Inilah Jumlah Setoran Kardus Sandiaga Uno buat Amien Rais

   Send article as PDF   

Sebagian besar para pembaca pasti masih ingat dengan pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus

Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus,” tulis Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_ pada hari Kamis tanggal 08 Agustus 2018 pukul 21:29 WIB

Dalam kicauan sebelumnya, Andi Arief mengaku bahwa dirinya semakin ragu dengan dengan ketegasan Prabowo Subianto dan juga menyebut Prabowo Subianto dengan sebutan chicken

Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken,” tulis Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_ pada hari Kamis tanggal 08 Agustus 2018 pukul 21:01 WIB

Sebagian besar para pembaca pasti mengetahui kabar seputarnya terpentalnya Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari bursa cawapres Prabowo Subianto, karena ada dugaan bahwa Sandiaga Uno membayar Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing sebesar Rp 500 miliar demi diusung menjadi cawapres Prabowo Subianto

Dugaan tersebut di atas bukanlah isu ataupun hisapan jempol belaka, dimana Wan Bango memang berjanji untuk memberikan Rp 500 miliar sebagai ongkos dukungan buat menjadi cawapres Prabowo Subianto dan hingga saat ini Andi Arief tidak dituntut oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Hal tersebut berarti uang sebesar Rp 500 milyar memang telah disiapkan buat Partai Amanat Nasional (PAN)




Pertanyaannya ialah uang sebesar Rp 500 milyar tersebut diserahkan kepada siapa ? Zulkifli Hasan, Amien Rais atau Mustofa Nahra ? Perlu digarisbawahi bahwa transaksi uang politik sebenarnya sangat dibutuhkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN), karena pemasukan berkurang akibat ditangkapnya sejumlah kader loyal (yang memberikan setoran ke Partai Amanat Nasional (PAN)) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Pileg 2019 membuat Partai Amanat Nasional (PAN) harus mencari cara untuk memperoleh dana dalam jumlah besar dan uang sebesar Rp 500 milyar yang dijanjikan oleh Sandiaga Uno tersebut rencananya akan digunakan buat Pileg 2018. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menanyakan kepada Sandiaga Uno seputar uang sebesar Rp 500 milyar yang dijanjikan tersebut

Bayangkan, Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung cawapres Sandiaga Uno mulai dari tanggal 10 Agustus 2018, namun hingga tanggal 30 Agustus 2018 belum ada tanda-tanda uang sebesar Rp 500 milyar tersebut diserahkan ke Senopati 133, sehingga para pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN) mulai jengkel

Selidik punya selidik, ternyata Sandiaga Uno membuat strategi baru, dimana Sandiaga Uno mendekati Amien Rais yang lagi membutuhkan dana dalam jumlah besar, yaitu sebesar Rp 30 miliar, untuk meneruskan pembangunan perumahan keluarga beliau di wilayah Jakarta Selatan (info selengkapnya dapat dibaca dalam artikel berjudul “Akun Twitter Ini Bongkar Borok Salah Seorang Politisi PAN” yang diterbitkan dalam website One Indonesia Satu)

Sandiaga Uno mengadakan pertemuan tertutup dengan Amien Rais pada hari Kamis tanggal 30 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB di sekolah milik Amien Rais yang berlokasi di kompleks TK Budi Mulia Dua, Jalan Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta

Meski demikian, Sandiaga Uno enggan berbicara banyak dan hanya menyebutkan bahwa pertemuan tersebut hanya membahas beberapa isu terutama pendidikan

Ya saya diperlihatkan investasi di bidang pendidikan yang insyaaallah akan membuka kepastian bahwa SDM kita mimpuni ke depan. Saya yakin bahwa SDM kita bisa latih kita akan buka juga peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih mumpuni ke depan. Saya yakin bahwa SDM kita bisa latih, kita akan buka juga peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih mumpuni ke depan,” ucap Sandiaga Uno usai mengisi Dialog Jogja Milenialpreneur bertema “Menjemput Tantangan Revolusi Industri ke 4” di Angkringan Joglo, Bantul, Yogyakarta, sebagaimana dilansir news.kompas.com (30/08/2018)

Ternyata dalam pertemuan tertutup tersebut, Sandiaga Uno memberikan uang sebesar Rp 40 milyar kepada Amien Rais dalam kardus uang yang dibawa dengan mengunakan mobil dari Jakarta. Wan Bango memiliki perhitungan sendiri yaitu lebih baik memberikan Rp 40 miliar kepada Amien Rais dan memasukkan Rp 460 milyar masuk ke deposito dibanding menyetor Rp 500 miliar ke Senopati 133

Inilah Jumlah Setoran Kardus Sandiaga Uno buat Amien Rais

Sumber: http://www.beritasatu.com

Saat ditanya Zulkifli Hasan, Sandiaga Uno menjawab dengan enteng bahwa uangnya udah diserahkan kepada Amien Rais saat di Yogyakarta. Zulkifli Hasan mengetahui Amien Rais bahwa jika uang sudah masuk ke kantong nya Amien Rais, sampai lebaran kuda pun tidak bisa keluar lagi dan hal tersebut membuat Partai Amanat Nasional (PAN) ogah-ogahan dalam mendukung Prabowo-Sandi (BoSan)

Keengganan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam mendukung Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut dibuktikan oleh pengakuan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno yang mengaku bahwa sejumlah calon anggota legislatif (caleg) yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menolak untuk ikut mengkampanyekan Prabowo-Sandi (BoSan) dalam Pilpres 2019

Di antara caleg kita yang berjuang di daerah, ‘mohon maaf ketum, mohon maaf sekjen. Tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo. Karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf’. Saya menerima WhatsApp, SMS, wah ternyata yang kita pilih itu bukan kader. Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya Gerindra, bukan PAN. Akhirnya tersadarkan ujung-ujungnya kita harus bergerak untuk memenangkan pileg,” ungkap Eddy Soeparno, sebagaimana dilansir nasional.kompas.com (18/10/2018)

Sebaliknya, Amien Rais kelihatannya bersikap masa bodo dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sedang kebingungan dalam mencara dana buat Pileg 2019, karena yang terpenting di mata beliau ialah mewujudkan keinginan beliau dalam menyelesaikan pembangunan perumahan keluarga beliau dalam tahun 2018 dengan uang Rp 40 miliar yang diberikan oleh Sandiaga Uno

Sampai di sini, kita telah mengetahui alasan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menolak untuk ikut mengkampanyekan Prabowo-Sandi (BoSan) dalam Pilpres 2019 dan lebih memilih untuk berkonsentrasi dalam pemenangan Pileg 2019

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit yang ditulis oleh akun Twitter @Suara_Bawah di bawah ini




Anonymous

Penulis yang tidak mau diketahui identitasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: