Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat “Jokowi Takut Paparkan Visi Misi” yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, belum lama ini dunia perpolitikan Indonesia dihebohkan dengan beredarnya hashtag #JokowiTakutPaparkanVisiMisi yang sempat menjadi trending topic dalam jagad Twitter Indonesia, dimana hashtag tersebut disebarkan oleh para buzzer dari kubu Prabowo-Sandi (BoSan) sebagai salah satu bentuk tuduhan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai berpihak kepada pasangan Jokowi – KH. Ma’ruf Amin dan juga membangun opini sesat di hadapan masyarakat luas bahwa Jokowi – KH. Ma’ruf Amin takut untuk menyampaikan visi-misi. Meski demikian, para pembaca perlu mengetahui bahwa di balik beredarnya hashtag #JokowiTakutPaparkanVisiMisi tersebut, ada strategi biadab yang sedang dirancang oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) dan untuk info selengkapnya, silahkan baca artikel ini sampai selesai

Para buzzer dari kubu Prabowo-Sandi (BoSan) sedang menggiring opini publik bahwa seolah-olah keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan kisi-kisi pertanyaan debat kepada kedua paslon capres-cawapres tersebut merupakan keputusan yang tidak netral dan juga menguntungkan kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, namun apa yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut merupakan sebuah strategi yang disiapkan secara matang untuk menutupi strategi busuk yang sebenarnya mereka lakukan alias “maling teriak maling

Sebelum membongkar strategi bejad yang dibangun oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) di balik beredarnya hashtag #JokowiTakutPaparkanVisiMisi tersebut, para pembaca perlu mengetahui bahwa debat capres-cawapres harus diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sesuai UU Pemilu No. 7 Thn 2017, dan metode debat harus dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – KH. Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan), dimana kesepakatan bersama tersebut tidak terbatas pada mekanisme debat, melainkan juga penentuan moderator dan panelis hingga format debat

Semua yang diputuskan itu berarti sudah disepakati oleh masing-masing paslon,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman saat ditanya mengenai siapa yang mengusulkan ide pemberitahuan awal daftar pertanyaan debat, sebagaimana dilansir bbc.com (03/01/2019)

Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat "Jokowi Takut Paparkan Visi Misi" yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

Sumber: https://www.bbc.com

Dalam menentukan teknis debat Pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan rapat tertutup yang dihadiri oleh perwakilan kedua paslon capres-cawapres dan beberapa parpol, di antaranya Aria Bima (politisi PDI Perjuangan), Priyo Budi Santoso (politisi Partai Berkarya), perwakilan Partai Gerindra, perwakilan Partai Demokrat dan perwakilan parpol-parpol lainnya pendukung Jokowi – KH. Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandi (BoSan)




Dalam rapat tertutup tersebut, kubu Prabowo-Sandi (BoSan) mengusulkan agar debat ditiadakan dan diganti dengan penyampaian visi dan misi capres secara satu arah (tanpa tanya jawab/komunikasi dua arah dari panelis maupun antar paslon capres-cawapres). Hal tersebut jelas-jelas akan menbuat malu demokrasi Indonesia di mata dunia internasional. Kubu Prabowo-Sandi (BoSan) bahkan mengusulkan format aneh yang hanya membuang-buang waktu saja, yaitu masing-masing paslon capres-cawapres menyampaikan visi-misi selama 12 menit, lalu dalam sesi tanya jawab, panelis hanya boleh menanyakan hal-hal mengenai visi-misi dan setelah itu, acara debat selesai

Saat itu para peserta rapat tertutup tersebut terkejut dengan usul memalukan dari kubu Prabowo-Sandi (BoSan) yang menginginkan adanya debat yang bersifat dua arah tersebut dan usulan tersebut termtu saja ditolah oleh kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin yang menginginkan adanya debat bersifat dua arah, agar terjadi pendalaman visi-misi dan program kerja kedua paslon capres-cawapres. Meski demikian, apa yang diusulkan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) dalam rapat tertutup dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin tersebut sesungguhnya telah mereka rencanakan sejak bulan September 2018, dimana yang meminta agar debat tidak diadakan ialah Sandiaga Uno (cawapres nomor urut 02) yang tidak percaya diri dalam menghadapi debat capres-cawapres

Karena usulan pertama ditolak oleh kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, akhirnya kubu Prabowo-Sandi (BoSan) mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan kisi-kisi pertanyaan debat kepada kedua paslon capres-cawapres dan usulan tersebut sekaligus juga sebagai syarat agar kubu Prabowo-Sandi (BoSan) menyetujui adanya debat capres-cawapres. Daripada debat capres-cawapres tidak terlaksana ataupun hanya dijadikan ajang formalitas omong kosong oleh Prabowo-Sandi (BoSan), Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin akhirnya menyetujui usulan kedua yang diajukan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu meminta adanya kisi-kisi pertanyaan debat capres-cawapres yang harus diserahkan kepada paslon capres-cawapres seminggu sebelum debat capres-cawapres dilaksanakan

Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat "Jokowi Takut Paparkan Visi Misi" yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

Sumber: https://www.beritasatu.com

Hal lainnya yang perlu para pembaca ketahui ialah sejak awal kubu Prabowo-Sandi (BoSan) menolak adanya debat capres-cawapres, karena selain Prabowo Subianto sering ngomong ngawur tanpa data, kubu Prabowo-Sandi (BoSan) mengetahui bahwa saat ini Prabowo Subianto memiliki masalah kesehatan yang serius yang membuat beliau tidak dapat berdiri sambil berpikir selama 1 jam. Hal tersebut terbukti saat Prabowo Subianto duduk sambil menyampaikan beberapa pidato terakhir Prabowo Subianto dengan waktu cukup lama; atau dengan kata lain, Prabowo Subianto tidak kuat berdiri lama

Masalah terjadi saat Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu Dahnil Anzar Simanjuntak, melontarkan tuduhan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) berpihak kepada Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, dimana seharusnya Dahnil Anzar Simanjuntak mengetahui hasil tertutup antara Komisi Pemilihan Umum (KPU), kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin dan kubu Prabowo-Sandi (BoSan), sehingga beliau tidak melontarkan tuduhan bodoh terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Para pembaca juga perlu mengetahui bahwa opini sesat bahwa Jokowi – KH. Ma’ruf Amin takut untuk menyampaikan visi-misi tersebut sesungguhnya merupakan upaya kubu Prabowo-Sandi (BoSan) untuk melakukan deligitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU), yaitu dengan membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak lagi dipercaya oleh masyarakat luas, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang saat ini sudah bertindak netral, dinilai telah berlaku curang dan berpihak pada kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin

Upaya kubu Prabowo-Sandi (BoSan) untuk melakukan deligitimasi terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut dilakukan di tengah elektabilitas Prabowo-Sandi (BoSan) yang memang mangkrak seperti Candi Hambalang karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dimana berdasarkan survei yang digelar oleh LSI Denny JA seusai pelaksanaan Reuni 212 pada tanggal 05-12 Desember 2018b dengan metode multistage random sampling, jumlah responden 1.200 orang dan margin of error sebesar 2,8 persen, elektabilitas Jokowi – KH. Ma’ruf Amin mencapai 54,2% dan disusul dengan elektabilitas Prabowo-Sandi (BoSan) yang hanya mencapai 30,6% serta 15,2% yang tidak menjawab ataupun merahasiakan pilihan mereka

Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat "Jokowi Takut Paparkan Visi Misi" yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

Sumber: news.detik.com

Kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tengah kehabisan cara untuk memangkas selisih elektabilitas yang sangat jauh tersebut, sehingga kubu Prabowo-Sandi (BoSan) pun melakukan cara-cara yang ekstrim dan memalukan, diantaranya dengan melakukan upaya delegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mempengaruhi psikologis politik Komisi Pemilihan Umum (KPU), dimana dengan narasi KPU curang dan berpihak pada kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, kubu Prabowo-Sandi (BoSan) secara tidak langsung memaksa Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berpihak kepada kubu Prabowo-Sandi (BoSan), karena bila Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap bertindak netral, kubu Prabowo-Sandi (BoSan) akan terus-menerus menyebarkan opini sesat bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak netral

Opini sesat yang dibangun oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut juga dapat dijadikan alasan bagi kubu Prabowo-Sandi (BoSan), yang menyadari bahwa Prabowo-Sandi (BoSan) tidak akan menang dalam Pilpres 2019 tersebut, untuk menolak dan juga memboikot hasil Pemilu 2019, jika Jokowi – KH. Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019, sehingga hal tersebut akan menimbulkan kekacauan besar (chaos) dan saat itulah Front Pembela Islam (FPI), Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI), gerombolan Wahabi dan para teroris yang berkumpul dalam kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut akan memanfaatkan kekacauan yang diciptakan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu dengan menjadi penumpang gelap dan membuat Indonesia menjadi seperti Suriah

Dalam artikel “IPW Curiga Prabowo Subianto Tengah Siapkan Kerusuhan Pasca Pemilu 2019, Ini Penjelasannya“, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkapkan bahwa pihaknya menanggapi secara serius pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai Indonesia yang akan punah jika beliau kalah di Pemilu 2019, dimana pernyataan mantan Danjen Kopassus tersebut patut dicurigai sebagai salah satu bentuk provokasi agar masyarakat melakukan kerusuhan dalam Pemilu 2019

Patut dicurigai bahwa jangan-jangan Prabowo ini sudah mempersiapkan kalau dia (Prabowo) kalah di Pilpres 2019 akan terjadi kekacauan, yang ujung-unjungnya terjadi perang saudara,” ujar Neta S Pane dalam acara diskusi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk “Indonesia Pasca Pemilu, Prabowo Kalah, Indonesia Punah“, sebagaimana dilansir beritasatu.com (21/12/2018)

Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat "Jokowi Takut Paparkan Visi Misi" yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

Sumber: http://www.tribunnews.com

Selain itu, dalam artikel “Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya“, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menulis kultwit menohok sangat, dimana dalam kultwit tersebut beliau mengungkapkan bahwa jika pada tanggal 02 Januari 2019 malam Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak segera mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut, Pemilu 2019 sudah dapat dipastikan gagal, karena kubu Prabowo-Sandi (BoSan) akan membangun framing bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketahuan melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019 dan isu tersebut akan dijadikan alasan bagi kubu Prabowo-Sandi (BoSan) untuk menolak hasil Pemilu 2019, jika Jokowi – KH. Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019 dan menciptakan kerusuhan besar-besaran yang sangat berbahaya dan sangat brutal

Setelah kubu Prabowo-Sandi (BoSan) berhasil menciptakan kerusuhan besar-besaran dan menggagalkan Pemilu 2019, mereka akan menjalankan strategi kedua, yaitu melakukan kudeta terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan memanfaatkan kerusuhan besar-besaran yang mereka ciptakan tersebut untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK dan mengambil kekuasaan secara paksa

Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat "Jokowi Takut Paparkan Visi Misi" yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

Foto by One Indonesia Satu

Sebelum mengakhiri artikel ini, para pembaca perlu mengetahui bahwa apa yang dipaparkan dalam artikel ini mapun kultwit yang ditulis oleh Teddy Gusnaidi merupakan sebuah fakta bahwa kubu Prabowo-Sandi (BoSan) mempersiapkan dan tengah menjalankan strategi biadab yang sangat berbahaya bagi kehidupan rakyat Indonesia, baik lewat beredarnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos maupun karena kubu Prabowo-Sandi (BoSan) hanya bernafsu untuk mengejar kekuasaan dan rela mengorbnankan Indonesia hanya demi syahwat politik mereka semata-mata

Akhir kata, kami ingin mengingatkan masyarakat luas untuk mulai mewaspadai gerakan-gerakan selanjutnya dari para oknum biadab yang ingin berkuasa dengan cara yang biadab dan juga tidak memilih paslon capres-cawapres yang rela mengorbankan Indonesia, dengan menyiapkan rencana kerusuhan dan pertumpahan darah (karena tahu bahwa mereka akan kalah jika bertarung secara fair dalam Pilpres 2019, hanya demi memuaskan syahwat kekuasaan semata-mata

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit “Prabowo Takut Debat” yang ditulis oleh akun Twitter @joxzin-jogja di bawah ini dan jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak lagi orang-prang yang mengetahui strategi bejad di balik opini sesat “Jokowi Takut Paparkan Visi Misi” yang disebarkan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) dan juga tidak memilih paslon capres-cawapres yang rela mengorbankan Indonesia, dengan menyiapkan rencana kerusuhan dan pertumpahan darah (karena tahu bahwa mereka akan kalah jika bertarung secara fair dalam Pilpres 2019, hanya demi memuaskan syahwat kekuasaan semata-mata




LINE it!

One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

4 thoughts on “Inilah Strategi Biadab di balik Opini Sesat “Jokowi Takut Paparkan Visi Misi” yang Disebarkan Kubu Prabowo-Sandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: