Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

   Send article as PDF   

Sebagian besar para pembaca pasti mengetahui bahwa dalam jaman now yang erat kaitannya dengan era digitalisasi, siapapun (tanpa memandang suku, agama, ras, golongan maupun latar belakang kehidupannya) dapat turut berpartisipasi dalam merubah wajah perpolitikan Indonesia yang penuh dengan carut marut dan belum lama ini, salah seorang caleg DPR RI mengungkapkan sebuah hal yang mengejutkan terkait latar belakang kehidupan beliau sebelum resmi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI, dimana beliau menyatakan bahwa dirinya pernah melakukan pekerjaan yang sebetulnya termasuk pekerjaan halal, namun selama ini masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat pada umumnya

Dilansir dari keterangan resmi yang diterima redaksi One Indonesia Satu, dijelaskan bahwa salah seorang caleg DPR RI tersebut pernah menjadi pengamen dari bus ke bus dan juga tidur di emperan toko serta emperan stasiun, bahkan pernah tidur di halaman Masjid Keramat yang berlokasi di Mangga Dua selama beberapa tahun. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa dirinya juga hampir mati waktu ngamen di dekat ITC Roxy Mas. Siapakah caleg DPR RI yang dimaksud ?

Caleg DPR RI yang dimaksud, tak lain dan tak bukan, ialah Founder One Indonesia Satu dan WhatsApp Group (WAG) IDNEWS Rudy Haryanto yang saat ini resmi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 5 (Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan nomor urut 7 berdasarkan Daftar Caleg Tetap (DCT) DPR RI yang diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 20 September 2018

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Sumber: https://www.facebook.com/sisesathuang



Dalam keterangan resmi tersebut pria lulusan SMUN.2 Jakarta tahun 1995 tersebut juga mengungkapkan sisi lain dari kehidupan beliau yang belum pernah diungkapkan dalam artikel ataupun media sosial manapun, dimana dirinya sempat bekerja bekerja sebagai full-timer di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Mangga Dua hingga tahun 2004 dan setelah berhenti dari pekerjaan saya di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Mangga Dua, dirinya menjadi pengamen dari bus ke bus hingga tahun 2008 serta tidur di emperan toko maupun emperan stasiun, bahkan juga pernah tidur di halaman Masjid Keramat yang berlokasi di Mangga Dua

Lebih lanjut, putra tunggal dari Sugeng Haryanto dan Wong Foek Tjin tersebut juga menceritakan bahwa dirinya terpaksa menjadi pengamen dari bus ke bus, karena belum ada satu perusahaan pun yang menerima lamaran pekerjaan yang dia ajukan, meski beliau mencoba mengajukan lamaran pekerjaan berkali-kali ke banyak perusahaan. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa dirinya terpaksa tidur di emperan toko maupun emperan stasiun, bahkan di halaman Masjid Keramat yang berlokasi di Mangga Dua selama beberapa tahun, karena masalah pribadi dengan mama nya, dimana karena satu dan lain hal, dia ribut besar dengan mama nya dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah

Rudy Haryanto juga menceritakan bahwa dirinya hampir mati waktu ngamen di dekat ITC Roxy Mas, dimana saat itu beliau masih ngamen dengan gitar dan dalam satu kesempatan, gantungan gitar yang melingkar di leher nya tersebut tersangkut di salah satu bus Kopami P12 tanpa dia sadari, namun untungnya saat itu bus Kopami P12 tersebut melaju pelan, sehingga leher nya tidak putus dan sejak saat itu, beliau ngamen dengan bertepuk tangan ataupun menggunakan bekas botol Yakult yang diisi sedikit beras

Keterangan resmi tersebut juga menceritqakan bahwa Rudy Haryanto menderita sakit campak selama kurang lebih 1 bulan, sehingga dirinya terpaksa berhenti ngamen dan kembali tinggal di rumah pada awal bulan Januari 2009. Setelah sembuh dari penyakit campak (tepatnya pada bulan Februari 2009), papa nya beliau mendadak jatuh di kamar mandi (setelah sebelumnya (tepatnya pada bulan Oktober 2008) papa nya tiba-tiba mengalami pembengkakan di kedua kakinya) dan hal tersebut mengakibatkan beliau pensiun dari tempat kerjanya dan harus beristirahat di rumah selama beberapa bulan

Sejak saat itu Rudy Haryanto menjaga papa dan mama beliau yang juga mulai sakit-sakitan hingga suatu hari (tepatnya tanggal 14 Oktober 2009), dimana sang mama tiba-tiba mengalami pembengkakan di kedua kakinya dan akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian (tepatnya pada tanggal 16 Oktober 2009 pukul 07:00 WIB). Empat hari setelah sang mama meninggal (tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2009 sekitar pukul 5 sore), sang papa akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di TPU Tegal Alur (di sebelah makam sang mama)

alah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Dokumentasi One Indonesia Satu

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Dokumentasi One Indonesia Satu

Sejak saat itu hingga artikel ini ditulis, Rudy Haryanto hidup sebatang kara, karena saudara-saudara dari mama maupun papa nya beliau lost contact dan untuk menyambung hidup, dia kembali menjadi pengamen dari bus ke bus, sebelum dirinya bekerja di PT. Carmall sebagai Account Executive pada tanggal 01 Juni 2012. Setahun kemudian (tepatnya pada tanggal 08 Juni 2013) beliau kembali kehilangan pekerjaan, karena PT. Carmall tutup, namun pada tanggal 17 Juni 2013 dirina bekerja di PT. Mobilwow sebagai Account Executive dan selama empat tahun bekerja, dia menjadi top sales sebanyak kurang lebih 13 kali (9 kali diantaranya secara berturut-turut), sebelum akhirnya dirinya mengundurkan diri pada tanggal 01 Maret 2017 dan membantu salah seorang mentor beliau selama kurang lebih enam bulan

Pada pertengahan tahun 2017 salah seorang teman nya Rudy Haryanto menginformasikan kepada beliau bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka seleksi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dan saat itu dirinya mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Jakarta, namun saat itu dia tidak mendapat panggilan untuk mengikuti wawancara. Pada awal tahun 2018 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali membuka seleksi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dan saat itu beliau mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR RI

Pada tanggal 29 April 2018 Rudy Haryanto mengikuti wawancara dan beberapa bulan kemudian (tepatnya pada tanggal 06 Juni 2018) dirinya dinyatakan lolos wawancara seleksi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPR RI, namun harus pindah daerah pemilihan (dapil) atau ke DPRD dan awalnya beliau memilih daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 3 (Grobogan, Blora, Pati dan Rembang). Meski demikian, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan untuk memindahkan Rudy Haryanto ke daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 5 (Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta) lewat SK Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada tanggal 14 Juli 2018

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Dokumentasi One Indonesia Satu

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Dokumentasi One Indonesia Satu

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Dokumentasi One Indonesia Satu

Pada tanggal 13 Agustus 2018 Rudy Haryanto terdaftar dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) DPR RI dapil Jawa Tengah 5 (Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan nomor urut 7 berdasarkan Daftar Caleg Sementara (DCS) DPR RI yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan pada tanggal 20 September 2018, berdasarkan Daftar Caleg Tetap (DCT) DPR RI yang diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, beliau resmi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah 5 (Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Screenshot Daftar Caleg Sementara (DCS) DPR RI dapil Jawa Tengah 5 (Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan Kota Surakarta)

Kami ingin mengakhiri artikel ini dengan memanjatkan doa dan harapan agar artikel ini dapat menginspirasi para pembaca sekalian, dimana siapun (termasuk saya dan para pembaca sekalian (tanpa memandang suku, agama, ras, golongan maupun status sosial)) berhak untuk bermimpi besar, sepanjang kita juga siap untuk berjuang dan membayar harga nya dalam mewujudkan mimpi besar tersebut menjadi kenyataan

Ingat, pengamen ataupun mantan pengamen juga manusia yang berhak bermimpi besar dan mengantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit serta berjuang untuk mewujudkan mimpi besar nya tersebut dan untuk membaca keterangan resmi yang dirilis Rudy Haryanto selengkapnya, silahkan kunjungi artikel “Saya Mantan Pengamen yang jadi Caleg DPR RI

Salah Seorang Caleg DPR RI Ini Mantan Pengamen dari Bus ke Bus

Sumber: https://www.facebook.com/sisesathuang




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: