya melakukan perekaman,” jelas Hamdan Kurniawan

Database mereka nantinya akan masuk ke dalam daftar pemilih dan orang tersebut saat hari H telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Walau mungkin Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik nya belum diberikan sekarang, mereka harus sudah melakukan perekaman, karena Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik kemungkinan baru akan diberikan ketika mereka telah berusia 17 tahun. Meski demikian, jika telah melakukan perekaman, nama-nama pemilih pemula tersebut tentu masuk dalam daftar pemilih tetap Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Hamdan Kurniawan menambahkan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki data lengkap siapa-siapa pemilih yang belum melakukan perekaman data, dimana setidaknya ada tiga kategori, yaitu pemilih pemula, rata-rata SMA, lanjut usia (lansia) dan penyandang disabiltas. Data tersebut seharusnya ditindaklanjuti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk dapat melakukan jemput bola pendataan kependudukan, namun hal tersebut memang sejalan dengan kepentingan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mendata pemilih berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik

Dua arah seharusnya memang aktif, dalam artian selain Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemilih yang secara fisik mampu juga dapat berinisiatif dalam melakukan perekaman data, namun, dapat dimaklumi jika memang ada yang terbaring di rumah karena tua, lansia ataupun difabel

Itulah yang kemudian semestinya dilakukan jemput bola, tapi data itu terus kita berikan, dan sudah ada komitmen baik dari semua Disdukcapil di DIY untuk selanjutnya melakukan jemput bola,” tambah Hamdan Kurniawan

Senada dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta, pendataan juga dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul dengan menggandeng elemen-elemen terkait, mulai dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) hingga Balai Pendidikan Menengah (Dikmen)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul Muhammad Zainuri Ikhsan mengungkapkan bahwa hingga saat ini sedikitnya ada 3.694 masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang akan dan telah menginjak usia 17 tahun, namun belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Hal tersebut dikhawatirkan dapat membuat hak pemilih pemula dalam Pemilu 2019 tersebut gugur, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul akan melakukan perekaman data langsung ke sekolah-sekolah, dimana sekolah akan mendata siswa-siswa yang akan dan telah menginjak usia 17 tahun pada tahun 2019. Seperti arahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), program tersebut tidak cuma menyasar ke sekolah, namun juga ke masyarakat umum, karena jika nantinya ditemukan warga usia sekolah namun sudah tidak sekolah lagi, sistemnya akan berbeda dan untuk mengantisipasi hal tersebut, perekaman data juga akan dilakukan lewat kunjungan langsung ke rumah-rumah

Jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan hak suaranya,” ungkap Muhammad Zainuri Ikhsan usai memimpin Rapat Koordinasi Penyelamatan Hak Pemilih Pemula di Sekda Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu tanggal 05 September 2018

Rencananya, untuk program perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik ke sekolah-sekolah di Kabupaten Gunungkidul akan berlangsung jangka panjang, karena perekaman data tersebut akan memudahkan pendataan pemilih dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gunungkidul juga telah meminta seluruh sekolah menengah atas sederajat untuk segera mendata siswa yang telah atau akan berusia 17 tahun, namun belum memiliki KTP elektronik

Hingga saat ini, sudah ada 97 persen dari 600 ribu masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang telah melakukan perekaman data dan sisanya (yang belum melakukan perekaman data) terdiri dari masyarakat jompo dan difabel




indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: