(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto disebut-sebut akan mengundurkan diri dari Pilpres 2019 dengan satu kondisi khusus dan ancaman tersebut menjadi kontroversi, dimana pernyataan yang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto akan mundur dari Pilpres 2019 tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan) yaitu Djoko Santoso yang berbicara mengenai potensi kecurangan yang masif

Memang supaya tidak terkejut, barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri,” ungkap Djoko Santoso, sebagaimana dilansir news.detik.com (14/01/2019)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: http://www.melekpolitik.com

Selain itu, mantan Panglima TNI tersebut juga menyampaikan bahwa salah satu potensi kecurangan dalam Pemilu 2019 ialah diperbolehkannya penyandang disabilitas mental (tuna grahita) untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pilpres 2019

Karena memang ini sudah luar biasa. Masak orang gila suruh nyoblos. Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab kepada orang gila. Masak kami memberi tanggung jawab nyoblos,” tegas Djoko Santoso, sebagaimana dilansir jakarta.tribunnews.com (14/01/2019)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: http://jakarta.tribunnews.com

Pernyataan Djoko Santoso mengenai diperbolehkannya penyandang disabilitas mental (tuna grahita) untuk menggunakan hak pilih mereka dalam Pilpres 2019 tersebut langsung diluruskan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman yang menjelaskan bahwa pihaknya mendata mereka yang memiliki disabilitas mental

Pengidap gangguan jiwa dia mengenal dirinya saja tidak mampu, dia itu bahkan makannya sembarangan, gitu loh, bukan yang itu atau yang biasa orang-orang sebut orang gila. Untuk menggunakan hak pilihnya, kalau pada hari pemungutan suara dia tidak mampu maka dia akan dikeluarkan,” ungkap Arief Budiman, sebagaimana dilansir makassar.tribunnews.com (14/01/2019)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://www.suara.com

Pernyataan yang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto akan mengundurkan diri dari Pilpres 2019 tersebut mendapat tanggapan dari sejumlak pihak, diantaranya Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi – KH. Ma’ruf Amin, yaitu Ace Hasan Syadzily, yang mengungkapkan bahwa saat ini Pilpres 2019 belum dimulai, sehingga belum dapat dinilai apakah ada kecurangan atau tidak dalam Pilpres 2019

Ya pemilu saja kan belum mulai. Bagaimana bisa menyebut ada kecurangan. Bertempur dulu secara sehat lalu bicara soal kecurangan. Pilpresnya saja belum mulai. Pemilunya saja belum mulai. Tetapi kenapa sudah bicara soal itu,” ungkap Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir merdeka.com (14/01/2019)

Politikus Partai Golkar tersebut juga menduga bahwa wacana Prabowo Subianto akan mundur dari Pilpres 2019 tersebut sebagai alibi bila dirinya kalah dalam Pilpres 2019 atau dengan kata lain, Prabowo Subianto mencari kambing hitam

Sepertinya ingin menciptakan alibi bahwa kalau kalah, ada yang salah. Menurut saya itu cara berpikir orang yang kalah. Bukan cara berpikir pihak yang selalu optimis menghadapi pertarungan yang sehat di Pilpres 2019,” lanjut Ace Hasan Syadzily, sebagaimana dilansir cnnindonesia.com (14/01/2019)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://www.merdeka.com

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan juga menanggapi pernyataan Djoko Santoso mengenai ancaman mundurnya Prabowo Subianto jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres 2019, dimana Wahyu Setiawan mengungkapkan bahwa Undang-Undang Pemilu telah mengatur segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pilpres, termasuk kemungkinan bagi pasangan calon untuk mengundurkan diri

Kami belum berkomentar, tapi yang pasti segala sesuatu sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017,” ungkap Wahyu Setiawan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir nasional.kompas.com (14/01/2019)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://nasional.kompas.com

Senada dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, analis politik LIPI Syamsuddin Haris menyebutkan bahwa dalam pasal 552 ayat (1) UU Pemilu dituliskan bahwa setiap ada capres atau cawapres mundur, akan mendapat ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun, dan denda paling banyak Rp 50 miliar

Tim @prabowo mestinya baca Pasal 552 ayat (1) UU Pemilu: Setiap capres atau cawapres yg dgn sengaja mundur setelah penetapan capres dan cawapres sampai dgn pemungutan suara putaran pertama, dipidana dgn pidana penjara paling lama 5 thn dan denda paling banyak Rp 50 miliar,” tulis Syamsuddin Haris dalam akun Twitter @sy_haris pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019 pukul 14:07 WIB

Syamsuddin Haris juga menjelaskan bahwa pada pasal 553 ayat (1) UU Pemilu, disebutkan bahwa bagi capres atau cawapres yang mundur setelah pemungutan suara putaran pertama, capres atqau cawapres tersebut terancam pidana paling lama enam tahun

Selanjutnya Pasal 553 ayat (1) UU Pemilu: Setiap capres atau cawapres yg dgn sengaja mundur setelah pemungutan suara putaran pertama sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara putaran kedua, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 thn dan denda paling banyak Rp100 miliar,” tulis Syamsuddin Haris dalam akun Twitter @sy_haris pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019 pukul 14:11 WIB

Syamsuddin Haris kemudian meminta kepada kedua kubu untuk sama-sama memiliki niat baik dalam bersaing di Pemilu 2019, agar dapat menyelamatkan demokrasi, ketimbang sekedar keselamatan kelompok atau golongan sendiri

Harus ada niat baik pihak2 yg bersaing dlm Pemilu 2019 utk lebih menyelamatkan demokrasi kita serta keutuhan dan kelangsungan bangsa ini ketimbang sekadar keselamatan kelompok dan golongan sendiri,” tulis Syamsuddin Haris dalam akun Twitter @sy_haris pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019 pukul 14:27 WIB




Para pembaca perlu memahami bahwa pernyataan pernyataan Djoko Santoso yang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto akan mundur tersebut merupakan salah satu skenario yang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) dan dalam artikel ini kita akan membahas mengenai skenario ketiga yang sedang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), setelah dua skenario sebelumnya GATOT alias GAgal TOTal. Untuk info selengkapnya mengenai skenario ketiga yang sedang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) tersebut, silahkan baca artikel ini hingga selesai

Sebelum membahas lebih lanjut, para pembaca juga perlu mengetahui bahwa sesungguhnya Partai Gerindra merupakan partai keluarga besar Djojohadikusumo dan hal tersebut dapat dilihat dari sebagian besar pengurus dan caleg unggulan yang pasti masih ada hubungan darah dengan keluarga besar Djojohadikusumo

Yang menjadi King Maker dalam Partai Gerindra bukanlah Prabowo Subianto, melainkan Hasyim Djojohadikusumo (adik dari Prabowo Subianto sekaligus pemilik Arsari Group) dan para pembaca juga harus mengetahui bahwa sebenarnya Hasyim Djojohadikusumo tidak menyetujui Prabowo Subianto menjadi capres dalam Pilpres 2019 dengan alasan tidak memuliki biaya, karena Hasyim Djojohadikusumo udah keluarin uang habis-habisan dalam Pilpres 2014 dan menyarankan agar Prabowo Subianto mencari pembiayaan sendiri buat pencapresan beliau dalam Pilpres 2019

Prabowo Subianto kemudian meyakinkan adiknya tersebut dengan mengungkapkan bahwa moralitas tempur dan mesin politik Partai Gerindra akan kehilangan emosi tempurnya tanpa dirinya di depan pasukan, sehingga Partai Gerindra tidak memiliki pilihan selain mengusung sang ketua umum, yaitu Prabowo Subianto, dalam Pilpres 2019

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://nasional.kompas.com

Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga akan meminta dana kampanye dari mantan adik ipar maupun mantan kakak ipar beliau di Cendana dengan alasan mau mengembalikan semangat “Rindu Soeharto” dan akhirnya Hasyim Djojohadikusumo bersedia mendukung sang kakak, meski hanya dengan otak dan tenaga, diantaranya dengan menghidupkan kembali think tank yang berlokasi di Bendungan Hilir (Benhil) dan menggunakan konsultan asing. Selain itu, Hasyim Djojohadikusumo juga menyarankan agar Prabowo Subianto menjual slot cawapres (selain meminta dana kampanye dari mantan adik ipar maupun mantan kakak ipar beliau di Cendana), dimana syarat menjadi cawapres nya Prabowo Subianto ialah bersedia membiayai seluruh kampanye Pilpres 2019

Prabowo Subianto dan Hasyim Djojohadikusumo mencapai kata sepakat dan demi menyelamatkan suara Partai Gerindra dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto akhirnya maju sebagai calon presiden (capres) nomor urut 02, sementara kursi cawapres nomor urut 02 diperuntukkan bagi siapapun yang bersedia membiayai seluruh kampanye Pilpres 2019. Saat itu kandidat terkuat buat menjadi cawapres nya Prabowo Subianto ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), namun mereka berdua tidak bersedia membiaya seluruh kampanye Pilpres 2019

Menjelang berakhirnya masa pendaftaran paslon capres-cawapres, tiba-tiba Sandiaga Uno menjadi cawapres nya Prabowo Subianto, setelah memberikan dua kardus masing-masing berisi duit Rp 500 miliar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://bataraonline.com

Kini saatnya kita bongkar abis terkait ketiga skenario yang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), dimana dua skenario diantaranya telah GATOT alias GAgal TOTal, yaitu:

1) Skenario pertama (skenario A) yang mirip-mirip dengan skenario yang dijalankan dalam Pilpres 2014, yaitu menghembuskan isu “Jokowi PKI“, “Jokowi Anti Islam“, “Jokowi Kristen“, “Jokowi Antek Asing” dan isu-isu lainnya, namun isu-isu tersebut GATOT alias GAgal TOTal, karena berhasil dilawan oleh kubu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: http://mataindonesia.id

2) Skenario kedua (skenario B), yaitu dengan mengkerdilkan penyelengaraan Pemilu 2019 dengan menghembuskan isu “Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tidak Netral“, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tidak Beres” hingga kecurangan secara masif dan terstruktur dalam Pilpres 2019

Hoax 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Opini Sesat “Jokowi Takut Paparkan Visi Misi” dan perubahan visi misi Prabowo-Sandi (BoSan) menjelang debat Pilpres 2019 pertama merupakan salah satu bagian dalam skenario kedua (skenario B) yang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), namun lagi-lagi GATOT alias GAgal TOTal, karena kecerobohan salah seorang kader Partai Gerindra dalam kasus hoax 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos dan saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan sempat kecewa serta mengungkapkan bahwa permainnya terlalu jorok, padahal Partai Demokrat, yang memang berpengalaman dalam Pilpres 2009, udah mencoba memainkan strategi pengkerdilan penyelenggara Pemilu 2019

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://www.ngopibareng.id

Pilpres 2019 tinggal menghitung hari dan kubu Prabowo-Sandi (BoSan) menghadapi masalah elektabilitas yang stagnant di angka 20 persenan dan macetnya logistik dari keluarga Cendana, sehingga think tank pun akhirnya menyarankan agar Prabowo-Sandi (BoSan) menjalankan skenario ketiga (skenario C) yang sebenarnya terinspirasi dari Revolusi Orange Ukraina pada bulan November 2004 hingga bulan Januari 2005, dimana saat itu Amerika Serikat dan Uni Eropa bermain kasar dalam pemilu di Ukrania, yaitu dengan menjalankan seluruh strategi jorok seperti yang sedang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) saat ini

Skenario ketiga (skenario C) yang sedang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), diantaranya:

1) Memobilisasi aksi massa yang didukung dan dirancang oleh kelompok-kelompok oposisi, dimana kerusuhan di rumah tahanan (rutan) Solo antara kelompok Laskar Islam dengan narapidana pada hari Kamis tanggal 10 Januari 2018 dan juga acara Tabligh Akbar 212 di kota Solo pada hari Minggu tanggal 13 Januari 2019 (yang terjadi setelah peresmian posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (BoSan)) termasuk salah satu bagian dalam skenario ketiga (skenario C) yang sedang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://joglosemarnews.com

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: http://stopfitnah.com

2) Menyebarkan tudingan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) berbuat curang, intimidasi dan melakukan politik uang, dimana pernyataan Djoko Santoso yang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto akan mundur dari Pilpres 2019 tersebut merupakan salah satu bagian dari skenario ketiga (skenario C) yang ditujukan buat melakukan deligitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan membangun opini sesat yang menyatakan bahwa terjadi kecurangan dalam Pilpres 2019, karena sebenarnya kubu Prabowo-Sandi (BoSan) telah mengetahui bahwa Prabowo-Sandi (BoSan) tidak akan memenangkan Pilpres 2019 alias kalah telak dari Jokowi – KH. Ma’ruf Amin

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)-14

Sumber: https://bahanngobrol.wordpress.com

Sampai di sini, sebenarnya kita dapat melihat bahwa skenario C (skenario ketiga) yang sedang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan) sebenarnya menunjukkan bahwa Prabowo-Sandi (BoSan) sangat bernafsu untuk berkuasa di Indonesia dengan menghalalkan segala cara, termasuk menjalankan seluruh strategi jorok seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam pemilu di Ukraina pada bulan November 2004 hingga bulan Januari 2005

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: http://themillenniumreport.com

Mereka sangat bernafsu akan kekuasaan, namun bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia, namun semata-mata demi kepentingan pribadi maupun kroni-kroni mereka dalam rangka mengeruk kekayaan Indonesia sebanyak-banyaknya tanpa mempedulikan kesejahteraan maupun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana diamanatkan oleh para pendiri bangsa (founding fathers) dalam Pancasila dan UUD 1945

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: https://twitter.com/Pandixa_Dz

Akhir kata, kami ingin mengingatkan masyarakat luas untuk mulai mewaspadai gerakan-gerakan selanjutnya dari para oknum biadab yang ingin berkuasa dengan cara yang biadab dan juga tidak memilih paslon capres-cawapres yang rela mengorbankan Indonesia, dengan menyiapkan rencana kerusuhan dan pertumpahan darah (karena tahu bahwa mereka akan kalah jika bertarung secara fair dalam Pilpres 2019), hanya demi memuaskan syahwat kekuasaan semata-mata, karena sesungguhnya kubu Prabowo-Sandi (BoSan) sedang menjalankan strategi “Rampoklan rumah yang terbakar” (“Loot a burning housestrategy), sebagaimana ditampilkan dalam video YouTube berdurasi 2 menit 51 detik di bawah ini

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit yang ditulis oleh akun Twitter @MemeTanpaHurufK di bawah ini dan jangan lupa sebarkan artikel ini ke media sosial sebanyak-banyaknya, agar lebih banyak lagi orang-orang yang mengetahui skenario biadab yang dijalankan oleh kubu Prabowo-Sandi (BoSan), yaitu dengan menghalalkan segala cara hanya demi berkuasa di Indonesia dan juga lebih banyak lagi orang-orang yang mendukung serta memenangkan Jokowi – KH. Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019

(TERBONGKAR ABIS !!!) Dua Skenario Sebelumnya Gagal, Inilah Skenario Ketiga yang sedang Dijalankan Kubu Prabowo-Sandi (BoSan)

Sumber: http://bacafakta.com




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: