Meramu Lezatnya Kopi Bikinan Sendiri di Coffee Talk 2

www.pdf24.org    Send article as PDF   

ONEINDONESIASATU.COM, SURABAYA – Siapa bilang para penikmat kopi tidak bisa membuat kopi versi mereka sendiri? Sekarang siapapun bisa membuat kopi enak seperti barista di kedai kopi terkenal. Untuk kedua kalinya Hotel Ayola La Lisa Surabaya menyelenggarakan Coffee Talk yang mengangkat tema tidak kalah menarik dengan sebelumnya. 

Penikmat dan pecinta kopi belajar untuk membuat  kopi secara manual atau yang disebut dengan Manual Brew. Saat ini penikmat kopi tidak memandang usia. 

Banyak sekali kalangan muda yang mengaku sebagai pecinta kopi. Semakin ke sini, semakin banyak pula yang suka menikmati kopi dengan metode manual brew yakni teknik menyeduh kopi menggunakan alat yang dioperasikan manual oleh sang barista atau pembuat kopi. 

Tanpa menggunakan mesin, bermodalkan alat-alat manual brew seperti kettle, hario V60 (alat seduh kopi dengan saringan kertas khusus), dan paper V60, penikmat kopi sudah mampu menyeduh kopi terbaiknya dengan cita rasa yang berbeda dibanding menggubakan mesin.

“Sebenarnya kopi yang diseduh dengan cara manual brew saat ini banyak diminati oleh anak-anak muda karena dari segi rasanya sendiri juga sangat berbeda jika menggunakan mesin kopi espresso. 

Lebih kaya akan rasa, tidak terlalu pahit ataupun meninggalkan rasa pahit yang cukup lama di lidah, dan rasanya juga lebih light atau soft,” ujar Reo Aditya sang barista. Sabtu, (20/10).

“Tapi sebenarnya tidak semua kopi bisa diseduh dengan cara manual brew karena tergantung dari masing-masing level roasting kopi itu sendiri,” imbuhnya.

Ada beberapa jenis alat manual brew yang sering dipakai barista-barista di kedai kopi, seperti hario V60, kalita wave, french press, vietnam drip, areo press, dan lain-lain. 

Jika menyeduh menggunakan hario V60 siapkan pula paper filternya yang sudah dibilas dengan air mendidih, masukkan kopi bubuk 15 gram untuk takaran air 225 gram (rasio kopi dengan air 1/15 untuk satu cangkir), tuang air 40-60 gr perlahan dengan gerakan memutar dari sisi luar ke tengah, lalu tunggu sekitar 45 detik. 

Kemudian tuang lagi hingga total 100 gr, tunggu sampai air turun lalu tuang hingga total air menjadi 175 gr.  Terakhir tuang lagi hingga total berat air 225 gr. Butuh waktu sekitar 2,5 – 3 menit sampai kopi siap untuk dinikmati.

Di sisi lain General Manager Ayola La Lisa Surabaya, Weni Kristanti, menyampaikan antusiasnya dalam mengadakan acara Coffee Talk 2 karena menurutnya berbicara tentang kopi memang tidak pernah ada habisnya. “Sekarang minum kopi sudah menjadi budaya bagi semua kalangan masyarakat Indonesia. 

Banyak orang yang berpikir membuat kopi sendiri harus mempunyai mesin kopi. Tapi dengan mengenal metode manual brew orang mampu menikmati kopi yang lebih enak tanpa perlu menggunakan mesin. 

Selain itu kami juga berkeinginan untuk mengadakan suatu event reguler yang rutin setiap beberapa bulan sekali. Dengan diselenggarakannya event Coffee Talk yang kedua semoga dapat menjadi event rutin oleh Hotel Ayola La Lisa Surabaya.”

Antusias cukup tinggi datang dari peserta Coffee Talk. Terbukti dengan banyaknya yang hadir mengikuti acara dari awal sampai dengan akhir. Selain ilmu bermanfaat tentang manual brew, peserta juga mendapatkan snacks, free flow drink, beserta sertifikat hanya dengan membayar registrasi senilai 48.000 nett. (opy/gdr)

Arianto Deni Candra Kurnuawan

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: