Amerika Serikat Dakwa Pendiri WikiLeaks dengan 17 Tuntutan Spionase

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mendakwa pendiri WikiLeaks, yaitu Julian Assange, dengan 17 tuntutan baru terkait spionase, karena mempublikasikan dokumen militer dan diplomatik rahasia pada tahun 2010

Melalui surat tuntutan pada hari Kamis tanggal 23 Mei 2019, Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengajukan tuntutan baru tersebut atas dasar tudingan bahwa pendiri WikiLeaks tersebut memerintahkan seorang analis intelijen, yaitu Chelsea Manning, untuk mencuri dokumen rahasia Amerika Serikat

Beberapa tuntutan tersebut juga didasari pada tuduhan bahwa Julian Assange secara sembrono merilis sumber-sumber rahasia ke pihak-pihak di Timur Tengah dan China yang disebutkan dalam dokumen curian tersebut




Dengan 17 tuntutan baru tersebut, secara keseluruhan Julian Assange akan menghadapi 18 dakwaan di pengadilan, dimana keseluruhan dakwaan tersebut mementahkan klaim Julian Assange bahwa dirinya hanyalah seorang jurnalis yang menerima bocoran informasi dari Chelsea Manning

Semua tuntutan tersebut mengindikasikan bahwa Julian Assange secara aktif berkonspirasi dengan Chelsea Manning untuk mencuri ratusan ribu data rahasia “dengan alasan meyakini informasi itu dapat digunakan untuk mencederai Amerika Serikat atau menguntungkan negara lain

Sejumlah dakwaan yang diajukan tersebut juga memuat tudingan bahwa Julian Assange tidak mengacuhkan peringatan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada tahun 2020 untuk membeberkan sumber rahasianya di dalam lingkaran militer Amerika Serikat di Afghanistan, Suriah, Irak, Iran dan China

Tindakan Assange berisiko serius terhadap keamanan nasional AS dan menguntungkan lawan kami, juga membuat sumber-sumber manusia yang ada di dalam dokumen itu dalam risiko fisik dan atau penahanan arbitrase,” demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Amerika Serikat yang dikutip AFP

Sebagai info tambahan, Julian Assange mulai menjadi perhatian internasional pada tahun 2010, saat WikiLeaks merilis dokumen rahasia mengenai keterlibatan Amerika Serikat dalam perang di Irak dan Afghanistan

Data rahasia dalam bentuk dokumen, video dan transkrip percakapan tersebut mengungkap kemungkinan kejahatan perang, penyiksaan dan operasi militer rahasia serta diskusi dan juga analisis terkait diplomasi Amerika Serikat

Julian Assange juga menjadi salah satu sosok paling dicari di Amerika Serikat dan sempat kabur serta mendapatkan suaka dari Ekuador dan berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris sejak tahun 2012

Julian Assange akhirnya ditangkap setelah pihak Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris menyerahkan dirinya kepada aparat keamanan Inggris pada tanggal 11 April 2019

Amerika Serikat Dakwa Pendiri WikiLeaks dengan 17 Tuntutan Spionase

Sumber: wow.tribunnews.com




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: