Inilah Pidato Akhir Tahun 2018 yang disampaikan Sis Grace Natalie

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2018 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengadakan acara Festival11 di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur

Acara Festival11 di Surabaya tersebut merupakan acara kedua yang diselenggarakan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), setelah sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menggelar acara serupa di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada hari Minggu tanggal 11 November 2018

Acara Festival11 kali ini dihadiri oleh para kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Jawa Timur dan juga sejumlah calon anggota legislatif (caleg) DPR RI maupun DPRD Tingkat I dan II dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Jawa Timur serta pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Seperti dalam acara Festival11 pertama di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sis Grace Natalie menjadi inti dari keseluruhan acara Festival11 kedua tersebut

Dalam pidato akhir tahun yang juga disiarkan langsung oleh KompasTV maupun sejumlah media sosial yang dimiliki oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sis Grace Natalie berbicara mengenai keadilan untuk perempuan Indonesia, dimana istri dari Kevin Osmond tersebut bercerita mengenai banyaknya politik rendahan yang dimainkan oleh “ENTERPRENEUR KEBENCIAN” untuk menyerang dirinya maupun Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Lebih lanjut, wanita cantik kelahiran Jakarta, 04 Juli 1982 tersebut berbicara mengenai banyak hal, mulai dari isu kedekatan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga penolakan terhadap perda agama

Selain itu, sang ibu dari dua anak tersebut juga membeberkan sejumlah program pemberdayaan perempuan yang akan dijalankan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jika berhasil melenggang ke Senayan, diantaranya menolak praktek poligami dan juga memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, yudikatif dan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk memperjuangkan revisi atas Undang-undang No.1 Tahun 1974

Di bawah ini kami tampilkan secara lengkap isi pidato akhir tahun 2018 yang disampaikan oleh Sis Grace Natalie dalam Festival11 kedua di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur

Inilah Pidato Akhir Tahun 2018 yang disampaikan Sis Grace Natalie

Sumber: https://psi.id



Assalamualaikum, salam sejahtera, om swastiastu, namo budhaya

Bro and Sis di Surabaya, Jawa Timur dan seluruh Indonesia. Salam solidaritas !

Izinkan saya menyampaikan pidato akhir tahun yang saya beri judul “Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia

Bro dan Sis,

Jujur, belum pernah dalam hidup, saya begitu tergetar mendengar lagu “Indonesia Raya“. Entah kenapa dalam dua tahun belakangan, saya sering merasa terharu ketika mendengar atau ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ada perasaan cinta yang semakin besar, tetapi sekaligus juga ada rasa cemas melihat kondisi negara kita akhir-akhir ini

Orang menyebut bahwa abad ini adalah abad ketersinggungan, sebuah abad yang penuh dengan amarah. Suatu masa ketika politik dipenuhi oleh prasangka yang tumbuh subur akibat meluasnya hasutan dan ujaran kebencian

Penelitian dari Cherian George memperlihatkan ketersinggungan ini ternyata adalah hasil REKAYASA para “ENTERPRENEUR KEBENCIAN“. Mereka memproduksi hasutan dan menyebarkan syak wasangka untuk mendorong timbulnya PERASAAN PALSU, seolah-olah ada kelompok yang dihina, seolah-olah ada serangan dari luar, yang kemudian pada gilirannya membangkitkan perasaan teraniaya, perasaan ketidakadilan, menciptakan suasana ketersinggungan dan amarah

REKAYASA ketersinggungan yang sebetulnya tidak lebih dari cara kotor saja untuk menyingkirkan lawan politik sambil menempatkan diri mereka sendiri sebagai pahlawan-pahlawan pembela kelompok, yang pada akhirnya itu semua tidak lebih dari sebuah cara kotor untuk merebut kekuasaan

Bro dan Sis,

Begitulah rasa ketersinggungan DIREKAYASA. Begitulah cara politik kebencian bekerja

Hasutan kebencian ini tersebar melalui sosial media dalam bentuk HOAX. Informasi palsu yang sengaja dibuat menyerupai kebenaran

Hoax yang merajalela akan menenggelamkan AKAL SEHAT, memperkuat POLITIK IDENTITAS, POLITIK PERKAUMAN dan itulah ancaman terbesar bagi persatuan kita hari ini

Bro and Sis yang saya hormati,

Perempuan seringkali menjadi target dari para “ENTERPRENEUR KEBENCIAN” ini

Saya sendiri termasuk orang yang menjadi sasaran. Beberapa bulan lalu, sebuah akun Instagram dan Twitter menyebar fitnah keji yang mengatakan bahwa saya memiliki dan pernah melakukan hubungan terlarang dengan mantan gubernur DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama alias Pak Ahok. Mereka pikir, dengan membuat isu keji ini saya akan mundur. Saya tantang dia untuk memberikan bukti dalam waktu 1X24 jam, dan hasilnya akun itu tidka bida memberikan bukti apa-apa, malahan justru akun nya yang pergi dari dunia maya dan tutup ! Tutup toko !

Bulan lalu, setelah pidato politik saya yang menegaskan bahwa PSI tidak akan mendukung perda-perda berbasis agama yang diskriminatif, para “ENTERPRENEUR KEBENCIAN” ini kembali menyerang

Di grup Whatsapp dan sosial media, beredar foto saya yang telah DIEDIT dan DIPALSUKAN seolah-olahdi situ saya hampir telanjang, sambil diberi komentar yang merendahkan. Wall saya banjir komentar menyakitkan, beberapa bunyinya begini: “Grace itu aslinya perek yang terjun ke dunia politik. Politik kalau ditangani pelacur, habislah sudah !“. Masih ada ribuan serangan lain yang terlalu kasar dan kotor, sehingga saya pikir tidak layak disampaikan di sini

Tetapi pernahkah Bro dan Sis bayangkan perasaan mama saya, bagaimana perasaan anak-anak saya, atau suami saya, ketika mereka membaca komentar-komentar itu ?

Bayangkan kalo foto yang dimanipulasi dan diedarkan itu adalah ibu yang sangat kamu hormati dan kamu sayangi ?

Bayangkan kalo foto itu adalah kaka atau adik perempuan yang sangat Bro dan Sis cintai

Dan tidak hanya saya, Caleg PSI dari Dapil Sumatra Utara III, Sis Dara Adinda Nasution, beberapa waktu lalu menuliskan pelecehan yang dia alami melalui artikel harian The Jakarta Post. Sis Dara dihina sebagai pelacur, dia diminta melepaskan hijabnya karena dituduh sebagai kamuflase belaka

Kawan kita lainnya, Sis Susy Rizky, Caleg PSI dari Jawa Barat VI , nomor teleponnya disebar di grup laki-laki belang, sebagai perempuan bayaran. Setahun terakhir ini, Sis Susy sudah memblokir lebih dari ENAM RIBU nomor telepon yang mengganggu dirinya setiap malam, ingin memesan jasa Sis Susy Rizky

Itulah resiko yang perempuan hadapi, ketika masuk ke politik dan berani menyuarakan pendapat mereka

Untuk menanggapi serangan itu, kepada seluruh pengurus dan kader PSI saya instruksikan: jika ada lawan politik menyebar fitnah dan hoax, kita TIDAK BOLEH ikut-ikutan !

Ketika mereka memainkan POLITIK RENDAHAN, kader PSI justru harus meninggikan MUTU. Kita tingkatkan kualitas, belajar lebih banyak, perbaiki cara berargumen kita, turun ke basis-basis melanjutkan kerja perubahan, sambil terus berani mengatakan yang benar !

Apa yang kami alami ini memang gak mudah, namun jauh lebih berat yang dialami para perempuan korban kekerasan

Bro dan Sis juga masih ingat Yuyun, seorang gadis belia, usianya baru 14 tahun. Dia tewas mengenaskan karena diperkosa secara keji oleh 14 pemuda kawan sepermainannya, berasal dari desa yang sama dengan Yuyun

Komnas Perempuan mencatat, setiap hari ada 35 perempuan mengalami kekerasan seksual. Setiap 2 jam, ada 3 perempuan diperkosa !

SATU dari TIGA PEREMPUAN Indonesia pernah mengalami kekerasan., dipukuli, diperkosa atau disiksa oleh partner mereka

Bro and Sis,

Kita tidak sedang menuntut agar perempuan diperlakukan lebih. Kita tidak ingin laki-laki lebih rendah dari perempuan. TIDAK sama sekali !

Kita hanya ingin agar semua manusia diperlakukan sama

Bro dan Sis,

Kita tidak mau ibu kita disakiti. Kita tidak ingin adik perempuan kita mendapat upah lebih rendah dari sesama koleganya yang laki-laki. Kita pasti gak akan rela kalau kakak perempuan kita dilecehkan

Kita percaya bahwa semua orang harus diperlakukan SETARA. Kita ingin laki-laki atau perempuan — ada kaitannya dengan kita atau tidak — SAMA-SAMA mendapatkan keadilan

Bro and Sis yang sedang memperjuangkan keadilan,

Desember adalah bulan yang istimewa, bulan yang baik untuk menyegarkan kembali komitmen kita kepada KEMANUSIAAN. 10 Desember adalah peringatan hari Hak Asasi Manusia. 22 Desember peringatan Hari Ibu

Izinkan saya mengutip kata-kata dari Raden Ajeng Kartini yang berbunyi begini: “Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dunia nenek moyangnya

Kartini, remaja yang dibesarkan dalam lingkungan feodal lebih dari satu abad yang lalu, telah memulai perjuangan penting menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan

Kini perempuan Indonesia mencatat sejumlah kemajuan. Perempuan Indonesia hari ini tampil memegang berbagai posisi terpenting di negeri ini

Beruntung kita punya Presiden Jokowi yang memberi kepercayaan kepada perempuan

Ada Bu Sri Mulyani yang dipercaya mengawal anggaran negara, Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi, Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan ada Ibu Rini Soemarno Menteri BUMN

Di Surabaya, perempuan hebat bernama Risma. Ibu Risma membuat Surabaya wajahnya menjadi cantik sekali. Dua pekan terakhir, “Sakura” Surabaya, bunga Tabebuya yang berwarna jambon, mekar dan berguguran, membuat kota ini begitu cantik. Membuat hati siapapun yang melihatnya menjadi hangat dan bahagia rasanya

Bro and Sis,

begitulah seharusnya politik bekerja

Tapi kita tidak boleh lupa, di tengah berbagai kemajuan, masih ada banyak sekali perempuan yang mengalami KETIDAKADILAN

Riset dari LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktek poligami menyebabkan ketidakadilan: perempuan yang disakiti dan anak-anak yang ditelantarkan

Karena itu, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tidak akan ada kader, pengurus, anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktekkan poligami

Bro dan Sis,

Rela tidak kalau ibu kita diduakan ?

Rela tidak kalau kakak atau adik kita dimadu ?

Rela gak kalau anak kita jadi istri kedua, istri ketiga dan seterusnya ?

TIDAK, kita pasti tidak rela !

PSI percaya, perjuangan keadilan, penghapusan diskriminasi harus dimulai dari keluarga, dari rumah

Bro and Sis yang akan berjuang bersama PSI menegakkan keadilan,

PEREMPUAN di PSI adalah INGRIDIENTS atau bahan baku yang sangat penting. Di tingkat pusat, 6 dari 9 Ketua Dewan Pimpinan Pusat adalah perempuan

Pada tingkat daerah, 42 persen pengurus PSI adalah perempuan. 45 persen Caleg DPR dan DPRD PSI adalah perempuan

Penelitian di dunia memperlihatkan bahwa kehadiran perempuan di level pimpinan organisasi atau perusahaan, berkorelasi dengan produktivitas yang lebih tinggi. Bahwa salah satu alat ukur memprediksi kedamaian suatu negara tidak cukup hanya dengan melihat kesejahteraan, demokrasi atau keragaman etnis, tapi juga terkait tentang BAGAIMANA perempuan itu diperlakukan di negara tersebut

Lebih dari setengah penduduk Indonesia adalah perempuan. Dari total usia produktif, 55 persen perempuan, namun ironisnya hanya separuh yang bekerja. 36 juta perempuan memutuskan berhenti bekerja setelah menikah dan punya anak. Potensi inilah yang ingin PSI gali. Partai ini akan berjuang membantu perempuan Indonesia untuk sekolah, bekerja dan memaksimalkan potensi terbaik mereka. Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kita lakukan adalah:

PERTAMA, memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi PEJABAT PUBLIK di eksekutif, legislatif, yudikatif serta Aparatur Sipil Negara. Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-undang No.1 Tahun 1974 yang memperbolehkan poligami

KEDUA, PSI akan memperjuangkan agar Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual — yang sudah dua tahun mandek di DPR — bisa DISAHKAN menjadi sebuah payung hukum untuk melindungi dan memberikan bantuan ketika ada perempuan yang jadi korban kekerasaan

Langkah KETIGA, kami akan mendukung kenaikan batas usia pernikahan menjadi 18 tahun. Kita tak ingin dengar ada lagi perempuan putus wajib belajar 12 tahun. Kami sadar, pendidikan yang rendah akan membuat perempuan sulit mendapat pekerjaan dan akhirnya rentan jatuh ke jurang kemiskinan

KEEMPAT, PSI ingin mendorong aturan yang memudahkan perempuan untuk bekerja dengan mengalokasikan anggaran negara untuk mendirikan “tempat-tempat penitipan anak“. Perlu ada opsi pemberlakuan jam kerja fleksibel sesuai kebutuhan perempuan. Kita dorong model “bekerja dari rumah” dengan memanfaatkan kemajuan teknologi supaya perempuan Indonesia tetap produktif

KELIMA, kami ingin menyelenggarakan kursus dan menyiapkan inkubator bisnis kecil menengah untuk para ibu di setiap kabupaten, supaya skill mereka meningkat, dan kemudian kita integrasikan potensi mereka ke e-commerce

KEENAM, PSI ingin menyelenggarakan program nutrisi ibu hamil dan balita, “Smart Posyandu” untuk mendidik masyarakat soal kesehatan dan kita jemput bola kalau ada warga yang tidak sempat ke Posyandu, “Smart Puskesmas” menyediakan layanan pemeriksaan rutin sekaligus merangkap ambulans darurat. Untuk menekan angka kematian ibu melahirkan, kita akan siapkan “Panic Button” supaya petugas medis bisa langsung datang ke lokasi jika diperlukan

Bro and Sis teman seperjuangan,

Surabaya — Jawa Timur, bagi PSI adalah istimewa

Dari Jawa Timur lahir tokoh bangsa, kampiun Islam moderat, seorang laki-laki monogami: Presiden Abdurrahman Wahid

Dari tempat ini — selain Ibu Risma — lahir pemimpin daerah terbaik Indonesia

Ibu Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya, Emil Dardak — yang PSI dukung — adalah keduanya pemimpin berkualitas

Terpilihnya mereka memperlihatkan atmosfer politik yang sehat, yang tidak dikotori kampanye kebencian suku dan agama

Kita perlu memperluas POLITIK AKAL SEHAT ini agar menyebar ke seluruh Indonesia, tidak hanya di Jawa Timur, tidak hanya di Surabaya !

Tahun ’45 Surabaya menjadi simbol perlawanan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia

Kini, kota ini terasa semakin penting karena inilah BENTENG ISLAM MODERAT dan KAUM NASIONALIS. Inilah daerah dimana politik akal sehat punya akar yang kuat

Dari Surabaya, dari Jawa Timur, kita akan memulai perjuangan penting, mewujudkan Indonesia menjadi tanah dimana perempuan diperlakukan setara, negeri dimana semua orang — tanpa memandang suku dan agama — bisa hidup berdampingan, bekerjasama membangun Indonesia menjadi negara yang modern dan kuat, tanah tempat keadilan berlaku untuk semua orang !

Ayo Bro dan Sis, bergerak bersama PSI. Kita tegakkan keadilan ! Keadilan untuk semua ! Keadilan untuk perempuan Indonesia !

Wassalamualaikum

Jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak orang-orang yang mengetahui program pemberdayaan perempuan yang akan dijalankan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bila berhasil melenggang ke Senayan dan juga memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pileg 2019

Sumber: KEADILAN UNTUK SEMUA, KEADILAN UNTUK PEREMPUAN INDONESIA




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: