Mahasiswa MM Unair Hadirkan LVRI di Acara “Hero is Me”

www.pdf24.org    Send article as PDF   

ONEINDONESIASATU.COM, SURABAYA –Mahasiswa Magister Manajemen  (MM) Universitas Airlangga (Unair) dedikasikan kegiatan inspiratif yang memiliki pesan moral pada hari Pahlawan 2019 di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga.

Kegiatan “Hero Is Me” meghadirkan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Sanggar Alang Alang. Sehingga, kegiatan ini memiliki makna yang sangat tinggi terhadap nilai-nilai kepahlawanan dan budaya Indonesia agar tetap dikenang dan dilestarikan. 

Gancar C Premananto, Dosen Etika Bisnis dan Corporate Social Responbility (CSR) FEB Unair mengungkapkan, kekaguman terhadap mahasiswa Magister Manajemen yang telah berhasil melaksanakan tugas CSR dengan Unik dan manajemen yang apik di “Hero Is Me”. 

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Kolaboratif antara Veteran dan Sanggar alang-alang untuk menghasilkan sebuah acara yang dikemas apik pada momen hari Pahlawan,” ungkap dia. Senin, (19/11/).

Menurut Gancar, mata kuliah Etika Bisnis dan CSR mengajarkan agar dapat menyetarakan antara low budget namun dapat berguna bagi seluruh masyarakat dalam program CSR. Businessman, diharuskan memiliki jiwa leader dan inovatif sehingga dapat menjadikan makna yang lebih berguna.

“Mahasiswa saya rata-rata pekerja, seperti pembisnis, PLN dan pertamina. Sehingga, memang perkuliahan ini memantapkan dalam dunia kerja,” kata dia.

Selain itu, Hadiyan Prabowo, salah satu mahasiswa MM Unair menjelaskan, “Hero Is Me” merupakan kegiatan yang ingin memperkenalkan sosok Heroik Inspiratif yang telah mengorbankan banyak hal untuk membuat Indonesia menjadi semakin maju. 

“Kami memilih tema ini untuk menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan dirasa sangat penting sehingga kami  memperkenalkan sosok pahlawan kepada masyarakat Surabaya yaitu Veteran yang masih memiliki daya juang 45,” ucapnya.

Hal senada dengan Hadiyan, Sadono Parmo selaku LVRI mengungkapkan, keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi Republik Indonesia saat ini. 

Dia menjelaskan, bahwa generasi saat ini seharusnya menikmati kebebasan dalam segala hal namun dalam realita yang terjadi sering kali disalahgunakan. 

“Saya sangat prihatin, kami berjuang dengan perang darah untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan. Generasi saat ini, seharusnya menjadi pahlawan dengan memerangi sebuah kebodohan, kemiskian, kecurangan dan ketidakadilan. 

Tetap saja mereka bukannya memerangi namun menyalahgunakan dengan banyaknya aset yang terjual di negara lain, kemiskinan merajalela dan koruptor dimana-mana,” sambil menangis.

Berbeda dengan Didit H.P, selaku pendiri sanggar alang alang, dirinya menjelaskan pahlawan adalah orang yang mencari pahala. Dengan mendapatkan berbagai kebaikan.

“Pahlawan generasi saat ini dan lampau adalah seseorang yang berkorban untuk mendapatkan pahala tanpa mengenal pamrih,” pungkasnya. (ari)

Arianto Deni Candra Kurnuawan

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: