Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, jagad perpolitikan Indonesia digegerkan dengan beredarnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos, lewat WhatsApp (WA) dan juga media sosial, dimana tersebar rekaman seorang laki-laki yang berbunyi, “Ini sekarang ada 7 kontainer di Tanjung Priok sekarang lagi geger, mari sudah turun. Di buka satu. Isinya kartu suara yang dicoblos nomor 1, dicoblos Jokowi. Itu kemungkinan dari Cina itu. Total katanya kalau 1 kontainer 10 juta, kalau ada 7 kontainer 70 juta suara dan dicoblos nomor 1. Tolong sampaikan ke akses, ke pak Darma kek atau ke pusat ini tak kirimkan nomor telepon orangku yang di sana untuk membimbing ke kontainer itu. Ya. Atau syukur ada akses ke Pak Djoko Santoso. Pasti marah kalau beliau ya langsung cek ke sana ya.

Kabar dan rekaman tersebut juga diterima oleh para komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik melalui media sosial maupun WhatsApp, dan tengah malam, jajaran komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendatangi Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok untuk mengecek serta memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos dan disebut-sebut dari China tersebut

Lewat pengecekan langsung oleh jajaran komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tersebut, isu masuknya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut dipastikan hanyalah berita bohong (hoax). Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga menegaskan bahwa surat suara Pilpres 2019 belum dicetak sama sekali

Setiap pekerjaan KPU, KPU harus mampu mempertanggungjawabkan. Kali ini kami menganggap isu yang sekarang luar biasa berlebihan, maka kami merasa tidak cukup menjawab data dan fakta, tapi kami perlu melaporkan agar tidak ada kejadian ini berlanjut di masa datang,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, sebagaimana dilansir news.detik.com (03/01/2019)

Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

Sumber: https://news.detik.com

Pasca dinyatakannya isu masuknya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut sebagai berita bohong (hoax), Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan kasus hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut ke Bareskrim Polri dan juga meminta Cyber Crime Mabes Polri untuk menelusuri penyebar hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut

Dari hasil penelusuran awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa penyebar hoaks 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut merupakan akun anonim yang tidak jelas identitasnya dan tiba-tiba hilang setelah menyebarkan hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut

Sementara itu, Kabid Humas Polra Metro Jaya Komsaris Besar Argo Yuwono mengungkapkan bahwa pihak kepolisian memastikan isu 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kawasan Tanjung Priok tersebut adalah berita bohong (hoax) dan juga menyatakan bahwa tidak ada 7 kontainer surat suara yang dicoblos tersebut di Tanjung Priok, Jakarta Utara

Argo Yuwono juga menuturkan bahwa Polda Metro Jaya telah memastikan isu 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kawasan Tanjung Priok tersebut ke Polres serta Panwaslu setempat dan juga telah berkomunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memastikan bahwa tidak ada surat suara yang dicoblos

Tidak ada kontainer tersebut. Jadi berita itu tidak benar dan adalah hoaks. Jadi kami sudah komunikasi dengan KPU, bahwa surat suara pun belum dicetak. kemudian Kapolres juga dengan panwas sudah mengecek ke sana,” ungkap Argo Yuwono,sebagaimana dilansir cnnindonesia.com (03/01/2019)

Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

Sumber: https://www.cnnindonesia.com

Pihak kepolisian sendiri saat ini telah menetapkan dua orang berinisial LS serta HY sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut dan juga sedang memburu dalang alias pembuat hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut

Kedua orang tersebut dijadikan tersangka, karena diduga menjadi orang-orang yang memviralkan hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut, namun tidak ditahan karena ancaman hukuman bagi kedua tersangka tersebut di bawah 5 tahun

Jadi itu kan ada dua, LS dan HY, dalam proses pemeriksaan tadi malam sudah selesai dilakukan pemeriksaan dan sudah dipulangkan sudah tersangka, tapi tidak ditahan. Karena memang salah satu pasal itu ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,” ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Kombes Pol Syahar Diantono, sebagaimana dilansir medan.tribunnews.com (05/01/2019)

Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

Sumber: http://www.tribunnews.com

Sebagai catatan, LS dan HY dikenakan ancaman hukuman maksimal 2 tahun, berdasarkan pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Barang yang berbunyi,

Siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo menuturkan bahwa LS dan HY ditersangkakan, karena menerima konten dan kemudian ikut menyebarkan, tanpa dicek terlebih dahulu

HY perannya menerima konten kemudian ikut menyebarkan, sementara LS juga menerima lalu tanpa dicek langsung memviralkan,” ungkap Brigadir Jenderal Pol Dedi Prasetyo, sebagaimana dilansir nasional.tempo.co (05/01/2019)

Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

Sumber: https://nasional.tempo.co



Menanggapi beredarnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut, pada hari Minggu tanggal 06 Januari 2019 pukul 08:32 WIB Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menulis kultwit menohok sangat, dimana dalam kultwit menohok sangat tersebut disebutkan bahwa terungkapnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut merupakan percobaan kudeta yang gagal terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Teddy Gusnaidi mengawali kultwit beliau dengan menyatakan bahwa jika pada tanggal 02 Januari 2019 malam Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak segera mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut, Pemilu 2019 sudah dapat dipastikan gagal

Lebih lanjut, Teddy Gusnaidi juga menegaskan bahwa jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) datang ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk pada tanggal 03 Januari 2019, sudah dapat dipastikan akan terjadi demo besar-besaran menuntut Pemilu yang jurdil (jujur dan adil) dan meminta agar komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) diganti serta demo berjilid-jilid dengan tuntutan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak menggunakan kekuasaan untuk menang

Teddy Gusnaidi bahkan menyebutkan bahwa hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut merupakan pintu masuk untuk melegalkan kekacauan besar (chaos) pra dan pasca Pemilu 2019 dan sekaligus pintu masuk untuk menggagalkan Pemilu 2019, dimana jika saat itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak segera tanggap dan segera datang ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut, hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut akan menjadi jualan utama secara besar-besaran oleh para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) setiap hari dengan framing bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketahuan melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019

Para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan membuat framingPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketahuan melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019” tersebut setiap hari dan juga menciptakan keributan di setiap daerah

Teddy Gusnaidi menuturkan bahwa jika pada tanggal 02 Januari 2019 malam Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak segera mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut, masyarakat dibuat beradu fisik dengan framing bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kecurangan dan ketika Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memenangkan Pilpres 2019, para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan menciptakan kerusuhan besar-besaran yang sangat berbahaya dan sangat brutal, sehingga Pemilu 2019 sudah dipastikan gagal

Teddy Gusnaidi menambahkan bahwa jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priok pada tanggal 03 Januari 2019, para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan menggulirkan isu bahwa:

1) 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut telah diamankan terlebih dahulu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berpura-pura datang untuk memeriksa

2) Kecurangan dalam Pemilu 2019 sudah sangat masif dan terstruktur

3) Komisi Pemilihan Umum (KPU) kongkalikong dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

4) Pemilu 2018 pemilu dagelan

5) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menggunakan kekuasaan untuk memenangkan Pemilu 2019

Keempat isu tersebut di atas akan dijadikan bahan bagi para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) untuk melakukan demo berjilid-jilid dan juga membuat rakyat beradu fisik lewat keributan yang diciptakan oleh para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) hingga selesai Pemilu 2019

Keempat isu yang disebarkan setiap hari hingga selesai Pemilu 2019 juga akan dijadikan alasan bagi para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) untuk menggelar huru-hara dan bentrokan, dimana bila Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memenangkan Pilpres 2019, para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan menolak hasil Pemilu 2019, lalu menggelar kerusuhan besar-besaran

Jika para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) berhasil menciptakan kerusuhan besar-besaran dan menggagalkan Pemilu 2019, mereka akan menjalankan strategi kedua, yaitu melakukan kudeta terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan memanfaatkan kerusuhan besar-besaran yang mereka ciptakan tersebut untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK dan mengambil kekuasaan secara paksa

Teddy Gusnaidi juga menjelaskan bahwa bila Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat itu tidak segera tanggap dan segera mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut, para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan terus-menerus membuat bentrokan di berbagai daerah hingga hari H Pemilu dan hal tersebut akan membuat negara rapuh, karena terus-menerus mengurusi demo dan bentrokan di berbagai daerah, lalu mereka akan melakukan kudeta berdarah

Para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) sangat menyadari betul bahwa mereka harus terlebih dahulu melemahkan negara lewat keempat isu tersebut di atas dan hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut adalah pintu masuk bagi keempat isu tersebut di atas

Sayangnya, para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) tidak mengira bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada tanggal yang sama dan jam yang tidak terlalu jauh dari isu yang mereka sebarkan tersebut, langsung mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut

Teddy Gusnaidi selanjutnya meminta pihak kepolisian untuk tidak membiarkan pembuat maupun penyebar hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut bebas, karena menurut beliau, hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut merupakan strategi biadab dan keempat isu tersebut di atas bukanlah isu murahan, melainkan dibuat secara profesional

Selain itu, Teddy Gusnaidi juga menegaskan bahwa terungkapnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut sama hal nya seperti teroris yang merencanakan untuk melakukan pengeboman, namun ketahuan dan kasus tersebut harus ditindak, karena mereka melakukan tindak pidana berat, yaitu dengan merencanakan perbuatan jahat serta biadab yang dapat mengguncang keamanan negara secara nasional

Kelihatannya apa yang dipaparkan oleh Teddy Gusnaidi dengan kecurigaan Indonesia Police Watch (IPW) ada kaitannya, dimana dalam artikel “IPW Curiga Prabowo Subianto Tengah Siapkan Kerusuhan Pasca Pemilu 2019, Ini Penjelasannya“, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan bahwa pihaknya menanggapi secara serius pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai Indonesia yang akan punah jika beliau kalah di Pemilu 2019, dimana pernyataan mantan Danjen Kopassus tersebut patut dicurigai sebagai salah satu bentuk provokasi agar masyarakat melakukan kerusuhan dalam Pemilu 2019

Patut dicurigai bahwa jangan-jangan Prabowo ini sudah mempersiapkan kalau dia (Prabowo) kalah di Pilpres 2019 akan terjadi kekacauan, yang ujung-unjungnya terjadi perang saudara,” ujar Neta S Pane dalam acara diskusi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk “Indonesia Pasca Pemilu, Prabowo Kalah, Indonesia Punah“, sebagaimana dilansir beritasatu.com (21/12/2018)

Teddy Gusnaidi mengakhiri kultwit beliau dengan mengingatkan masyarakat luas, lewat hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut, untuk mulai mewaspadai gerakan selanjutnya dari para oknum biadab yang ingin berkuasa dengan cara yang biadab dan juga berharap, semoga pihak kepolisian dapat membongkar kasus hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut hingga ke dalang-dalangnya (pembuat maupun penyebar hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit yang ditulis oleh akun Twitter @TeddyGusnaidi di bawah ini dan jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak lagi orang-orang yang mengetahui strategi biadab yang dirancang oleh para pendukung dan timses Prabowo-Sandi (BoSan) untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan Jokowi-JK lewat beredarnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos tersebut

Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

Foto by One Indonesia Satu




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

3 thoughts on “Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: