(MEMALUKAN !!!) Ada Strategi Licik di balik Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi (BoSan), Ini Penjelasannya

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada tanggal 09 Januari 2019 Prabowo-Sandi (BoSan) mengubah berkas visi misi, dimana Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) merilis dokumen visi misi yang berjudul “Indonesia Menang” pada tanggal 07 Januari 2019, sementara dokumen awal visi misi yang telah diserahkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) berjudul “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa tidak banyak berubah dalam dokumen visi misi “Indonesia Menang” jika dibandingkan dengan dokumen visi misi “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia” yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya

Tidak banyak yang berubah. Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi ingin ada perbaikan,” ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagaimana dilansir nasional.kompas.com (11/01/2019)

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, ada empat poin revisi dalam dokumen visi misi “Indonesia Menang“, yaitu:

1) Adanya perubahan tata bahasa agar mudah dipahami oleh masyarakat

2) Badan Pemenangan Nasional (BPN) memperkuat referensi dan dasar utama visi misi yang berlandaskan pada Pancasila serta UUD 1945

Perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi, yakni Pasal 33,” jelas Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagaimana dilansir jogja.tribunnews.com (11/01/2019)

3) Perubahan struktur kalimat pesan visi yang ditawarkan oleh pasangan Prabowo-Sandi (BoSan)

Perubahan struktur kalimat pesan visi yang ditawarkan oleh pasangan Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat umum

Memperkuat pesan visi masa depan pemerintah Prabowo-Sandi yang ingin menghadirkan, aman untuk semua, adil untuk semua, Makmur untuk semua. Rakyat yang utama. Ada juga perubahan layout agar lebih menarik,” tambah Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagaimana dilansir jateng.tribunnews.com (11/01/2019)

(MEMALUKAN !!!) Ada Strategi Licik di balik Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi (BoSan), Ini Penjelasannya

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Dahnil_Anzar_Simanjuntak

Menanggapi perubahan visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyatakan bahwa perbaikan dokumen visi-misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan lagi.

Prinsipnya begini, visi-misi, program pasangan capres dan cawapres itu kan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendaftaran. Karena posisi regulasinya begitu, maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres,” ungkap Wahyu Setiawan, sebagaimana dilansir news.detik.com (11/01/2019)

(MEMALUKAN !!!) Ada Strategi Licik di balik Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi (BoSan), Ini Penjelasannya

Sumber: https://news.detik.com

Secara terpisah, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menganalogikan keputusan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengubah visi misi nya tersebut dengan sopir-kondektur yang merubah jalur di tengah jalan

PSI mengibaratkan Prabowo-Sandi bagai sopir dan kondektur yang tiba-tiba mengumumkan kepada para penumpang. Mohon maaf ada sedikit perubahan, bus ini tidak jadi ke Bandung. Kita akan ke Bukittinggi,” ungkap Grace Natalie melalui pidato politik yang disampaikan beliau dalam Festival11 yang berjudul “Politik Akal Sehat, Politik Akal Muda” di Trans Convention Centre, Bandung, Jawa Barat, sebagaimana dilansir beritasatu.com (11/01/2019)

(MEMALUKAN !!!) Ada Strategi Licik di balik Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi (BoSan), Ini Penjelasannya

Sumber: https://www.beritasatu.com



Sampai di sini para pembaca tentunya dapat mengetahui siapa sebenarnya yang takut untuk memaparkan visi-misi, dimana visi-misi, yang telah dikirimkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan disosialisasikan sejak bulan September 2018, diubah begitu saja pada tanggal 09 Januari 2019. Hal tersebut mungkin disebabkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) menyadari bahwa visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) dicibir oleh banyak warga Indonesia, karena kalimatnya terlalu panjang dan tidak efektif secara tata bahasa, sehingga mereka meutuskan untuk merubah visi misi dari “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia” menjadi “Indonesia Menang

Para pembaca juga perlu mengetahui bahwa secara keseluruhan, visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan), yang sblmnya mirip brosur 13 halaman, dirubah menjadi lebih tebal, yaitu 38 halaman dan isinya hampir 90 % berbeda dari visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) dalam “Empat Pilar Menyejahterakan Indonesia” yang sebelumnya telah didaftarkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta disosialisasikan ke masyarakat luas

Sebagai catatan, waktu kampanye Pilpres 2019 diperpanjang hingga 8 bulan ( dari yang biasanya hanya 3 bulan), agar masyarakat dapat lebih memahami visi-misi paslon capres-cawapres. Saat kampanye Pilpres 2019 telah berjalan selama 4 bulan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) merombak total visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) dan hal tersebut berarti Prabowo-Sandi (BoSan) selama ini telah membohogi rakyat dengan janji-janji mereka selama 4 bulan

Selain itu, para pembaca juga harus mengetahui bahwa 90 persen dari visi misi Prabowo-Subianto (BoSan) yang dirubah tersebut mirip dengan visi-misi Jokowi-KH. Ma’ruf Amin dan kelihatannya kubu Prabowo-Subianto (BoSan) memang telah merencanakan hal tersebut sejak awal, yaitu menjiplak visi misi Jokowi – KH. Ma’ruf Amin telak-telah setelah kubu Jokowi – KH. Ma’ruf Amin mempublikasikan visi-misi Jokowi – KH. Ma’ruf

Salah satu perubahan visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) paling mencolok ialah mengenai HAM yang juga akan diperbincangkan dalam debat Pilpres 2019 pertama, dimana dalam visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) sebelumnya, sama sekali tidak ada kata HAM baik di visi, misi, pilar maupun program kerja (mungkin karena Prabowo Subianto selama ini dikenal sebagai penjahat HAM Indonesia), namun dalam visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang dirubah oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan), kata HAM muncul dalam misi nomor 3 yang berbunyi, “membangun keadilan dan HAM“, padahal HAM bukan dibangun, melainkan harus ditegakkan, dilindungi serta diterapkan

Lebih lanjut, ada kemungkinan lainnya yang dapat menjelaskan mengapa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) merombak total visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu mungkin karena kalimat visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang terlalu panjang atau mungkin juga karena Prabowo Subianto sendiri sesungguhnya meragukan kemampuan dirinya untuk menyampaikan visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) secara langsung (tanpa teks ataupun contekan) dalam debat Pilpres 2019. Selama ini para buzzer dari kubu Prabowo-Sandi (BoSan) selalu merasa bahwa Prabowo Subianto pintar serta mampu berpidato tanpa teks, padahal pidato yang disampaikan Prabowo Subianto selama ini nglantur dan penuh dengan hoax

Yang jelas, perubahan visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut menunjukkan kelicikan kubu Prabowo-Sandi (BoSan) dalam pertarungan politik menjelang debat Pilpres 2019, dimana para panelis harus menyerahkan daftar pertanyaan debat Pilres 2019 (yang harus disusun dari visi-misi paslon capres-cawapres yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat mendaftarkan diri) ke masing-masing paslon capres-cawapres pada tanggal 10 Januari 2019 dan bila visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) baru diubah pada tanggal 09 Januari 2019, pertanyaan yang telah disusun oleh panelis tersebut, khususnya kepada Prabowo-Sandi (BoSan) tidak akan nyambung alias tidak sesuai dengan visi misi Prabowo-Sandi dalam “Indonesia Menang“, padahal para panelis telah menyelesaikan daftar pertanyaan (yang diajukan berdasarkan visi-misi capres-cawapres yang telah diajukan 4 bulan yang lalu ke ke Komisi Pemilihan Umum (KPU)) pada tanggal 05 Januari 2019

Saat pertanyaan para panelis yang telah disusun tersebut berbeda, Prabowo-Sandi (BoSan) akan mengelak dengan mengatakan, “Itu tidak ada di visi-misi saya,” atau saat panelis menanyakan mengapa ada permasalahan penting tapi tidak ada dalam visi-misi (yang telah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya), Prabowo-Sandi (BoSan) akan mengelak dengan mengaakan, “Itu sudah ada kok di visi-misi saya” dan saat itulah para buzzer yang biadab dari kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut akan melanjutkan narasi mereka dalam upaya mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan ramai-ramai mengatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlaku curang, yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada Prabowo-Sandi (BoSan) yang tidak sesuai dengan visi-misi mereka berdua

Ketika kubu Prabowo-Sandi (BoSan) berhasil melakukan deligitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), kubu Prabowo-Sandi (BoSan), yang menyadari bahwa Prabowo-Sandi (BoSan) tidak akan menang dalam Pilpres 2019 tersebut, memiliki alasan untuk menolak dan juga memboikot hasil Pemilu 2019, jika Jokowi – KH. Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019, sehingga hal tersebut akan menimbulkan kekacauan besar (chaos) dan saat itulah Front Pembela Islam (FPI), Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI), gerombolan Wahabi dan para teroris yang berkumpul dalam kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut akan memanfaatkan kekacauan yang diciptakan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu dengan menjadi penumpang gelap dan membuat Indonesia menjadi seperti Suriah

Lebih lanjut, perubahan visi-misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut menunjukkan ketidaksiapan Prabowo-Sandi (BoSan) untuk memimpin Indonesia, bahkan mereka cenderung menganggap negara Indonesia hanya sebagai mainan yang dapat diubah seenaknya. Para pembaca pasti mengetahui bahwa sejak awal Prabowo-Sandi (BoSan) memang menganggap NKRI seperti mainan, dimana mereka berdua bahkan mau merangkul dan bersedia ditunggangi oleh kaum radikal, diantaranya Front Pembela Indonesia (FPI), Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI), ISIS maupu kelompok-kelompok radikal lainnya, yang ingin mengacak-acak Indonesia hanya demi meraih kekuasaan. Prabowo-Sandi (BoSan) menganggap bahwa saat mereka berdua telah meraih kekuasaan, mereka dapat dengan mudah merubah situasi Indonesia yang telah hancur dan berdarah-darah dengan situasi yang damai dan rukun seperti mengganti mainan rusak dengan mainan baru

Satu hal yang pasti ialah perubahan visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut merupakan skandal yang memalukan, licik dan menjijikkan, dimana apa yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut menunjukkan bahwa Prabowo-Sandi (BoSan) tidak memiliki gagasan untuk membawa ke mana negara ini. Apa yang Prabowo-Sandi (BoSan) miliki hanyalah nafsu kekuasaan yang belum sempat terlampiaskan dan Pilpres 2019 merupakan kesempatan terakhir bagi Prabowo Subianto, sehingga beliau akan menggunakan segala cara hanya demi berkuasa di Indonesia

Sebagai info tambahan, dalam artikel “IPW Curiga Prabowo Subianto Tengah Siapkan Kerusuhan Pasca Pemilu 2019, Ini Penjelasannya“, Presidium Indonesia Police Watch mengenai Indonesia yang akan punah jika beliau kalah di Pemilu 2019, dimana pernyataan mantan Danjen Kopassus tersebut patut dicurigai sebagai salah satu bentuk provokasi agar masyarakat melakukan kerusuhan dalam Pemilu 2019

Patut dicurigai bahwa jangan-jangan Prabowo ini sudah mempersiapkan kalau dia (Prabowo) kalah di Pilpres 2019 akan terjadi kekacauan, yang ujung-unjungnya terjadi perang saudara,” ujar Neta S Pane dalam acara diskusi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) bertajuk “Indonesia Pasca Pemilu, Prabowo Kalah, Indonesia Punah“, sebagaimana dilansir beritasatu.com (21/12/2018)

(MEMALUKAN !!!) Ada Strategi Licik di balik Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi (BoSan), Ini Penjelasannya

Sumber: http://www.tribunnews.com

Selain itu, dalam artikel “Dewan Pakar PKPI Ini Ungkap Percobaan Kudeta yang Gagal di Balik Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Ini Penjelasannya“, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menulis kultwit menohok sangat, dimana dalam kultwit tersebut beliau mengungkapkan bahwa jika pada tanggal 02 Januari 2019 malam Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak segera mendatangi Kantor Bea Cukai Tanjung Priuk untuk memastikan kebenaran isu masuknya 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos tersebut, Pemilu 2019 sudah dapat dipastikan gagal, karena kubu Prabowo-Sandi (BoSan) akan membangun framing bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketahuan melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019 dan isu tersebut akan dijadikan alasan bagi kubu Prabowo-Sandi (BoSan) untuk menolak hasil Pemilu 2019, jika Jokowi – KH. Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019 dan menciptakan kerusuhan besar-besaran yang sangat berbahaya dan sangat brutal

Setelah kubu Prabowo-Sandi (BoSan) berhasil menciptakan kerusuhan besar-besaran dan menggagalkan Pemilu 2019, mereka akan menjalankan strategi kedua, yaitu melakukan kudeta terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana para pendukung maupun timses Prabowo-Sandi (BoSan) akan memanfaatkan kerusuhan besar-besaran yang mereka ciptakan tersebut untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK dan mengambil kekuasaan secara paksa

(MEMALUKAN !!!) Ada Strategi Licik di balik Perubahan Visi Misi Prabowo-Sandi (BoSan), Ini Penjelasannya

Foto by One Indonesia Satu

Sebelum mengakhiri artikel ini, para pembaca perlu mengetahui bahwa apa yang dipaparkan dalam artikel ini mapun kultwit yang ditulis oleh Teddy Gusnaidi merupakan sebuah fakta bahwa kubu Prabowo-Sandi (BoSan) mempersiapkan dan tengah menjalankan strategi biadab yang sangat berbahaya bagi kehidupan rakyat Indonesia, baik lewat beredarnya hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos, opini sesat “Jokowi Takut Paparkan Visi Misi” maupun perubahan visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) menjelang debat Pilpres 2019 pertama, karena kubu Prabowo-Sandi (BoSan) hanya bernafsu untuk mengejar kekuasaan dan rela mengorbnankan Indonesia hanya demi syahwat politik mereka semata-mata

Akhir kata, kami ingin mengingatkan masyarakat luas untuk mulai mewaspadai gerakan-gerakan selanjutnya dari para oknum biadab yang ingin berkuasa dengan cara yang biadab dan juga tidak memilih paslon capres-cawapres yang rela mengorbankan Indonesia, dengan menyiapkan rencana kerusuhan dan pertumpahan darah (karena tahu bahwa mereka akan kalah jika bertarung secara fair dalam Pilpres 2019, hanya demi memuaskan syahwat kekuasaan semata-mata

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit “Rombak Total Visi-Misi, Prabowo Bohongi Rakyat Selama 4 Bulan” yang ditulis oleh akun Twitter @joxzin_jogja di bawah ini dan jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak lagi orang-orang yang mengetahui strategi licik yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), lewat perubahan visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) menjelang debat Pilpres 2019 pertama, dalam upaya melakukan deligitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU)




Anonymous

Penulis yang tidak mau diketahui identitasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: