Inilah Surat buat Amien Rais yang Isinya Mencengangkan Sangat

   Send article as PDF   

Jagad maya diramaikan dengan viral nya surat yang dítulis pada hari Selasa tanggal 09 Oktober 2018 oleh rekan sesama almamater sekaligus sesama dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk Amien Rais

Dalam surat tersebut, rekan sesama almamater sekaligus sesama dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketahui bernama Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic. Eng., Ph. D tersebut awalnya mengungkapkan kekaguman beliau kepada Amien Rais yang berani menghancurkan rezim Orde Baru dan mengeluarkan pernyataan Amien Rais terkait kasus penculikan aktivitas 1998 yang saat itu menyudutkan oknum petinggi TNI Angkatan Darat

Lebih lanjut, dalam surat tersebut rekan sesama almamater sekaligus sesama dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut juga mengungkapkan sebuah rencana untuk mengusulkan Amien Rais agar segera dinaikkan pangkat struktural dan fungsional beliau nenjadi Guru Besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingat jasa Amien Rais yang luar biasa dalam mendobrak rezim tirani Orde Baru saat itu




Meski demikian, dalam surat tersebut rekan sesama almamater sekaligus sesama dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut juga mengungkapkan keheranan beliau terhadap Amien Rais yang berubah drastis, bukan hanya pada nilai idealisme beliau, nanun juga pijakan politik beliau, padahal di awal reformasi, Amien Rais selalu mengajarkan kepada bangsa ini untuk menjadi politikus yang bersih, jujur dan berperilaku adil

Rekan sesama almamater sekaligus sesama dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas banyaknya tokoh nasional handal yanf menjadi korban atas berita hoax seputar muka bonyok Ratna Sarumpaet, termasuk Amien Rais dan Hanum Rais (putri dari Amien Rais)

Surat tersebut diakhiri dengan sebuah doa agar Tuhan Yang Maha Perkasa senantiasa selalu melindungi Amien Rais dan keluarga. Untuk info selengkapnya, silahkan baca surat yang dikirim oleh Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic. Eng., Ph. D di bawah ini dan jangan lupa sebarkan artikel ini sebanyak-banyaknya di media sosial hingga dibaca langsung oleh Amien Rais beserta keluarga

Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc., Lic. Eng., Ph. D
Fakultas Teknik/Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

Kepada Yth
Bapak Prof. Dr. Amien Rais
Di tempat

Hal: Kebohongan Ibu Ratna Sarumpaet

Dengan hormat,

Pak Amien, kita satu almamater dan kita sama-sama dosen di UGM. Saya di Fakultas Teknik, sedang Bapak di Fisipol UGM

Pada awal reformasi tahan 1998, saya pernah mengagumi Bapak. Keberanian Bapak menghancurkan rezim ORBA dan termasuk ucapan Bapak soal kasus penculikan aktivitas 1998 yang pada kala itu menyudutkan oknum petinggi TNI AD. Ringkas kata, bagi saya, Bapak kala itu satu ucapan dan perbuatan. Bahkan di Jurusan Teknik Nuklir, FT UGM saya pernah ngobrol dengan rekan dosen yaitu saudara Muhammad Djafnan Tsan Afandie (mungkin Bapak kenal beliau) agar kita mengusulkan pak Amien Rais segera dinaikkan pangkat struktural dan fungsionalnya nenjadi Guru Besar di UGM mengingat jasa pak Amien Rais yang luar biasa. Saya sendiri tidak berani mendobrak rezim tirani ORBA kala itu. Saya betul-betul pengecut. Saya sebagai akademisi mencoba obyektif dan menggunakan parameter penilaian yang terukur dalam menilai kinerja Bapak. Mohon maaf jika penilaian saya terhadap Bapak di awal reformasi 1998 mungkin ada yang keliru. Tidak ada niatan sama sekali untuk mencemarkan nama baik Bapak. Yang tersisa di benak saya kala itu, di antara puing-puing rezim ORBA, sebagai pengagum Gus Dur, mengapa banyak sekali politisi yang membully Gus Dur dengan kata-kata tidak konsisten atau esuk dhele sore tempe, dll. Ini PR berat sekali bagi saya, karena saya sangat mengagumi Gus Dur. Bagi saya Gus Dur itu amat sangat konsisten, karena yang Beliau bela bukan obyeknya namun predikatnya yaitu MINORITAS YANG TERTINDAS

Pasca reformasi, di era Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden SBY, saya berdomisili di Swedia dan Perancis. Saya baru kembali ke tanah air bulan Oktober 2010 dan kembali ke habitat saya yaitu kembali aktif sebagai PNS Dosen Kampus Biru Pancasilais yaitu Universitas Gadjah Mada. Walau saya di negeri orang, saya selalu ikuti berita di tanah air termasuk mengikuti sepak terjang dan manuver politik Bapak lewat media online Detik. Dengan segala hormat, saya bertanya-tanya mengapa pak Amien Rais berubah drastis bukan hanya pada nilai idealismenya nanun juga pijakan politiknya ? Seingat saya, mohon maaf kalau saya keliru, Bapak selalu mengajarkan ke bangsa ini untuk menjadi politikus yang bersih, jujur dan berperilaku adil. Kembali lagi pada pertanyaan awal, mengapa pak Amien Rais berubah? Saya mencoba mawas diri, apakah ini semua karena watak saya yang lembam/inersia tinggi, sehingga tidak mampu mengikuti dinamika politik di tanah air atau memang pak Amien Rais sudah berubah ?

Mohon maaf pak Amien Rais, saya bukan pendukung Prabowo, saya pendukung setia Jokowi sejak 2014. Dukungan saya ke Jokowi adalah dukungan kritis yang artinya jika Jokowi salah saya kritik dengan argumen akademis rasional dengan data akurat. Dan, saya selalu tidak lupa, saya usulkan suatu solusi ke Jokowi. Dukungan saya ke Jokowi adalah dukungan yang bermartabat

Saya perihatin sekali, karena kebohongan Ibu Ratna Sarumpaet banyak tokoh nasional handal jadi korban, termasuk Bapak dan puteri Bapak. Saya ikut perihatin yang mendalam. Bapak yang seharusnya bisa fokus memikirkan program-program Prabowo jika kepilih jadi Presiden di 2019, malah terganggu dengan kebohongan ibu Ratna Sarumpaet. Mohon bersabar pak Amien Rais, kebenaran pasti terkuak. Kebenaran akan mencitra dengan sendirinya tanpa harus ada upaya politik apapun

Semoga Tuhan Yang Maha Perkasa senantiasa selalu melindungi Bapak sekeluarga

Terimakasih

Yogyakarta, 2018-10-09
Hormat saya,
(KPH. Bagas Widyakanigara)




 

One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: