Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, Ini Penjelasannya

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, isu poligami kembali menjadi sorotan, setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melarang para pengurus dan juga calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melakukan praktek poligami. Suami dari Kevin Osmond tersebut bahkan berjanji untuk mengupayakan larangan poligami bagi pejabat publik di lembaga legilatif, ekskutif, yudikatif dan juga Aparatur Sipil Negara (ASN)

Menanggapi isu poligami yang dinilai sebagai isu sensitif oleh sebagian masyarakat tersebut, Komisioner Komnas Perempuan KH Imam Nahe’i menyambut positif sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya melakukan praktek poligami, karena menurut KH Imam Nahe’i, poligami termasuk salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, Ini Penjelasannya

Sumber: https://www.jawapos.com

Ada perbedaan menurut saya melarang poligami dengan melarang praktek poligami. Ada catatan di Komnas Perempuan, poligami adalah kekerasan terhadap perempuan. Dalam pandangan saya praktik yang dilakukan faktanya kekerasan terhadap perempuan,” ungkap KH Imam Nahe’i dalam diskusi bertajuk “Perempuan dan Politik: Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?” di restoran Gado-Gado Boplo Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir news.detik.com (15/12/2018)




Lebih lanjut, KH Imam Nahe’i juga menilai bahwa anggapan bahwa poligami merupakan sunah tersebut merupakan penodaan terhadap agama Islam, karena poligami, sebagaimana yang dipahami oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, memang tidak ada dalam fikih Islam

Poligami sunah, menurut saya penodaan agama, karena tidak ada dalam fikih. Boleh saja (poligami), tapi tidak naik sampai tingkat sunah,” jelas KH Imam Nahe’i, sebagaimana dilansir aceh.tribunnews.com (16/12/2018)

KH Imam Nahe’i pun secara terang-terangan menyebut bahwa praktik poligami tidak serta merta merupakan ajaran agama Islam, karena jauh sebelum agama Islam datang, praktek poligami telah dilakukan, sehingga pemahaman yang menganggap bahwa praktek poligami ajaran Islam merupakan pemahaman yang keliru. Selain itu, KH Imam Nahe’i juga menyatakan bahwa Islam tidak memerintahkan umatnya untuk melakukan poligami, namun memang ada aturan mengenai hal tersebut dalam ajaran Islam

Jauh sebelum Islam datang, praktik poligami sudah dilakukan. Poligami ajaran Islam itu keliru. Islam datang bukan memberikan poligami, tapi memberikan pengaturan,” tutur KH Imam Nahe’i, sebagaimana dilansir nasional.tempo.co (15/12/2018)

KH Imam Nahe’i memaparkan bahwa berdasarkan hasil pengaduan ke Komnas Perempuan, praktek poligami jelas-jelas merupakan salah satu tindakan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan akibat perkawinan tidak tercatat atau yang biasa dikenal sebagai nikah siri merupakan jumlah pengaduan terbanyak, lalu disusul aksi kekerasan karena poligami dan kekerasan berbasis siber

Nikah yang tidak tercatat dan poligami ini dua hal yang saling tumpang tindih karena pada umumnya, praktik poligami itu pasti tidak dicatatkan. Karena, jarang sekali ada perkawinan poligami yang dicatatkan. Nyaris tidak ada karena membutuhkan syarat-syarat yang sangat ketat,” papar KH Imam Nahe’i, sebagaimana dilansir voaindonesia.com (16/12/2018)

KH Imam Nahe’i mengungkapkan bahwa hadirnya ayat poligami dalam Al Qur’an ataupun hadis bukan untuk memerintahkan umat muslim beristri lebih dari satu, namun sebagai upaya untuk mengatur perilaku. Selain itu, KH Imam Nahe’i juga menjelaskan bahwa ada satu ayat yang tegas menyatakan salah satu syarat utama poligami ialah mampu berlaku adil dan hal tersebut menjadi satu poin yang hampir mustahil dapat dipenuhi manusia

Islam datang bukan menganjurkan poligami, tapi memberikan aturan dan pembatasan dengan syarat yang sangat sulit. Sesuai dengan metodologi fiqih yang dikenal dalam Islam, ayat dalam poligami bukan menyuruh, tapi mengatur poligami. Ini mungkin termasuk alasan Turki, Tunisia melarang poligami, syarat yang tidak mungkin bisa dilaksanakan adalah keadilan,” jelas KH Imam Nahe’i, sebagaimana dilansir news.metrotvnews.com (15/12/2018)

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, Ini Penjelasannya

Sumber: https://breakingnews.co.id

Jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak lagi orang-orang yang mendukung dan memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang melarang praktek poligami, dalam Pileg 2019




LINE it!

One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: