Inilah Bentuk Penistaan Agama Islam oleh Parpol yang mengaku Perwakilan Umat Islam

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagian besar para pembaca pasti mengetahui bahwa motor utama penggerak gerakan 2019 Ganti Presiden ialah para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yg dikoordinir oleh Mardani Ali Sera (anggota DPR RI yg saat ini sedang mengincar posisi Wagub DKI Jakarta yang ditinggalkan oleh Sandiaga Uno)

Dalam setiap orasi 2019 Ganti Presiden, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) selalu membawa-bawa nama Allah, seolah ajaran Islam lah yang menghendaki ganti presiden, bahkan takbir ucapan kebesaran umat Islam seolah dijadikan salam mereka. Agama Islam seolah milik mereka saja, padahal tindakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru menista agama Islam itu sendiri

Belum lama ini, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Walikota Depok dua periode (2006-2016), yaitu Nur Mahmudi, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembangunan Jalan di Sukmajaya Depok sebesar lebih dari Rp 10 miliar. Meski demikian, Nur Mahmudi saat ini berpura-pura hilang ingatan. Sungguh enteng sekali tatkala ucapan tersebut keluar dari mulutnya setelah merampok miliaran rupiah uang milik rakyat yang katanya susah mencari makan

Korupsi mantan Walikota Depok tersebut seolah mengkhianati para umat setianya sendiri, dimana Depok merupakan basis kekuatan utama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), baik eksekutif maupun legislatif. Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), korupsi mencuri uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya tidak masalah. Mereka kelihatannya meyakini bahwa hal tersebut bukanlah sebuah dosa, karena mereka mungkin merasa sudah selalu membawa nama-nama Allah ataupun Islam saat mempromosikannya

Bukan cuman sekali dua kali kader PKS yang umumnya dipanggil ustadz tersebut tersangkut korupsi, namun berkali-kali, mulai dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Lutfi Hasan Ishaq, Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho, hingga anggota DPR RI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana yang menggunakan bahasa “liqo” dan “juz” untuk membahas korupsi




Sungguh memprihatinkan, dimana “liqo” yang merupakan sebutan pengajian untuk kelompok mereka yang termasuk golongan wahabi dan “juz” yang merupakan bab dalam Al-Qur’an (kitab suci umat Islam) justru digunakan untuk membahas korupsi. Kode “liqo” dan “juz” digunakan dalam membahas korupsi pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp 11,1 miliar, dimana Yudi Widiana menggunakan kedua kode tersebut saat berbincang dengan pengusaha So Kok Seng (Aseng)

Umat Muslim semestinya marah besar karena agama Islam diinjak-injak dan dinistakan oleh perbuatan para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merendahkan kitab suci Al-Qur’an untuk membahas korupsi, tapi mengapa tidak ada yang mau mengadakan aksi bela agama karena udah dinistakan begitu rupa oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ?

Selain di Indonesia Timur, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mencuri uang rakyat di Indonesia Barat, tepatnya di Sumatera Utara, dimana Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumatra Utara sekaligus kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS)) divonis 6 tahun penjara, karena terbukti melakukan korupsi dana bantuan sosial Rp 4 miliar. Bayangkan, dana Rp 4 miliar yang merupakan hak orang miskin di Sumatra Utara dikorupsi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bukanlah tidak mungkin bila segala kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (termasuk gerakan 2019 ganti presiden) didanai oleh uang-uang haram dari para kader andalan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut

Selain Nur Mahmudin yang pernah menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfi Hasan Ishaq (LHI) yang juga menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2009-2014 divonis 18 tahun penjara pada tahun 2014, karena terbukti melakukan korupsi proses impor daging sapi Rp 40 miliar. Tak hanya dana sebesar Rp 40 miliar, Lutfi Hasan Ishaq (LHI) juga menerima Rp 1,3 miliar dari sesama kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu Ahmad Fathanah yang ditangkap oleh penyidik KPK di Hotel Le Meredien saat dirinya sedang tidak mengenakan sehelai benang pun dengan seorang mahasiswi bernama Maharani Suciyono. Selain Maharani Suciyono, beberapa wanita cantik dan seksi juga sering disatroni Ahmad Fathanah guna mencuci uang hasil korupsi beliau, diantaranya Vitalia Sesha yang sering dibelikan mobil dan jam tangan mewah serta Ayu Azhari yang diberikan uang dolar secara tunai

Sepanjang sejarah politik Indonesia, baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memecahkan rekor, dimana dua presidennya (orang nomor 1 nya Partai Keadilan Sejahtera (PKS)) memberikan contoh buruk, yaitu melakukan korupsi, padahal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai Islam yang selalu mengaku bahwa dirinya partai umat

Kalau dilihat dari apa yang dikorupsi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rajin mengkorupsi kebutuhan umat, seperti daging sapi, bantuan sosial, jalan ataupun jembatan. Apakah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa bahwa hal tersebut diperbolehkan agama Islam ?

Masih adanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Indonesia berarti pembiaran terhadap penistaan agama Islam dan itulah sebabnya mengapa Wakil Ketua DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah justru memprediksi bahwa pada tahun 2019 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan bubar

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sendiri asyik dan bangga mengatakan bahwa dirinya merupakan perwakilan umat Islam, namun yang dilakukan justru memakan hak umat Islam dan bukanlah tidak mungkin bila gerakan 2019 ganti presiden yang diinisiasi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga didanai oleh aliran dana-dana haram dari tindak korupsi para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Apakah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih punya rasa malu meneriakan takbir dalam orasi 2019 ganti presiden jika uang operasional nya saja dari hasil korupsi ? Silahkan para pembaca menilai dan menjawab sendiri. Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit berjudul “Jagoan Korupsi : Penistaan Agama Islam oleh PKS, Inisiator #2019GantiPresiden” yang ditulis oleh akun Twitter @LaskarCikeas




indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: