Inilah Fakta Seputar Muhammad Taufik dari Partai Gerindra Yang Perlu Anda Ketahui

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, selepas Sandiaga Uno mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, seiring ditetapkannya beliau sebagai cawapres nomor urut 02, hingga saat artikel ini dirilis, pengganti Sandiaga Uno bahkan belum diketahui secara pasti, karena masih terjadi perebutan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta antara sesama parpol pendukung Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra

Perebutan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut merupakan hal yang wajar, karena Wakil Gubernur DKI Jakarta memperoleh gaji, dana operasional sebagai berikut (dilansir http://jakarta.bisnis.com (13/10/2017):

Gaji Pokok : Rp 2,6 juta/bulan
Tunjangan Jabatan : Rp 4,3 juta/bulan
Tunjangan Operasional : Rp 1,770 miliar/bulan atau 21,26 miliar per tahun
Total pendapatan setiap bulan : Rp 1,776 miliar

Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra yang butuh dana dalam jumlah besar untuk logistik Pemilu 2019, DKI Jakarta merupakan kunci pembiayaan logistik terbesar, sehingga tak heran bila Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra sama-sama ingin memperoleh jatah kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Inilah Fakta Seputar Muhammad Taufik dari Partai Gerindra Yang Perlu Anda Ketahui

Sumber: https://tirto.id



Kisah perebutan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut berawal dari peran yang dimiliki oleh salah seorang Wakil DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra di Balai Kota DKI Jakarta, yaitu Muhammad Taufik yang pernah dipenjara pada tahun 2006 selama satu setengah tahun terkait kasus korupsi dana APBD Jakarta 2004. Muhammad Taufik merupakan penguasa Paket Anggaran, dimana seluruh proyek yang masuk ke APBD Jakarta dan para peserta lelang harus melalui Muhammad Taufik, sebelum diajukan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan tiga nama untuk diajukan sebagai pengganti Sandiaga Uno, yaitu Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan eks Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu. Di sisi lain, Partai Gerindra mengajukan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jakarta Muhammad Taufik sebagai kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno

Karena situasi perebutan jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dinilai tidak kondusif, akhirnya Prabowo Subianto turun tangan dan mengambil alih pemilihan kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, dimana beliau mengajukan dua nama, yaitu Sudriman Said dan Muhammad Syaikhu yang merupakan dua orang gagal dalam Pilkada Serentak 2018, yaitu dalam Pilkada Jawa Tengah dan Pilkada Jawa Barat

Sampai di sini, kita dapat melihat betapa otoriter nya Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, dimana Prabowo Subianto malah mengajukan Sudriman Said yang gagal dalam Pilkada Jawa Tengah 2018 dan Muhammad Syaikhu yang gagal dalam Pilkada Jawa Barat 2018 sebagai kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Selain itu, kita juga dapat melihat fakta lainnya, yaitu bahwa Prabowo Subianto sesungguhnya membutuhkan mesin partai yang dimiliki oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Pilpres 2018, namun beliau juga tidak mau kehilangan sumber pendanaan logistik dari DKI Jakarta buat Pemilu 2019

Sebenarnya Anies Baswedan menginginkan Sudirman Said menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, namun Anies Baswedan tidak memiliki kekuatan untuk memilih siapa Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dia inginkan dan Prabowo Subianto sendiri dikabarkan akan menandatangai surat rekomendasi kepada Muhammad Syaikhu untuk diajukan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Sebenarnya Anies Baswedan tidak suka dengan penunjukan Muhammad Syaikhu yang notabene kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), karena Anies Baswedan sangat hafal dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang maruk anggaran, namun demi tiket dari Partai Gerindra dalam Pemilu 2024, beliau memilih untuk menyetujui pilihan Prabowo Subianto demi mengambil hati sang Ketua Umum Partai Gerindra tersebut

Muhammad Taufik yang ngebet untuk menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut ternyata berani melakukan perlawanan kepada Prabowo Subianto, dimana Muhammad Taufik mengunakan kekuatan kawan-kawan di DPRD Jakarta untuk meng gol kan rencana beliau tersebut dan dengan kekuatan lobby yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Jakarta Fraksi Partai Gerindra tersebut, Muhammad Taufik hampir dipastikan memegang DPRD Jakarta untuk memuluskan rencana menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Inilah Fakta Seputar Muhammad Taufik dari Partai Gerindra Yang Perlu Anda Ketahui

Sumber: https://megapolitan.kompas.com

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menaruh harapan besar kepada Prabowo Subianto ternyata tidak mengerti peraturan yang mengharuskan jumlah kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut harus 2 orang, kemudian dipilih oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan disahkan oleh DPRD Jakarta dan di situlah manuver mulai dilakukan oleh Muhammad Taufik yang membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang masih ngotot dengan jatah Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diberikan oleh capres nomor urut 02 tersebut menjadi marah besar

Kemarahan besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut ditunjukan dengan ancaman untuk mematikan mesin partai dalam Pilpres 2018 dan ancaman tersebut didengar oleh Prabowo Subianto yang tidak mau mau mengambil resiko dengan hilangnya dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada dirinya. Pada hari Minggu tanggal 04 November 2018, sebelum kick off Manchester City lawan Southampton FC, Prabowo Subianto memanggil Muhammad Taufik untuk menghadap dan Muhammad Taufik pun datang menghadap Prabowo Subianto

Dalam pertemuan tersebut, akhirnya Muhammad Taufik memupuskan keinginan dirinya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, karena dimarahi oleh Prabowo Subianto yang tidak mau mengambil resiko dengan hilangnya dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada dirinya tersebut dan akhirnya Partai Gerindra sepakat untuk menyerahkan jatah Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno tersebut kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

“Gerindra DKI Jakarta akan mengamankan kebijakan Ketua Umum, Pak Prabowo, berkaitan dengan pemilihan pengisian jabatan wakil gubernur DKI Jakarta,” ungkap Muhammad Taufik saat konferensi pers sesuai rapat, sebagaimana dilansir megapolitan.kompas.com (05/11/2018)

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Syakir Purnomo yang memastikan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno tersebut berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Tadi sudah disepakati bahwa kursi (wagub) itu diamanatkan, dimandatkan kepada PKS. Mudah-mudahan pada waktu berikutnya nanti akan segera disampaikan kepada publik tentang dua nama kader PKS yang akan disampaikan ke pimpinan DPRD DKI Jakarta,” tegas Syakir Purnomo, sebagaimana dilansir megapolitan.kompas.com (05/11/2018)

Inilah Fakta Seputar Muhammad Taufik dari Partai Gerindra Yang Perlu Anda Ketahui

Sumber: https://megapolitan.kompas.com

Meski demikian, Muhammad Taufik masih berakrobat buat menutupi rasa malu beliau, dimana beliau menyatakan bahwa penentukan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno tersebu dilakukan dengan mekanisme pembentukan badan bersama yang akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan ke DPRD Jakarta, lalu akan muncul keputusan akhir mengenai siapa yang layak mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Tidak serta merta juga PKS, jadi harus ada lewat fit and proper test. Belum tentu mereka lulus dalam fit and proper test. Kalau enggak lulus, kan, masa kita mau paksain,” tegas Muhammad Taufik, sebagaimana dilansir liputan6.com (06/11/2018)

Akankah Muhammad Syaikhu yang diajukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan direkomendasikan oleh Prabowo Subianto tersebut benar-benar terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno ? Atau malah akan dijegal oleh Muhammad Taufik lewat campur tangan badan bersama yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusulkan ke DPRD Jakarta ? Kita lihat saja perkembangannya ke depan dan untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit yang ditulis oleh akun Twitter @MemeTanpaHurufK di bawah ini

Inilah Fakta Seputar Muhammad Taufik dari Partai Gerindra Yang Perlu Anda Ketahui

Sumber: http://wartakota.tribunnews.com




oneindonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: