Prabowo Subianto: Apa saya cukup punya nyali ? Apa saya siap jika disebut ‘diktator fasis’ ?

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada tanggal 21 Juni 2001 dan 02 Juli 2001 seorang jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, yaitu Allan Nairn, mengadakan wawancara eksklusif dengan Prabowo Subianto di kantor perusahaan beliau yang berlokasi di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dimana dalam pertemuan tersebut Allan Nairn menawarkan wawancara anonim (tanpa nama) kepada mantan Danjen Kopassus tersebut

Dalam wawancara off the record tersebut Prabowo Subianto lebih banyak berbicara mengenai fasisme, demokrasi, kebijakan membunuh dalam tubuh TNI/ABRI dan juga hubungan antara dirinya dengan Pentagon serta intelijen Amerika Serikat yang telah berlangsung lama dan tertutup, dimana dalam salah satu bagian wawancara tersebut Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia perlu dipimpin oleh “rezim otoriter yang jinak” [“a benign authoritarian regime“]. Selain itu, Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa keragaman etnis dan agama merupakan penghalang sistem demokrasi




Lebih lanjut, mantan Pangkostrad tersebut juga mengungkapkan bahwa beliau menginginkan sosok pemimpin yang berbeda dan menyebut Jenderal Pervez Musharraf (pemimpin Pakistan dari kalangan militer yang telah menangkap perdana menteri Pakistan dari kalangan sipil dan mendirikan kediktatoran). Selain itu, Prabowo Subianto juga menyatakan kekaguman beliau pada Jenderal Pervez Musharraf dan juga berpikir keras apakah Prabowo Subianto sesuai dengan sosok yang beliau bayangkan tersebut. Prabowo Subianto juga bertanya apakah dirinya mampu menjadi Jenderal Pervez Musharraf nya Indonesia

Apa saya cukup punya nyali ? Apa saya siap jika disebutdiktator fasis? Musharraf punya nyali,” tanya Prabowo Subianto

Prabowo Subianto: Apa saya cukup punya nyali ? Apa saya siap jika disebut 'diktator fasis' ?

Sumber: https://www.pakistantoday.com.pk

Sebagian besar para pembaca mungkin ingin bertanya apa yang dimaksud diktator fasis dan di bawah ini kami akan tampilkan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan fasisme, sebagaimana ditampilkan dalam artikel berjudul “Mencurigai Fasisme Gaya Baru di Indonesia (bag.1)

Ada beberapa ciri-ciri khas yang ada di semua gerakan fasis yakni: Pertama, gerakan fasis berdasar pada prinsip kepemimpinan yang punya otoritas absolut, sehingga individualitas manusia hilang dan para pengikut menjadi massa yang seragam. Otomatis, manusia sebagai individu hanya dijadikan alat untuk mencapai tujuan gerakan fasis. Azas perintah dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian.

Kedua, dan oleh karena itu, militerisme merupakan elemen yang sangat penting dalam ideologi dan politik fasis. Militarisme menjadi penting, karena fasisme selalu butuh membayangkan adanya musuh, sehingga militer dan pemimpin harus kuat untuk menjaga negara, karena suatu gerakan fasis memiliki tugas utama untuk melawan musuh bangsa

Gerakan fasis dipersatukan dengan tujuan yang sama, yakni: penghancuran musuh. Itu ciri khas gerakan fasis ketiga. Musuh tersebut dikonstruksi dalam sebuah kerangka konspirasi atau ideologi. Dalam pola pikir fasis, musuh berada di mana-mana. Musuh berada baik di medan perang maupun dalam bangsa sendiri sebagai elemen yang tidak sesuai dengan ideolgi fasis. Karena itu, ciri khas keempat ideologi fasis adalah ideolgi identitas. Biasanya, ideolginya mengajar bahwa suku/ras atau bangsa harus murni, yaitu bebas unsur-unsur yang mengangap sebagai unsur yang tidak asli

Sampai di sini, kita dapat mengetahui bahwa sesungguhnya:

1) Prabowo Subianto menginginkan Indonesia dipimpin oleh “rezim otoriter yang jinak
2) Prabowo Subianto bercita-cita menjadi pemimpin diktator fasis yang menerapkan paham fasisme (ideologi yang berdasarkan pada prinsip kepemimpinan dengan otoritas absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian)
3) Jika kelak menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto akan menggunakan militer sebagai kekuatan penting dalam mempertahankan kekuasaan, karena gerakan fasis itu sendiri memiliki tugas utama untuk melawan musuh bangsa

Di bawah ini kami tampilan sebagian isi wawancara off the record yang dilakukan Allan Nairn terhadap Prabowo Subianto terkait keinginannya untuk menjadi pemimpin diktator fasis seperti Jenderal Pervez Musharraf asal Pakistan tesebut

Indonesia belum siap untuk demokrasi,” kata Prabowo, “Di negara kami ini masih ada kanibal, masih ada kerumunan yang bikin rusuh.” [“Indonesia is not ready for democracy,” Prabowo said, “We still have cannibals, there are violent mobs.“]

Indonesia perlu, lanjut Prabowo, “rezim otoriter yang jinak” [“a benign authoritarian regime“]. Ia katakan bahwa keragaman etnis dan agama adalah penghalang demokrasi

Mengenai Gus Dur, Prabowo mengatakan: “Militer pun bahkan tunduk pada presiden buta ! Bayangkan ! Coba lihat dia, bikin malu saja !” [“The military even obeys a blind president ! Imagine ! Look at him, he’s embarrasing !“]

Lihat Tony Blair, Bush, Putin. Mereka muda, ganteng—dan sekarang presiden kita buta !” [“Look at Tony Blair, Bush, Putin. Young, ganteng (handsome) — and we have a blind man !“]

Prabowo menginginkan sosok yang berbeda. Dia menyebut Jenderal Pervez Musharraf dari Pakistan. Musharraf telah menangkap perdana menterinya yang sipil dan mendirikan kediktatoran. Prabowo menyatakan kekagumannya pada Musharraf. Prabowo kelihatan berpikir keras apakah dirinya sesuai dengan sosok yang ia bayangkan. Apakah ia mampu menjadi Musharraf-nya Indonesia

Apa saya cukup punya nyali,” tanya Prabowo, “Apa saya siap jika disebut ‘diktator fasis’ ?” [“Do I have the guts,” Prabowo asked, “am I ready to be called a fascist dictator ?“]

Musharraf punya nyali,” kata Prabowo. [“Musharraf had the guts,” Prabowo said.]

Setelah membaca artikel ini, jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak lagi orang-orang yang mengetahui “nightmare” yang akan terjadi jika Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2019 dan juga tidak memilih calon presiden yang bercita-cita menjadi pemimpin diktator fasis. Untuk info selengkapnya, silahkan baca artikel berjudul “Apa saya cukup punya nyali,” tanya Prabowo, “apa saya siap jika disebut ‘diktator fasis’?”




oneindonesiasatu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: