Mahasiswa Bermimpi, Masyarakat Menunggu

   Send article as PDF   

SURABAYA, oneindonesiasatu.com – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) adalah salah satu Universitas yang dimana setiap tahunnya selalu mengeluarkan anak didiknya untuk mengabdikan diri dimasyarakat.

Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki 3 point penting yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Untuk menyalurkan pendidikan dan penelitian yang dilakoni mahasiswa di kampus agar dapat bermanfaat di masyarakat, UNESA memiliki mata kuliah wajib dan harus dilakoni mahasiswanya yaitu mata kuliah Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa disebut KKN.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini suatu matakuliah yang mengharuskan mahasiswanya terjun langsunng dimasyarakat untuk mengabdikan apa yang diperoleh didunia kampus.

UNESA membagi mahasiswanya menjadi beberapa kelompok dan disetiap kelompoknya berasal dari jurusan yang berbeda-beda. Ini bertujuan agar dapat menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat berkesinambungan satu jurusan dengan jurusan lainnya, untuk membuat desa lebih baik.

Setelah pembagian kelompok selesai, UNESA akan menentukan tempat KKN yang akan diterjuni oleh mahasiswanya. Mahasiswa akan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk diarahkan dan dipamitkan kepada desa yang bersangkutan.

Kemudian mahasiswa dituntut proaktif untuk membenahi, menciptakan inovasi-inovasi baru atau, kegiatan yang dapat mensupport berkembangnya desa unntuk menjadi lebih baik.

Salah satunya yang dilakoni oleh kelompok KKN 15 UNESA yang ditugaskan dari UNESA untuk mengemban amanah dan mengabdikan diri selama 3 Minggu di Desa Kramatinggil, Gresik.

Kelompok KKN 15 UNESA melakoni mata kuliah KKN sama seperti kelompok-kelompok yang lain mulai dari membentuk struktuk organisasi, survey desa hingga menyusun kegiatan yang akan dilakoni selama KKN berlangsung.

Untuk kegiatannya sendiri mulai dari membuka bimbingan belajar gratis, ikut mengajar di TPQ, ikut kerja bakti di masyarakat, sosialisasi untuk menjaga kesehatan gigi, sosialisasi masyarakat anti narkoba, dan terdapat satu program kegiatan inovasi berkesinambunngan yang membuat Desa Kramatinggil semakin indah dan bersih.

Program ini dibuat dan dijalankan sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar. Desa Kramatinggil yang terletak diantara pabrik-pabrik industri yang aktif menyebarkan polusi serta dilewati oleh sutet milik Pembangkit Jawa Bali (PJB) yang bertegangan tinggi dan desa ini dekat dengan laut membuat suhu didesa tersebut semakin panas.

KKN 15 UNESA membuat program sesuai program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan menyesuaikan keinginan dari masyarakat Desa Kramatingginggil.

KKN 15 UNESA membuat progam kegiatan berkesinambungan dengan mengajak seluruh warga baik dari anak kecil, dewasa hingga orang tua untuk aktif membuat desanya menjadi desa eco-wisata.

Mahasiswa KKN 15 UNESA membuat program Desa Kramatinggil Desa Eco-Wisata dengan menggabungkan dua model desa berkembang wisatanya yaitu Desa Gelintung, Malang yang terkenal dengan Gelintung Go Green (3G)dan Desa Jodipan, Malang yang terkenal dengan Kampung Warna-warninya.

Dari dua ide tersebut KKN 15 UNESA menggabungkan dan menyusun kegiatan yang akan dijalankan oleh KKN 15 UNESA mulai dari menyusun proposal anggaran dana hingga sosialisasi kepada masyarakat desa. Program kegiatan ini dibuat untuk menjadikan desa lebih baik dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat di Desa Kramatinggil Kec. Gresik Kab. Gresik.

Sumber : Muhammad Yuli Lukmawanto (Lukman) – Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Unesa

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: