MEMAKNAI RAKHMAT ALLAH DALAM KESEHARIAN HIDUP MANUSIA

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Betapa pentingnya memahami Rakhmat Allah dalam keseharian hidup kita dan betapa hidup kita, sangat berharap akan kehadiran rakhmatNya dalam setiap detik aktivitas hidup manusia

Dalam diskursus Rakhmat Allah ini, maka, adalah seorang sufi besar yang sangat terhormat dan Guru besar Ilmu Tasawuf, Syeh Ibnu Atha’illah Al Iskandariah, dari Kota Iskandaria, Mesir. Beliau mengatakan, “…ada suatu kekuatan yang bersumber dari Allah SWT yang merupakan karuniaNya…”

Jika, karunia Allah itu memasuki hatimu, maka ia akan melenyapkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam jiwamu, karunia yang masuki hatimu itu, merupakan KEKUATAN BESAR dari Allah SWT yang jika meresap kedalam hati yang kotor dan berisi keburukan, maka ia akan mampu membersihkan hatimu dan mengganti nya dengan segala sifat sifat mulia dan kebaikan yang diridhai Allah SWT

Karena itu, ketika berbagai limpahan karunia Ilahi itu datang kepadamu, maka lenyaplah semua kebiasaan dan sifat burukmu. Karena itu, limpahan karunia itu datang dari sisi Dzat yang maha mengalahkan . Lalu Syech Ibnu Atha’illah Al Iskandarih, mengutip ayat 18, Surah Al Anbiya (21), berkata,”Sebenarnya Kami melempar yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya. Maka dengan serta merta yang bathil itu lenyap”

Karena itu, jika kita berkeinginan dan berhasrat kuat serta terdorong untuk selalu taat dan mengikuti perintah Allah, memaafkan dan mengampuni dan rela memaafkan orang lain yang zalim menganiaya kita, berbuat kepada sesama makhluk Allah, berupa:  ingin menolong orang lain dan meringankan beban hidup mereka yang sedang ditimpa musibah, ingin membahagiakan sesama muslim ataua hamba Allah yang sedang ditimpa kesulitan dan penderitaan, ingin bersedekah dan berinfak dan segala hal kebaikan yang dianjurkan oleh Allah : itu pertanda karunia Allah, berupa Rakhmat Allah sedang meliputi dan memasuki hati sanubari (Al af’idah ) kita. Maka itulah karuniaNya




Baginda yang mulia dan berbudi pekerti sangat agung : Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib , Beliau Rasullullah berkata, “La yud khilu ahadan minkum amaluhul jannata . Wa la yuzhiy ruhu minannar Wa la anaa , illa bi rakhmatin minallah.” (HR Bukhari) = “Tidak ada amalan seseorang pun yang bisa memasukkannya kedalam sorga dan menyelamatkannya dari api neraka, tidak juga dengan ku ( Muhammad SAW), kecuali dengan/ karena Rakhmat dari Allah SWT.

Bayangkan, kita tidak akan mungkin dan tidak akan mampu berbuat kebaikan dan kebajikan, kalau bukan karunia Allah berupa rakhmatNya

Bahkan dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Al Mankadir, dari Jabir RA : suatu ketika Rasulullah didatangi malaikat Jibril dan sang malaikat bercerita kepada Baginda Rasul. Kata Jibril, ” Wahai Muhammad, dahulu kala ada seorang hamba Allah yang beribadah kepada Allah  selama 500 tahun siang dan malam, dia memuja dan memuji Allah dia berzikir dan memuliakan Allah, dia shalat serta menjalankan perintah Allah dan meninggalkan semua hal yang dilarang Allah. Dia tinggal di sebuah pulau kecil dan pada pulau itu ada sebuah bukit dan di bukit itu ada satu sumber mata air yang sangat jernih dan segar lalu didekat mata air itu berdiri tegak sebuah pohon delima dan setiap malam pohon delima itu berbuah satu buah delima. Disitulah akhli ibadah itu tinggal, dengan mata air dan pohon delima itu sudah cukup baginya untuk terus beribadah kepada Allah selama 500 tahun.

Suatu hari, akhli ibadah itu meninggal dunia dan datanglah malaikat kepadanya, lalu menyampaikan bahwa dia akan dimasukkan kedalam sorga Allah karena disebabkan Rakhmat Allah. Maka sang akhli ibadah meminta disampaikan kepada Allah, agar malaikat yang akan memasukkannya kedalam sorga itu, menyampaikan permintaannya kepada Allah, agar dia dimasukkan kedalam sorga Allah karena ibadahnya yang maksimal selama 500 tahun itu. Karena sang akhli ibadah merasa selama 500 tahun dia beribadah yang luar biasa itu menurutnya, adalah wajar dan layak menyebabkan mendapatkan sorga Allah

Permohonan akhli ibadah itupun disampaikan ole malaikat kepada Allah dan Allah tetap kepada ketetapanNya, bahwa akhli ibadah itu dimasukkan kedalam sorga adalah semata karena rakhmatNya bukan karena ibadahnya yang luar biasa maksimal dan ikhlas serta istiqamah atau terus menerus. Sampai tiga kali permohonan akhli ibadah dan tiga kali juga ditolak oleh Allah SWT, bahwa engkau masuk kedalam sorga  Allah itu adalah karena Rakhmat Allah bukan karena ibadah hamba-nya yang sangat maksimal itu

Tetapi karena akhli ibadah memohon berkali kali, dia masuk sorga karena ibadahnya bukan karena Rakhmat Allah: maka dihitunglah besarnya pahala ibadahnya dibanding Rakhmat Allah. Maka jika ibadahnya melebihi Rakhmat Allah, maka dia akan masuk sorga dan sebaliknya jika Rakhmat Allah melebihi hasil ibadahnya, maka sang akhli ibadah akan masuk neraka

Maka kemudian dihitunglah amal ibadah sang hamba dibanding rakhmatNya dan hasil akhir nya sang akhli ibadah di haruskan masuk neraka. Maka seketika itu juga sang akhli ibadah memohon ampun kepada Allah dan menyetujui bahwa dia sesungguhnya dapat mencapai dan masuk sorga Allah adalah karena Rakhmat Allah SWT

Karena pesan yang disampaikan melalui cerita tentang seorang akhli ibadah yang istiqamah itu, yaitu cerita Jibril kepada Baginda Rasul itu : bahwa kita hidup dalam kuasa dan genggamanNya, maka Rakhmat dari Allah SWT itulah yang mendorong dan menggerakkan kita untuk beribadah kepadaNya dan untuk berbuat kebajikan dan kemaslahatan, kemuliaan serta segala hal yang terpuji di sisi Allah SWT

Sebagaimana yang disampaikan oleh Syech Ibnu Atha’illah Al Iskandariah, sufi dari kota Iskandariah , Mesir, betapa karunia dari Allah berupa rakhmat-Nya itulah yang menolong dan menyelamatkan totalitas  nasib dan keselamatan kita

Artinya hasrat, niat  dan kemauan untuk tunduk dan ta’at kepada Allah SWT saja kemudian  melakukan segala sesuatu yang : baik, terpuji, terhormat, mulia dan bermartabat lalu bermanfaat bagi lingkungan dan sesama manusia, tidak akan mungkin dilakukan oleh manusia tanpa karunia dari Allah, yaitu datangnya Rakhmat Allah yang menyelinap dan memasuki dan memenuhi  hati nurani kita. Semoga hati kita selalu dalam pelukan dan merasakan getaran dan gelombang  Rakhmat Allah dan akhirnya kita berbuat kebajikan

Salam : Effendi Ishak




indonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: