(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Bung Karno (salah seorang Proklamator Indonesia) pernah berkata, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri.

Apa yang dikatakan oleh Bung Karno tersebut sangat relevan dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini, dimana bangsa Indonesia saat ini dirongrong oleh kaum radikal dan intoleran yang berusaha untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan sistem khilafah dan mereka berkumpul dalam kubu Prabowo-Sandi

Dalam artikel ini kita akan membongkar agenda terselubung kaum radikal dan intoleran alias kaum khilafah pendukung Prabowo-Sandi. Silahkan baca artikel ini sampai selesai dan para pembaca akan mengetahui apakah Prabowo Subianto benar-benar nasional dan patriot atau hanya isapan jempol belaka




Para pembaca perlu memahami siapa Prabowo Subianto sebenarnya, dimana beliau keturunan orang yang menangkap Pangeran Diponegoro dan dipecat dari kesatuan TNI, karena melakukan pelanggaran terhadap Sumpah Prajurit TNI, termasuk melakukan penculikan aktivis dan mahasiswa

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: https://www.merdeka.com

Dalam Pilpres 2019, Prabowo-Sandi didukung oleh gerombolan radikal dan intoleran, termasuk Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia, (HTI) yang ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan sistem khilafah, hanya semata-mata demi nafsu berkuasa di Indonesia

Sampai di sini kita dapat mengetahui bahwa Prabowo Subianto bukanlah seorang nasionalis dan patriot, sebagaimana yang digembar-gemborkan dalam setiap pidato beliau, namun sesungguhnya dia telah mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa (founding fathers)

Lebih lanjut, para pembaca juga pasti mengetahui bahwa Hizbut Tahrir Indonesia, (HTI) telah ditetapkan sebagai organisasi terlarang di Indonesia dan Hizbut Tahrir sebagai induk dari Hizbut Tahrir Indonesia, (HTI) sendiri juga telah dilarang di hampir seluruh negara Islam, karena menebar teror yang menimbulkan konflik di negara-negara Islam tempat Hizbut Tahrir bercokol

Meski demikian, kubu Prabowo-Sandi malah habis-habisan membela Hizbut Tahrir Indonesia, (HTI), dimana Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung langkah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengajukan banding setelah gugatan yang diajukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ditolak Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: http://terjitu.com

Mahkamah Agung (MA) menyetujui pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM, karena Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyebarkan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan ingin mengganti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan sistem khilafah

Melalui pendekatan historis, Para Pendiri Bangsa telah menyepakati Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia sedangkan Pemohon Kasasi/Dahulu Penggugat telah melakukan kegiatan yang mengembangkan paham yang bertentangan dengan Pancasila oleh karenanya secara substansi tindakan Pemohon Kasasi/Dahulu Penggugat telah melanggar Pasal 59 ayat (4) huruf c Perppu Ormas beserta penjelasannya sehingga cukup alasan hukum kepada Pemohon kasasi/darulu penggugat dikenakan sanksi administrasi sebagaimana diatur dalam pasal 60 ayat 2 juncto Pasal 61 ayat 3 Perppu Ormas,” papar Majelis Hakim, sebagaimana dilansir news.detik.com (28/02/2019)

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: https://bangkitmedia.com

Salah seorang adik kandung Prabowo Subianto, yaitu Hashim Djojohadikusumo, bahkan menyatakan bahwa calon presiden nomor urut 02 tersebut menerima dukungan dari semua golongan, termasuk keluarga dari keturunan orang-orang eks Partai Komunis Indonesia (PKI)

Kami akan terima dukungan dari manapun, kecuali iblis, kecuali setan, yang lain kami terima. Prabowo terima. Bahkan anak dan cucu PKI pun, cicit PKI kami akan terima dukungannya, saya katakan itu,” tegas Hashim Djojohadikusumo di Gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir liputan6.com (28/01/2019)

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: liputan6.com

Sampai di sini, kita dapat melihat bahwa Prabowo Subianto selalu merangkul organsiasi terlarang, meski dengan konsekuensi akan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara, karena bagi beliau, hal tersebut tidak masalah, sepanjang organisasi terlarang tersebut mendukung Prabowo Subianto dalam memuaskan nafsu ingin berkuasa di Indonesia, termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan juga keturunan dari orang-orang eks Partai Komunis Indonesia (PKI)

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: https://politikviral.com

Satu hal lainnya yang menjadi bukti kuat bahwa Prabowo Subianto bukanlah seorang nasionalis dan patriot ialah keinginan beliau untuk menjemput Rizieq Shihab yang jelas-jelas merupakan salah seorang penghina Pancasila dan pembuat keonaran bersama Front Pembela Islam (FPI) yang dia pimpin tersebut

Saya akan bekerja untuk beliau kembali dan jika saya presiden nanti, maka saya akan jemput beliau kembali, sekalian umrah saya akan bawa pulang beliau kembali ke tanah air,” tegas Prabowo Subianto saat menghadiri acara Tablig Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Kopassandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir news.detik.com (04/11/2018)

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: https://news.detik.com

Para pembaca pasti mengetahui rekam jejak Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI), dimana Rizieq Shihab bersama Front Pembela Islam (FPI) yang beliau pimpin tersebut selalu melakukan kekerasan dalam menyikapi perbedaan, termasuk terhadap warga yang berbeda agama, bahkan juga menyakiti pedagang yang mencari sesuap nasi, sebagaimana yang terjadi di Makkasar, Sulawesi Selatan dalam bulan puasa tahun 2011

Hal tersebut membuat masyarakat menilai Front Pembela Islam (FPI) sebagai ormas intoleran dan yang paling fenomenal ialah seruan Rizieq Shihab secara terang-terangan untuk mengganti dasar negara Pancasila menjadi sistem syariah. Pertanyaannya ialah apa bedanya Front Pembela Islam (FPI) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang juga secara terang-terangan ingin mengganti dasar negara Pancasila ?!?

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: https://arsip.sewarga.com

Para pembaca juga pasti mengetahui bahwa Felix Siaw yang merupakan salah seorang pentolan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menolak niat baik keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil Pasuruan Jawa Timur untuk melakukan mediasi dengan dirinya, bahkan Felix Siaw melakukan “playing victim” dan menuduh ormas yang menolak sebagai yang melabeli diri paling toleran se-NKRI

Saya ditolak karena pentolan HTI, padahal HTI sudah dibubarkan penguasa,” ungkap Felix Siauw, sebagaimana dilansir dutaislam.com (04/11/2017)

Yang terjadi sebenarnya ialah saat itu massa hanya meminta agar Felix Siauw menyatakan diri:

1) Mengakui ideologi Pancasila sebagai ideologi tunggal NKRI

2) Tidak akan menyebarkan ideologi khilafah

3) Menyatakan keluar dari Hizbut Tahrir Indonesia

Itulah kelakuan Felix Siauw sebagai salah seorang kaum pentol korek murahan dan yang terbaru ialah Prabowo Subianto didukung oleh gembong teroris ISIS di Indonesia yang juga menyalurkan 156 WNI ke Suriah untuk menjadi milisi ISIS, dimana hal tersebut dibuktikan saat beliau berkampanye di Cianjur, dia dipinjami mobil bernomor polisi B 264 RIS oleh Chep Hernawan (Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (GARIS))

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: youtube.com

Pola yang dilakukan oleh ISIS dalam menghancurkan Suriah juga dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi, yaitu menebar ketakutan, hoax dan fitnah kepada pemerintah yang sah. Para pembaca tidak perlu heran melihat para pendukung Prabowo-Sandi yang seolah-olah sangat militan di media sosial, karena mereka memang para militan ISIS dan Hizbut Tahrir Indonesia, (HTI) yang telah terlatih memanfaatkan media sosial dalam melakukan aksi mereka

ISIS bahkan meperluas aksi teror mereka dengan mengunggah aksi pembunukan di YouTube, namun dalam masa pemerintahan Jokowi-JK, ISIS tidak dapat melakukan aksi teror, sehingga Pilpres 2019 menjadi momentum bagi ISIS untuk beraksi di Indonesia. Perlawanan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap ormas atau kelompok Islam radikal mendapat perhatian dunia lewat sebuah karikatur “Heng on Indonesia’s Decree to Ban Radical Groups” yang dibuat oleh kartunis Heng Kim Song dari Singapura dan dipublikasikan di situs The New York Times pada hari Minggu tanggal 16 Juli 2017

Presiden Joko Widodo menandatangani sebuah keputusan yang mengizinkan pihak berwenang membubarkan kelompok agama dan masyarakat sipil. Hal tersebut dalam upaya melawan kelompok Islam garis keras yang menentang pemerintahan yang pluralis,” tulis The New York Times dalam keterangan karikatur tersebut

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Heng on Indonesia’s Decree to Ban Radical Groups by Heng Kim Song (Singapore)

Dengan sejumlah fakta yang ada, tidaklah mengherankan bila saat ini para pendukung Prabowo-Sandi ramai-ramai menyerang lembaga penjaga ideologi Pancasila, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan organsiasi Islam terbesar di Indonesia dan konsisten membela NKRI sejak jaman penjajahan kolonial Belanda. Para pendukung Prabowo-Sandi ingin membubarkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang didirikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menguatkan Pancasila dan juga tidak setuju dengan Apel Kebangsaan di Jawa Tengah yang dihadiri oleh tokoh bangsa dan ulama yangg teguh terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi

Sumber: https://regional.kompas.com

Kubu Prabowo-Sandi memang biasa melakukan kegiatan berkedok agama yang isinya justru menebar kebencian, bahkan kampanye Pilpres dan yang mengisi kegiatan tersebut ialah ustad-ustad kemaren sore yang tidak jelas sanad keilmuwan mereka. Saat ini gerombolan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ISIS dan Front Pembela Islam (FPI) yang habis-habisan mendukung Prabowo-Sandi tersebut terus-menerus mendiskreditkan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah (Buya Syafi), karena Nahdlatul Ulama (NU) dan Buya Syafi selalu menyerukan Islam damai, sejuk dan toleran, beda dengan pendukung Prabowo-Sandi yang intoleran

Jadi kesimpulannya ialah Prabowo Subianto sama sekali bukan seorang nasional dan patriot, namun hanyalah seorang yang rela mengorbankan rakyat Indonesia hanya demi berkuasa di Indonesia dan rela menghalalkan segala cara, termasuk menggandeng ormas-ormas intoleran seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ISIS dan Front Pembela Islam (FPI)

(WASPADA !!!) Inilah Agenda Terselubung Kaum Khilafah Pendukung Prabowo-Sandi
Sumber: http://terjitu.com

Untuk info selengkapnya, silahkan baca kultwit “Membongkar Agenda Mengganti Ideologi Pancasila di Kubu Prabowo-Sandi” yang ditulis oleh akun Twitter @joxzin_jogja di bawah ini




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: