Jangan Pilih Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa !!!

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini beredar video berisi Prabowo Subianto yang tidak bisa melafalkan nama Baginda Rasulullah SAW saat beliau menyampaikan kata sambutan dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 di lapangan Monumen Nasional (Monas) pada hari Minggu tanggal 02 Desember 2018, dimana Prabowo Subianto saat itu menyebutkan, “Shalawat dan salam kita tujukan kepada junjungan kita, Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah Shallallah Hulahi Wassalam.“, padahal nama Baginda Rasulullah SAW yang sebenarnya ialah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

Video tersebut menunjukkan kadar KeIslaman Prabowo Subianto yang sebenarnya, dimana Allah memang Maha Adil, yaitu dengan membuat Prabowo Subianto dengan sendirinya menunjukkan jatidiri beliau sebagai musuh Islam yang sebenarnya. Selain itu, kesalahan Prabowo Subianto yang tidak dapat menyebutkan nama Rasulullah tersebut sangat fatal, karena kesalahan Prabowo Subianto tersebut bukanlah permasalahan aksen, melainkan mengucapkan sesuatu dengan tidak lengkap yang artinya akan sangat berbeda




Bukti lainnya yang menunjukkan bahwa Prabowo Subianto adalah musuh Islam juga ditunjukkan dengan dukungan beliau terhadap pemindahan Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem yang berarti beliau mendukung Al-Qudsnya Palestina dijadikan ibu kota zionis Israel. Ironisnya, para pendukung Prabowo-Sandi (BoSan) yang taqlid buta tersebut masih mendukung Prabowo Subianto dengan alasan Prabowo Subianto lah sosok yang akan memperjuangkan umat muslim, padahal justru mereka inilah yang sebelumnya selalu sedikit-sedikit melakukan aksi unjuk rasa demi membela Palestina

Sebenarnya, kita tidak perlu heran dengan dukungan Prabowo Subianto terkait pemindahan Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem, karena beliau merupakan jelmaan Donald Trump di Indonesia dan mantan Danjen Kopassus tersebut mengikuti langkah yang dilakukan oleh Donald Trump untuk menjajah Palestina. Hal tersebut berolek belakang dengan sikap pemerintah RI, yang selama ini dikampanyekan kubu Prabowo Subianto (sahabat Donald Trump sang Islamphobia) sebagai rezim yang anti Islam, yang justru mengecam pemindahan Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem

Jangan Pilih Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa !!!

Sumber: https://pinterpolitik.com

Sikap Prabowo Subianto yang menjelma sebagai “musuh dalam selimut” bagi umat muslim Indonesia sebenarnya sangat masuk akal, bila kita mengetahui perjalanan hidup beliau, dimana Prabowo Subianto masuk Islam hanya demi ambisi beliau untuk berkuasa di Indonesia dan dalam artikel ini kita akan mengungkapkan fakta sebenarnya mengenai keIslaman Prabowo Subianto. Untuk info selengkapnya, silahkan baca artikel ini hingga selesai

Sebagian besar para pembaca mungkin mengetahui bahwa Dora Marie Sigar (ibunda Prabowo Subianto) ialah perempuan Manado pemeluk Kristen Protestan, sehingga semua anak-anak beliau, termasuk Hashim Djojohadikusumo (adik dari Prabowo Subianto) beragama Kristen, kecuali Prabowo Subianto yang memutuskan untuk masuk Islam hanya demi ambisi beliau untuk berkuasa di Indonesia

Fakta lainnya yang sangat ironis ialah Dora Marie Sigar (ibunda Prabowo Subianto) adalah keturunan tentara bayaran Belanda yang dikirimk ke Jawa untuk menumpas Pangeran Diponegoro, sehingga dalam diri Prabowo Subianto mengalir darah pengkhianat dan bukan jiwa patriot (di samping Soemitro Djojohadikusumo (ayahanda Prabowo Subianto) yang merupakan salah seorang menteri dalam Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI))

Jangan Pilih Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa !!!

Sumber: https://www.boombastis.com

Prabowo Subianto sendiri terlahir dari keluarga konglomerat, dimana Soemitro Djojohadikusumo (ayahanda Prabowo Subianto) menjadi salah seorang menteri dalam rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Prabowo Subianto memeluk agama Kristen Protestan hingga dewasa, dimana masa remaja beliau dihabiskan dalam lingkungan Kristen di Inggris dan beliau lulus dari The American School di London, Inggris pada tahun 1969. The American School sendiri merupakan sekolah yang membentuk karakter murid-muridnya dengan nilai-nilai Amerika Serikat yang merupakan negara sangat rasis. Saat duduk di bangku SMA, Prabowo Subianto sudah berpikir dan memiliki keinginan untuk menjadi penguasa di Indonesia, sehingga beliau memilih untuk masuk Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah (sepulang dari Inggris) pada 1970, walau sebelumnya dirinya telah diterima di dua kampus Amerika Serikat, yaitu University of Colorado dan George Washington University

Jangan Pilih Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa !!!

Sumber: https://twitter.com/joxzin_jogja

Prabowo Subianto lebih memilih untuk berkarir dalam dunia militer, karena beliau sangat memahami bahwa rezim Orde Baru yang sangat militeristik tersebut hanya memberikan ruang bagi para tentara Angkatan Darat untuk berkuasa atau menjadi pemimpin nasional dan saat itu ruang bagi penduduk sipil untuk berkuasa di Indonesia sangat-sangat kecil. Pada tahun 1974 Prabowo Subianto berhasil lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN), lalu beliau masuk Kopassus pada tahun 1976. Meski demikian, ada suatu norma dan hukum de facto dalam militer hingga saat ini, yaitu karir seorang tentara tidak akan cemerlang, jika dirinya tidak menikahi anak seorang jenderal

Norma dan hukum de facto dalam militer tersebut membuat kawan seangkatan Prabowo Subianto, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menikahi Kristiani Herrawati (anak dari Jenderal Sarwo Edhi Wibowo) dan karir militer Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terbukti lancar dan meningkat. Dalam hal ini, kesempatan Prabowo Subianto untuk melancarkan dan juga meningkatkan karir militer beliau ialah dengan menikahi Titiek Soeharto (anak dari Soeharto yang merupakan Presiden RI ke-2)

Jangan Pilih Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa !!!

Sumber: http://www.presidensby.info

Permasalahan utama yang dihadapi Prabowo Subianto saat itu ialah Titiek Soeharto beragama Islam, sementara Prabowo Subianto memeluk agama Kristen Protestan dan satu-satunya cara agar Prabowo Subianto dapat menikahi Titiek Soeharto dan juga menjaga asa nya utk berkuasa saat itu ialah dengan menjadi muslim. Nafsu ingin menjadi penguasa Indonesia itulah yang membuat Prabowo Subianto dengan mudahnya menggadaikan keimanan yang ditanamkan ibunya sejak kecil, dimana Prabowo Subianto akhirnya masuk Islam agar dapat memuluskan salah satu strateginya, yaitu menikahi anak orang paling berpengaruh di Indonesia saat itu

Pada tanggal 08 Mei 1983 Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto melangsungkan pernikahan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dimana saat itu Jenderal TNI M. Jusuf bertindak sebagai saksi dalam pernikahan mereka berdua. Setelah menjadi salah seorang menantu dari orang nomor 1 di Indonesia, karir Prabowo Subianto dalam dunia militer melonjak drastis dan beliau melakukan manuver politik agar dirinya dapat menjadi pewaris kekuasaan dari sang mertua. Prabowo Subianto juga bertingkah semaunya, karena merasa aman sebagai salah seorang menantu Soeharto

Jangan Pilih Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa !!!

Sumber: https://historia.id

Meski demikian, Prabowo Subianto menyadari bahwa salah satu syarat lainnya untuk menjadi pemimpin Indonesia saat itu ialah harus memiliki kedekatan dengan para tokoh muslim, karena kekuatan Islam mulai menguat di kancah perpolitikan Indonesia, apalagi setelah terbentuknya ICMI pada tahun 1990, shingga beliau kemudian mencoba mendekati beberapa tokoh muslim berpengaruh dan mulai menguat menjelang reformasi), seperti Gus Dur dan Nurcholis Madjid, Sayangnya, Prabowo Subianto tidak diterima di lingkungan para tokoh Islam tersebut, meski beliau telah berkali-kali mendekati beberapa tokoh muslim berpengaruh tersebut, karena ilmu agama Islam yang dimiliki oleh Prabowo Subianto sangat mentah, bahkan beliau sama sekali tidak dapat membaca ayat-ayat al Qur’an

Untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan para tokoh muslim berpengaruh tersebut, Prabowo Subianto secara rutin belajar mengaji di Jl. H.M. Yasin, Pejaten Timur, Jakarta Selatan mulai tahun 1996, walau hanya sebatas belajar bacaan dasar sholat. Meski demikian, usaha Prabowo Subianto tersebut tidak membuahkan hasil, dimana ilmu agama Islam
yang dimiliki oleh Prabowo Subianto masih saja mentah hingga kejatuhan karir beliau pada tahun 1998. Sebagian besar para pembaca pasti mengetahui bahwa Prabowo Subianto dipecat dari TNI, karena dinilai melanggar sumpah TNI, yaitu menculik aktivis maupun mahasiswa, hingga menciptakan huru hara, lalu beliau melarikan diri ke Yordania

Jika ada pendukung Prabowo Subianto yang membaca artikel ini, kami perlu ingatkan bahwa sesungguhnya Prabowo Subianto tidak mengerti ajaran agama Islam, mulai dari menyembah makam, tidak pernah jadi imam solat, bahkan beliau tidak bisa bershalawat sama sekali. Saaat ini cara yang sama kembali dilakukan Prabowo Subianto,
yaitu dengan berpura-pura dekat dengan kaum Muslim dan mendorong diadakannya Ijtima’ Ulama yang berisi para ulama jadi-jadian, namun ketika mereka meminta Prabowo Subianto untuk memilih ulama sebagai cawapres, beliau malah memilih Sandiaga Uno berdasarkan “kardus” yang disetor

Prabowo Subianto sesungguhnya ialah seorang mualaf yang masuk Islam bukan karena panggilan batin, melainkan panggilan syahwat untuk menjadi penguasa di Indonesia, atau dengan kata lain, Prabowo Subianto menggadaikan agama untuk kekuasaan. Itulah sebabnya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa tidak ada rekam jejak keIslaman Prabowo Subianto, karena Prabowo Subianto baru belajar bacaan dasar solat saja pada tahun 1996, namun itu pun karena kepepet mengingat dirinya harus mendekati para tokoh Islam, walau akhirnya gagal

Sampai di sini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa Prabowo Subianto sesunggunya adalah musuh umat Muslim yang masuk Islam hanya untuk menjadi penguasa di Indonesia dan setelah membaca artikel ini, jangan lupa menyebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak orang-orang yang mengetahui siapa sesungguhnya Prabowo Subianto dan tidak memilih calon presiden muslim gadungan yang masuk Islam hanya untuk berkuasa !!!

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit berjudul “Prabowo, Muslim Gadungan yang Masuk Islam Hanya Untuk Berkuasa” yang ditulis oleh akun Twitter @joxzin_jogja di bawah ini




oneindonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: