Dewan Pakar PKPI Ini Usulkan Pembentukan AMPAS 212, Ini Penjelasannya

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Minggu tanggal 02 Desember 2018 Aksi Reuni 02 Desember atau Reuni Akbar Alumni 212 digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dimana acara tersebut diawali dengan sholat Tahajud bersama pada pukul 03.00 WIB ,lalu dilanjutkan dengan sholat Subuh berjamaah, dzikir dan istighotsah. Acara Reuni Akbar Alumni 212 dihadiri oleh sejumlah tokoh, diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Amien Rais, Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal, Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua PA (Persaudaraan Alumni) 212 Slamet Maarif dan juga capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah artis, diantaranya Teuku Wisnu, Irwansyah, Dimas Seto, Kiwil dan Ahmad Dhani

Menanggapi acara Reuni Akbar Alumni 212 tersebut, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi, lewat akun Twitter @TeddyGusnaidi mengungkapkan bahwa yang hadir dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 tersebut semuanya pemilih dan tim sukses Prabowo-Sandi (BoSan), namun mereka malu, bahkan cenderung minder untuk mengakui bahwa mereka orang-orangnya Prabowo-Sandi (BoSan). Selain itu, Teddy Gusnaidi juga menyatakan bahwa mereka berlindung dibalik kata agama dan umat untuk menjual Prabowo dan hal tersebut tentunya tidak sehat

Yang hadir di Reuni 212, semuanya pemilih dan tim sukses Prabowo – sandi. Sayangnya mereka malu bahkan cenderung minder untuk mengakui bahwa mereka orang-orangnya Prabowo. Mereka berlindung dibalik kata agama dan umat untuk menjual Prabowo. Tentu ini hal yang tidak sehat,” tulis Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi




Lebih lanjut, Teddy Gusnaidi juga menuturkan bahwa peserta Reuni Akbar Alumni 212 adalah pemilih Prabowo-Sandi (BoSan) yang jumlahnya 28% dari total pemilih di seluruh Indonesia, sehingga acara Reuni Akbar Alumni 212 bisa dikatakan sebagai ajang bertemu kangen antar mereka saja dan tidak akan menambah jumlah pemilih Prabowo-Sandi (BoSan) di seluruh Indonesia

Pemilih Prabowo di seluruh Indonesia ada 28% dari total pemilih di Indonesia. Peserta reuni 212 adalah pemilih yang termasuk dalam 28% itu. Ini yang saya katakan mereka syur sendiri tapi tidak menambah pemilih. Mereka berkumpul hanya untuk bertemu kangen antar mereka saja,” tulis Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi

Teddy Gusnaidi bahkan menegaskan bahwa Reuni 212 merupakan sayap dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Sandi (BoSan) yang terdiri dari sekelompok orang yang tidak menyukai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan akan memilih siapapun lawan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), sekalipun kudanil yang menjadi lawan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Reuni 212 walau tidak resmi, adalah sayap Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandiaga. Sekelompok orang yg tidak menyukai Jokowi. Mereka akan memilih siapapun lawan Jokowi, mau benar atau tidak yg penting ada nafasnya. Jika lawan Jokowi kudanil, mereka pasti akan memilih kudanil,” tulis Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi

Teddy Gusnaidi bahkan juga pernah menyatakan bahwa peserta reuni 212 tetap akan memilih Prabowo-Sandi (BoSan), sekalipun Prabowo mengakui bahwa beliau seorang komunis, dan itulah sebabnya Teddy Gusnaidi menyarankan agar tidak perlu bersusah payah meyakinkan peserta Reuni 212 yang jumlahnya 28% dari total pemilih di seluruh Indonesia tersebut untuk beralih ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Saya pernah katakan, kalau Prabowo akui dia seorang komunis, mereka tetap akan memilih Prabowo. Jadi tidak perlu bersusah payah meyakinkan 28% itu untuk beralih ke Jokowi. Nah Reuni 212 adalah bagian dari 28% yang akan tetap memilih Prabowo walaupun Prabowo mengaku Komunis,” tulis Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi

Teddy Gusnaidi menyarankan agar Prabowo Subianto meminta para peserta Reuni 212 untuk berani mengkampanyekan dirinya dan jangan berlindung di balik umat maupun agamam karena hal tersebut tidak akan menambah pemilih Prabowo-Sandi (BoSan) di seluruh Indonesia

Kalau saya Prabowo, saya akan minta Reuni 212 berani mengkampanyekan dirinya, jangan berlindung dibalik umat & agama, karena tdk bisa menambah pemilih. Peserta reuni itu sudah jelas pemilih dia, untuk apa habiskan dana & waktu jika membuat acara tapi tidak bisa menambah suara?” tulis Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi

Teddy Gusnaidi bahkan juga mengusulkan agar AMPAS 212 (Alumni Prabowo-Sandi 212) segera dibentuk dan jangan menggunakan nama agama maupun ulama untuk kegiatan politik, karena umat Muslim non Reuni 212 juga berhak membela agama Islam yang telah dijadikan alat politik oleh para pihak. Selain itu, Teddy Gusnaidi juga menegaskan bahwa agama Islam bukanlah untuk bahan jualan maupun bualan

AMPAS 212 (Alumni Prabowo sandi 212) harus segera dibentuk. Jangan gunakan nama agama & ulama utk kegiatan politik, itu tindakan pengecut. Saya & yg lain berhak membela agama kami yg dijadikan sebagai alat politik oleh para pihak. Agama kami bukan untuk bahan jualan & bualan,” tulis Teddy Gusnaidi dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi

Teddy Gusnaidi menilai bahwa AMPAS 212 (Alumni Prabowo-Sandi 212) dapat membantu Prabowo-Sandi (BoSan) dalam mendapatkan pemilih tambahan dan juga menyatakan bahwa mnjual agama dan ulama hanya akan menutup pintu bagi penambahan pemilih Prabowo-Sandi (BoSan), karena bagi umat Islam, hal tersebut memalukan

Tentu dengan adanya AMPAS 212, bisa membantu Prabowo-Sandiaga mendapatkan pemilih tambahan. Menjual agama dan ulama hanya menutup pintu penambahan pemilih. Karena bagi umat Islam itu hal yang memalukan, bagi umat beragama lain apa lagi,” tulis Teddy Gusnaidi sebagai akhir dari kultwit dalam akun Twitter @TeddyGusnaidi

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit yang ditulis oleh akun Twitter @TeddyGusnaidi di bawah ini

Dewan Pakar PKPI Ini Usulkan Pembentukan AMPAS 212, Ini Penjelasannya

Sumber: https://twitter.com/TeddyGusnaidi




oneindonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: