Guru Besar Ilmu Politik Universitas Northern Illinois Sebut Dua Parpol Besar ini Merancang, Mengadopsi dan Menerapkan Perda-perda Syariah di Indonesia

www.pdf24.org    Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, dalam acara Festival 11 di Medan, Sumatra Utara pada hari Senin tanggal 11 Maret 2019, Ketua Umum Partai Solidfaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengutip hasil penelitian yang dilakukan oleh Michael Buehler (Guru Besar Ilmu Politik Universitas Northern Illinois, dimana hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan dan Partai Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengadopsi dan menerapkan perda-perda syariah di Indonesia

Apa yang disampaikan oleh Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Medan, Sumatra Utara tersebut mengundang berbagai komentar dan redaksi One Indonesia Satu berusaha mencari tahu dan menelusuri hasil penelitian yang dilakukan oleh Michael Buehler tersebut. Setelah menelusuri lewat mesin pencari Google, kami menemukan salah satu tulisan yang dimuat di Tempo, dimana Michael Buehler menyatakan bahwa 7 dari 33 provinsi dan 51 dari sekitar 510 kabupaten mengadopsi sekurangnya satu perda syariah dari tahun 1999 hingga 2009. Selain itu, Michael Buehler juga mengungkapkan bahwa di DPRD di semua provinsi, yang paling getol mengadopsi perda syariah adalah Fraksi Golkar dan Fraksi PDI Perjuangan (kecuali di Provinsi Aceh), dimana polanya rata-rata sama, yaitu untuk wilayah administrasi di bawah provinsi




Lebih lanjut, Michael Buehler juqa menjelaskan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang konon dianggap sebagai biang penerapan perda syariah, ternyata tidak memiliki suara mayoritas ataupun pluralitas di satu DPRD pun yang menerapkan perda syariah. Dengan kata lain, partai sekuler lah yang justru mendominasi parlemen daerah dalam menerbitkan dan menerapkan perda syariah di Indonesia

Ironisnya, Michael Buehler juga menyebutkan bahwa beberapa perda syariah menciptakan secara de facto monopoli atas distribusi alkohol dan lebih dari 20 kabupaten telah memberlakukan perda pengumpulan zakat. Selain itu, Michael Buehler juga menjelaskan bahwa para kepala daerah mendapat kekuasaan nyaris tak terbatas dalam hal pengumpulan dan pembagian amal “religius”. Salah seorang mantan anggota Partai Golkar bahkan menyampaikan kepada Michael Buehler secara pribadi dalam sebuah wawancara bahwa perda zakat menghasilkan kurang lebih Rp 2 miliar setiap bulan dan dari fakta yang Michael Buehler temukan, beberapa kepala daerah menggunakan dana tersebutg untuk membangun ikatan kesetiaan dengan pialang kekuasaan politik bernilai tinggi

Di akhir tulisan nya, Michael Buehler juga menyatakan bahwa kebanyakan perda syariah diimplementasikan oleh petualang politik yang berafiliasi ke partai-partai sekuler, dalam konteks lingkungan baru politik lokal yang kompetitif dan untuk info selengkapnya, silahkan klik “Partainya Sekuler, Aturannya Syariah” yang ditulis oleh Michael Buehler pada bulan Septembar 2011

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Northern Illinois Sebut Dua Parpol Besar ini Merancang, Mengadopsi dan Menerapkan Perda-perda Syariah di Indonesia

Sumber: cambridge.org




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah 5 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: