Benarkah Pembubaran Persiapan Sedekah Laut Hanya Pengalihan Isu ? Ini Penjelasannya

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar terdiri atas beraneka suku, bangsa, budaya dan kepercayaan. Faktanya masih ada saja kelompok yang ingin menyeragamkan Indonesia dibawah ideologinya

Kasus pembubaran persiapan kegiatan budaya “Sedekah Laut” di Pantai Bantul hanya “gunung es” dan menjadi pelajaran berharga, bahwa kelompok ini tak hanya menyasar kelompok agama lain, tapi juga kelompok masyarakat adat

Tindakan mereka jelas anarkis, mengabaikan etika dan hukum positif di Indonesia. Ironisnya, kelompok – kelompok seperti ini hidup dan mencari nafkah dari orang-orang di luar ikatan kelompoknya

Menanggapi kasus itu, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini kepada media massa mengkritik aksi di Bantul, dan menyatakan Indonesia bukan negara berdasarkan agama tapi negara yang beragama

Daftar korban persekusi kelompok-kelompok ini akan bertambah panjang. Mengingat sebaran kelompok – kelompok militan ini sudah tersemai di berbagai wilayah Indonesia. Mereka bisa bertahan konon karena ada yang memelihara kelangsungan hidupnya

Seorang teman yang aktif di dunia intelejen militer mengungkapkan, kelompok-kelompok ini sudah merembes ke berbagai ormas dan parpol. Mereka akan melakukan aksi lapangan bila ada komando dari atas dan dana operasional

Apakah aksi pembubaran persiapan Sedekah Laut adalah pesanan ? Biar pihak berwajib yang mengungkapkannya




Bisa saja dikaitkan dengan memanasnya kontestasi politik jelang Pilpres dan Pileg 2019. Sudah menjadi rahasia umum kelompok-kelompok ekstrim kanan ini mendukung pihak oposisi. Di pentas nasional, pihak oposisi saat ini sedang terjepit hukum karena aktor-aktor utama mereka, termasuk Capresnya terancam terpidana terkait kasus Ratna Sarumpaet

Pihak oposisi rupanya tak mampu mempertahankan bentengnya lebih lama lagi, satusatunya cara bertahan dengan mengalihkan agenda perbincangan publik ke topik lain. Akhirnya publik tak terfokus pada kasus hoaks yang melibatkan petinggi-petinggi oposisi

Tentu pilihan topik ini harus panas dan mampu merebut perhatian media, salah satu topik yang panas adalah friksi sosial atau konflik sosial dengan muatan SARA

Secara umum modus yang digunakan umumnya menggunakan dua jalur, yakni legal dan ilegal

Ilegal : Kasus persekusi seperti di Cikupa, Sukabumi, NTB, Madura

Legal : Kasus penutupan rumah ibadah secara paksa dengan modus perijinan seperti Bogor, Banten, Medan

Pada banyak kasus korban persekusi tak bisa membela diri, hanya pasrah karena menyadari tidak punya kekuatan politis dan hukum. Selain itu ancaman fisik yang lebih keras dari kelompok ini yang membuat korban jeri untuk melanjutkan ke proses hukum

Akhirnya kasus-kasus persekusi hanya ramai di media massa, setelah beberapa waktu jejak hilang begitu saja. Masyarakat akan teringat lagi bila ada kasus baru dengan modus serupa muncul lagi

Artikel ini juga saya tulis dan terbitkan di Kompasiana dengan judul “Pembubaran Persiapan Sedekah Laut Hanya Pengalihan Isu




Sigit Bud

Sigit Budi Cahyono ialah salah seorang kontributor di Kompasiana, UCNews, Kumparan dan One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: